03 February 2015

Sanrobengi Takalar

Sanrobengi Takalar
Pulau Mini dengan Wisata Pantai yang Menawan

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sanrobengi merupakan sebuah pulau kecil berpasir putih dengan luas 800 meter perseg, terletak di Desa Boddiya, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulsel. Jarak “pulau mini” ini termasuk strategis karena tak jauh dari pusat Kota Makassar, di mana dapat ditempuh hanya 60 menit dengan berkendara mobil.
Sementara, jarak tempuh Pelabuhan Boddiya ke Pulau Sanrobengi hanya memakan waktu 20 menit dengan berperahu tradisional yang biasa disebut Jolloro atau Katinting, dengan biaya pulang-pergi (PP) Rp 20 ribu.
Keindahan alam yang disuguhkan mampu menghipnotis wisatawan, di antaranya hamparan pasir putih, alam bawah laut yang jernih dan indah, serta fasilitas outbound yang memadai. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan liburan, baik di darat maupun bawah laut pulau tersebut karena juga dilengkapi fasilitas seperti snorkeling, diving, dan outbound (flying fox, jembatan gantung, ayunan ban, dan gazebo).
Selain itu, wisatawan pun dapat menyaksikan berbagai bangunan unik seperti sumur tua masih berdiri kokoh meski dipenuhi ilalang yang menjalar serta terkesan “angker”. Tak jauh dari bangunan tersebut, wisatawan juga dapat menemui kompleks makam tua.
Tidak hanya itu, beberapa fasilitas wisata pun telah tersedia menyambut kedatangan wisatawan. Salah satunya, Sanggar Nelayan yang menyediakan beberapa bangunan baru termasuk gazebo, panggung kesenian yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat ataupun mengekspresikan jiwa seninya. Selain itu, salah satu pulau terkecil di Sulsel ini juga dilengkapi wahana permainan anak yang dapat menambah suasana ceria dan nyaman saat berlibur.

Festival Bahari Pulau Sanrobengi

Sebagai upaya mendorong pengembangan wisata bahari di Kabupaten Takalar, pemerintah kabupaten (Pemkab) Takalar menggelar Festival Bahari perdana di Pulau Sanrobengi, Jumat-Minggu,10-12 Oktober 2014. Kegiatan sendiri akan menjadi agenda tahunan bagi Pemkab Takalar setiap Oktober.
Di awal kegiatan, pihak pelakana menyajikan tari-tarian adat pesisir dengan memberdayakan siswa SMA yanga ada di Takalar. Acara juga dimeriahkan berbagai perlombaan seperti renang, layang-layang, memancing, drum band, fotografer, dan lainnya dengan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat pesisir sangat apresiatif, hal ini dibuktikan dengan terlibatnya 5.200 warga Takalar mengikuti lomba makan massal rumput laut jenis Lawi-lawi rasa anggur.
Pada kegiatan tersebut, Pemkab Takalar mendapatkan penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI). “Makan massal rumput laut (lawi-lawi) ini merupakan kegiatan yang pertama di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak,” ungkap Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin saat ditemui di sela acara.
Menurutnya, Festival Pulau Sanrobengi bisa terwujud berkat sinergi masyarakat pesisir untuk mengagendakan ritual budaya secara terpadu. “Semoga dengan digelarnya kegiatan festival perdana ini, mampu mendongkrak destinasi wisata di Takalar, khususnya Pulau Sanrobengi,” harap Burhanuddin.