02 January 2015

Wisata Alam Rammang-Rammang

Wisata Alam Rammang-Rammang
Dari Pegunungan Karst hingga Telaga Bidadari

BLOGKATAHATIKU/ISTIMEWA
BLOGKATAHATIKU - Wisata Alam Rammang-Rammang terletak di Gugusan Pegunungan Karst (Kapur) Maros-Pangkep, dan masih dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, tepatnya berada di Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Dusun ini berjarak sekitar 40 kilometer arah utara Kota Makassar, dan kurang lebih 10 kilometer arah utara Ibu Kota Kabupaten Maros. Untuk menuju ke lokasi tersebut, mampu ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan bermotor ataupun mobil. Jarak tempuh kurang lebih dua jam perjalanan dari Kota Makassar, dan sekitar 15 menit perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Maros.  Wisata Alam ini merupakan objek wisata alam dan sangat mudah dijangkau karena hanya beberapa meter dari jalan raya lintas provinsi.
Wisata alam tersebut pun menawarkan berbagai keindahan alam yakni Taman Hutan Batu Karts, Telaga Bidadari, Gua Bulu Barakka, Gua Telapak Tangan, Sungai Pute, Kampung Berua, serta masih banyak lainnya belum terekspose.

Taman Hutan Batu Karts Terluas di Dunia

Keindahan alam tanah Sulsel tak terelakkan lagi. Hal tersebut pun terbukti dengan hadirnya wisata alam Taman Batu Karts (kapur) yangmenawarkan sejuta keindahan untuk para pengunjungnya. Sebagaimana diketahui, gugusan pegunungan Karst (kapur) Maros-Pangkep adalah gugusan pegunungan kapur yang terluas dan terbesar kedua di dunia setelah pegunungan kapur yang ada di Tiongkok.
Bahkan ada pula yang mengatakan kalau pegunungan kapur yang terluas dan terbesar pertama di dunia untuk saat ini adalah gugusan Karst Maros-Pangkep, lantaran pegunungan kapur Tiongkok  sudah banyak berkurang akibat eksploitasi dan aktivitas penambangan.
Wisata alam tersebut sangat cocok untuk semua kalangan wisata, baik wisata keluarga maupun backpacker lainnya. Keindahan alam yang ditawarkan pun sangat memukau, di mana pelancong dapat menyaksikan ribuan bebatuan karts (kapur)berwarna hitam dan abu-abu dengan berbagai bentuk dan ukuran, yang dilengkapi hamparan sawah penduduk. Tak hanya itu, pelancong dapat menyaksikan aliran Sungai Pute, yang ditumbuhi pepohonan hutan dan pohon lontar di sekitarnya, yang akan menambah eksotisme taman hutan batu ini.

 Sungai Pute dan Kampung Berua

Untuk menuju ke lokasi ini, bisa ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan bermotor. Waktu yang ditempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari Kota Makassar, dan sekitar 15 menit perjalanan dari Kabupaten Maros.
Objek wisata ini pun menawarkan berbagai keindahan alam, salah satunya adalah Sungai Pute dan Kampung Berua. Wisata alam ini pun mampu dijangaku dengan mudah.Berangkat dari dermaga Rammang-Rammang dengan menumpang kapal bermotor, yang oleh penduduk setempat biasa disebut dengan istilah Katinting (satu katinting mampu memuat delapan orang), dengan hanya membayar Rp 200 ribu Selama perjalanan, Anda akan disuguhkan sebuah pemandangan indah lainnya.
Di sepanjang pinggiran sungai, tumbuh hutan pohon nipah yang dihiasi gugusan taman hutan batu kapur Rammang-Rammang, serta gugusan pegunungan kapur yang berdiri tegak di pinggir sungai. Pada beberapa lokasi, kita akan menemukan bebatuan yang berada di tengah sungai yang akan dilintasi perahu.
Tak jarang pula kita bisa melihat burung belibis dan burung endemik lainnya yang sedang asyik beristirahat di atas bebatuan kapur di pinggir sungai. Sedikit masuk ke dalam terletak semacam gua kapur di jalur aliran sungai, lalu kemudian perahu akan melintas ke dalam gua tersebut sampai menembus ujung gua.
Semakin jauh ke dalam aliran sungai akan semakin menyempit dan berkelok-kelok, kemudian kita akan menemukan dua bukit kapur yang mengapit sungai ini, di mana perahu akan melintas di tengah kedua bukit kapur yang mengapit sungai tadi. Setelah itu, perahu akan bersandar di dermaga kecil bernama “Kampung Berua”.
Sesaat setelah perahu bersandar, kita dipersilakan turun untuk sekadar melihat-lihat pemandangan di sebuah kampung nan asri yang bernama Kampung Berua. Kampung ini terletak di tengah gugusan pegunungan kapur beserta hutan tropisnya, yang dihiasi hamparan sawah dan tambak ikan milik penduduk setempat. Kampung ini sendiri hanya terdiri dari beberapa rumah, dan hanya bisa diakses melalui jalur sungai dengan menumpang perahu sampan atau Katinting.
Berada di perkampungan ini, rasanya seperti berada di sebuah bagian dunia yang hilang. Total jarak perjalanan menyusuri Sungai Pute ini pulang pergi dari Dermaga Rammang-Rammang ke Dermaga Kampung Berua, lalu kembali lagi ke Dermaga Rammang-Rammang yaitu sekitar tiga kilometer. Selama perjalanan kita akan selalu bertemu dengan penduduk setempat yang sedang mencari ikan atau yang hanya sekadar mengendarai perahu sampannya, dan dengan ramah menegur sapa dengan senyuman hangatnya. Sungai Pute dan Kampung Berua sendiri berasal dari bahasa Makassar, yakni Pute yang berarti putih dan Berua yang berarti baru.
Selama dalam perjalanan, tak jarang kita akan menemui satwa endemik setempat seperti burung, ayam hutan, dan kera tak berekor, bahkan ular. Satu hal yang mesti diingat, jangan pernah mengganggu apalagi sampai melempari kera tersebut, meskipun kera itu cuma seekor, karena kera itu akan membalas perlakuan kita dengan memanggil teman keranya yang lain dan berbalik menyerang.
 Pada sore hari menjelang magrib, kita akan menemukan ribuan kelelawar kecil yang keluar dari balik gunung untuk mencari makan, mereka terbang bersamaan dengan membentuk berbagai macam formasi dan cukup menimbulkan suara bising. Lalu sekelompok kecil burung elang pun akan beterbangan dan siap memangsa kawanan kelelawar tadi.

