06 May 2015

Agency Model, Bisnis Potensial Menjaring Laba

AGENCY MODEL - Dalam suatu event atau media promosi, kontribusi seorang model sebagai duta tidak dapat dinafikan. Kehadiran para model ini adalah untuk membangun citra yang baik terhadap produk atau program yang bakal dijual perusahaan. Di sinilah pelaku bisnis mengambil peran untuk mendulang laba melalui usaha agency model. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Dalam suatu event atau media promosi, kontribusi seorang model sebagai duta tidak dapat dinafikan. Kehadiran para model ini adalah untuk membangun citra yang baik terhadap produk atau program yang bakal dijual perusahaan. Di sinilah pelaku bisnis mengambil peran untuk mendulang laba melalui usaha agency model.
Jalur bisnis dunia entertainment cukup menjanjikan, salah satunya adalah segmen agency model. Selain cukup mudah dijalankan, bisnis ini juga bisa diandalkan menjadi pundi-pundi penghasil uang. Dengan merekrut talent-talent model, pergerakan agency model dimulai dengan merangkul klien yang umumnya perusahaan, terutama yang tengah membangun “image”.
Karakter bisnis agency model berbeda dibandingkan bisnis lainnya. Umumnya, agency model melahirkan talenta-telenta baru di dunia hiburan. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk mengasah bakat model, agar dapat menjadi profesional dan layak “jual”. Sekarang, bisnis tersebut sudah mulai berkembang. Beberapa agency model menjadi penyuplai model untuk berbagai kebutuhan kegiatan perusahaan yang menjadi kliennya.
Bertujuan melakukan pembinaan anak bangsa yang memiliki bakat di dunia modeling, merupakan tujuan Anzho Management. Pemilik Anzho Management, Anzhari Muin, mengungkapkan ihwal dirinya membangun agency model. “Mulanya, saya tidak terlalu berorientasi pada profit. Tujuan sebenarnya, bagaimana mengangkat citra Sulsel melalui prestasi yang diukir putra dan putrinya, baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” tuturnya.
Untuk melakukan peningkatan kualitas model yang bergabung, tentu memerlukan biaya operasional yang cukup besar. Diungkapkan, operasional sehari-hari Anzho Management dikutip dari lima persen total keuntungan yang diperoleh semua perusahaan yang bergabung dalam bendera Anzho Group.
Sehingga, apabila keuntungannya kecil atau mengalami kerugian, tidaklah menjadi persoalan. Adapun perusahaan yang berada di bawah Anzho Group antara lain Anzho Variasi, Anzho Travel, Anzho Media, Rancang Dimensi Kontraktor, dan Anzho Agro.
Untuk membangkitkan industri hiburan, khususnya pariwisata Sulsel, memerlukan sumbangsih banyak pihak, terutama putra daerah sendiri. Selama ini, talent-talent model yang berasal dari Sulsel, belum dapat bicara banyak pada event skala nasional dan internasional. “Yang menjadi titik lemah talent Sulsel, terletak pada kurangnya wawasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Untuk persoalan kecantikan, masih dapat bersaing,” beber Anzhari.
Anzho Management sendiri, sangat selektif merekrut talent model. Bukan hanya raut rupawan yang dijadikan landasan, tetapi juga kemampuan model membangkitkan kepercayaan dirinya sendiri. Pembinaan mengenai hal tersebut, juga dilakukan secara profesional. Selanjutnya, sebelum mengikuti suatu kompetisi, Anzho Management juga mempertajam tingkat kecerdasan para model.
Dalam beberapa event, model-model binaan Anzho Management mampu membuktikan prestasinya. Sebut saja Yulinar yang pernah meraih juara pertama pada event Miss Sophie Martin tingkat nasional maupun internasional.
“Saat ini, kami tengah mengasah kemampuan talent baru bernama Chairun Niza. Pengalamannya sebagai bintang sinetron dan model video klip, diharapkan mampu menjadi bekal untuk bersaing pada kompetisi model yang akan diikuti,” terang Anzhari.
Kesempatan untuk mendulang uang dari bisnis agency model, juga mampu dilihat Iksan Colly. Salah seorang karyawan perbankan di Makassar ini, mengaku jika keterlibatannya dalam dunia model terjadi secara tidak sengaja. “Sebagai pegiat fotografi, saya mengenal banyak model. Dari sanalah mulai berdatangan permintaan untuk menggunakan jasa model melalui saya. Event pertama yang saya tangani milik Dyandra Promosindo, Makassar Computer Expo Photo Competition,” ungkapnya.
Saat ini, ada 18 model lokal dan sembilan model nasional yang berada di bawah manajemen Iksan Colly Model Agency. Model nasional tersebut antara lain Baby Margaretha, Chacy Luna, Ella Khomsah, Emma Pederova, Bee Viona, Audrey June dan lain-lain. Semua model nasional itu sudah sering tampil di layar televisi, baik sinetron maupun iklan.
Menggeluti bisnis agency model, diakui Iksan gampang-gampang susah. Setiap saat, ia wajib mengkoordinir model binaannya, sekaligus mengatur jadwal “manggung” mereka. Selain itu, ia juga kerap melaksanakan meeting dengan pihak ketiga yang ingin memakai jasa modelnya.
Diterangkan, keberadaan agency model akan membantu kedua belah pihak, baik model maupun perusahaan pemakai jasa. “Model tidak perlu lagi membuang waktu untuk meeting dengan pihak ketiga, karena semua sudah diwakilkan agency. Pihak ketiga juga tidak perlu repot terkait persiapan ataupun tugas model, karena kehadiran mereka sudah di-‘menej’ agency model,” urainya.
Menyinggung honor para model yang berada di bawah naungan Iksan Colly Model Agency, Iksan menyebut sangat variatif. “Untuk model lokal yang sudah profesional, sekitar Rp 750 ribu-Rp 1 juta sekali show. Sementara, model lokal pemula yang masih minim jam terbangnya, dibayar Rp 400 ribu-Rp 500 ribu. Model nasional jauh lebih mahal, dibayar Rp 3 juta-Rp 5 juta,” paparnya.
Prospek bisnis agency model untuk kota metropolitan seperti Makassar sangat besar. Untuk Iksan Colly Model Agency saja, rata-rata sehari bisa mendapatkan lima pesanan pekerjaan. Beberapa perusahaan sudah menjadi mitra kerja Iksan Colly Model Agency, di antaranya Honda, Toyota, dan beberapa event organizer (EO) seperti Dyandra Promosindo, Dimensi, Debindo, dan Ergas Entertainment. Selain itu, ada juga pesanan dari klub-klub fotografer Makassar yang melaksanakan event photo session.
Bagi Iksan, banyaknya permintaan terhadap jasa model di Makassar merupakan potensi bagi berkembangnya bisnis agency model. Pasalnya, kebutuhan model profesional seperti tak ada habisnya, baik sebagai ikon produk maupun brand ambassador. Apalagi, dunia fotografi di Makassar sedang berkembang pesat sehingga fungsi model sebagai objek semakin dibutuhkan.

Asah Bakat Modeling Sejak Dini

Terjun di dunia modeling school bukan merupakan kesengajaan bagi Edy Syahrir.  Untuk mengisi waklu luang, alumni pasca sarjana jurusan Teknik Planologi ini bersama sahabatnya, Elva, membuat kegiatan kompetisi modeling. Sebelumnya, mereka memang selalu bersama mengikuti beberapa kontes modeling, baik skala lokal maupun nasional.
Awal merintis usaha modeling, Edy dan Elva masih dibantu mitra, namun pada akhirnya mereka sepakat mendirikan event organizer yang diberi nama “E-Quadrat Project”. “Bukan hanya menjadi penyelenggara event lomba model, kami juga melayani jasa pembuatan kostum lomba dan show, penyediaan sales promotion girl (SPG), sales promotion boy (SPB), dan akan terus diperluas seiring banyaknya permintaan lain,” beber Edy.   
Banyak event lomba sudah dilaksanakan pihaknya, salah satunya berhasil membawa nama model-model asal Makassar dikenal hingga sohor di Ibu Kota Jakarta. Beberapa nama yang memiliki prestasi gemilang, antara lain Fildzah Hidayatil Baqi (10 besar Miss Indonesia 2013 audisi nasional), Dwi Sartika (Miss Celebrity SCTV 2014), Sofia Shireen (Little Miss Indonesia 2014), Ali Fikri (bintang film “Ada Surga di Rumahmu”), Aisyah dan Farida Jasmine (bintang film Biskuat “1.000 Balon”), dan lain-lain.
Tak berhenti di situ, E-Quadrat Project lalu berkembang menjadi sanggar modeling, yang bertugas membina model-model lokal berbakat, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Metode pengajaran yang diberikan, sebut Edy, adalah live class. “Bukan hanya teori, pengajaran diberikan langsung di atas panggung yang sudah dilengkapi sound system. Sehingga, setiap teori yang diberikan langsung diperagakan di atas panggung,” imbuhnya.
Menjalankan bisnis modeling school dan agency model, diakui Edy, susah-susah gampang. Grafik perkembangannya naik turun, ada kalanya mendapat untung besar, tetapi kadang-kadang tidak mendapat keuntungan apa-apa, bahkan sampai merugi. Namun baginya, bersama timnya yang solid, yang penting bisa berkarya dan menyalurkan bakat anak-anak di bidang modeling. Pasalnya, menjalankan bisnis agency model memerlukan kesabaran.