Situs Prasejarah

Gua Telapak Tangan masih merupakan bagian dari wisata alam Rammang-Rammang. Untuk mencapai gua ini, kita harus berjalan kaki sekitar dua kilometer melewati pematang sawah sebagai jalan setapaknya. Di sepanjang perjalanan samping kiri-kanan adalah gunung kapur yang menjulang tinggi.
Gua ini merupakan salah satu situs prasejarah. Pasalnya, di dalam gua ini terdapat  jejak telapak tangan manusia purba dan gambar hasil karya manusia purba.Yang lebih menarik dari objek wisata ini, karena di dalam gua terdapat semacam telaga atau danau yang cukup luas. Tidak jarang danau atau telaga ini digunakan sebagai sumber mata air tawar oleh penduduk setempat.
Untuk mencapai mulut gua, kita mesti mendaki gunung kapur setinggi 20 meter. Sedangkan untuk mencapai telaga di dalam gua, kita mesti melewati jalur yang licin dan terjal. Tidak hanya itu, terkadang kita akan menemukan serangga seperti laba-laba dan jangkrik yang tinggal di dalam Gua Telapak Tangan yang gelap ini. Diperlukan alat penerangan untuk mencapai telaga di dalam gua ini.

Telaga Bidadari

Telaga Bidadari merupakan rangkaian keindahan wisata alam Rammang-Rammang yang ditawarkan.Terletak di tengah-tengah bukit kapur, di mana bukit kapur ini sendiri mempunyai lubang besar tepat di tengahnya, yang menjadi tempat berkumpulnya air sehingga membentuk sebuah telaga.
Air di telaga ini berasal dari celah bebatuan kapur. Telaga Bidadari cuma bisa dicapai dengan berjalan kaki, dengan melewati jalan setapak berupa pecahan-pecahan batu kapur di sepanjang jalan. Objek wisata ini cukup menantang dan berbahaya karena kita mesti mendaki gunung kapur dan melewati cukup banyak jalan setapak yang berada di pinggir jurang. Telaga ini adalah sumber mata air tawar bagi penduduk di sekitar wilayah tersebut.
Konon, dulu tempat tersebut diyakini merupakan tempat mandi para bidadari sehingga masyarakat setempat pun menyebut telaga ini sebagai Telaga Bidadari. Uniknya, air telaga ini akan surut pada musim hujan, dan air akan tinggi pada musim kering. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai telaga ini.

*** 

Tips berkunjung ke Rammang-Rammang:

-       Berkunjunglah di pagi atau di sore hari, atau jika Anda punya waktu bisa menginap di Dusun Berua. Selain Dusun Berua, Anda juga bisa mengunjungi Telaga Bidadari dan Gua Telapak Tangan.
-       Ajak teman minimal lima orang agar bisa share cost untuk perahu.
-       Untuk mencapai Rammang-Rammang, naik angkot atau petepete jurusan Pangkep, kemudian turun di pertigaan jalan masuk Semen Bosowa. Jarak dari pertigaan sampai dermaga sekitar 1,5 km. Jika tidak mau jalan kaki, Anda bisa naik ojek.
-       Dermaga Rammang-Rammang berada disisi kiri jembatan pertama dari jalur masuk Semen Bosowa. Jika Anda ingin berkunjung ke Telaga Bidadari dan Gua Telapak Tangan, Anda bisa memilih jalur samping Kantor PLN yang jaraknya sekitar tiga kilometer. Untuk lebih jelas, silakan bertanya kepada penduduk sekitar daerah ini.

Estimasi Pengeluaran:

-       Sewa Perahu Jolloro (Katinting) dengan nama dengan nomor kontak 085396356325). Tarif pulang pergi Rp 150 ribu.

-       Ongkos Sewa Landang-landang (tempat istirahat yang terbuat dari bambu di Kampung Berua) Rp 30 ribu.