16 February 2015

Joyland Family Fun Center

Joyland Family Fun Center
Usung Edukasi, Tak Sekadar Orientasi Bisnis

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Siang menyengat terik saat beberapa anak terlihat ceria bermain di daerah berkembang, Daya, Makassar. Orang tua mereka tampak menikmati dari jauh, namun beberapa ikut bermain. Tanpa rasa khawatir, mereka membiarkan anak-anak memilih berbagai permainan di Joyland Family Fun Center, Daya Festival (Dafest), Jalan Parumpa Daya, Makassar, Selasa (2/12/2014).
Itulah suasana yang terlihat di Joyland Dafest setiap hari, tepatnya tiga bulan terakhir sejak berdiri pada September 2014. Wahana permainan modern yang ditawarkan pengelola, merupakan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat sekitar Daya, tentu saja di antara minimnya permainan edukatif yang ada. Dengan puluhan varian permainan yang disuguhkan, Joyland Dafest menjadi satu-satunya wahana entertainment yang menghibur, sekaligus mendidik anak-anak, bahkan remaja yang bermain.
Hal senada diungkapkan Kepala Lokal Joyland Family Fun Center, Yacob Yanri, saat ditemui di Joyland Dafest. Dijelaskan, kehadiran Joyland di suatu daerah tidak sekadar mencari laba atau berorientasi bisnis, tetapi mengusung edukasi. “Setiap membuka wahana permainan di manapun, kami selalu mengutamakan sisi edukasinya,” terangnya.
Sisi edukasi yang dimaksud pria kelahiran Makassar, 28 Januari 1980 ini, tak lepas dari bagaimana manajemen Joyland menyuguhkan permainan yang berkualitas, aman, serta mengajak anak-anak untuk kreatif lewat mesin permainan yang inovatif. “Itu penting bagi kami lantaran selama ini permainan yang ada kurang memperhatikan hal tersebut. Sehingga, bagi kami, keuntungan bukan prioritas utama, tetapi bagaimana dapat menyuguhkan pusat permainan keluarga yang edukatif,” bebernya.
Dari segi keamanan, Yacob menyebut, pihaknya menjamin mesin-mesin permainan yang ada di Joyland aman dimainkan anak-anak secara umum. “Selain rutin me-maintenance mesin permainan, kami juga sigap menyediakan karyawan yang siap membantu anak-anak saat bermain. Jadi, rata-rata setiap area bermain, pasti ada karyawan kami yang turut mengawasi,” imbuh ayah Gabriel Valent Tangdibali.
Joyland sendiri sudah berkembang cukup pesat. Berkantor pusat di Jakarta, kini Joyland hampir hadir di semua provinsi, bahkan kabupaten di Tanah Air. “Di Makassar, Joyland Dafest merupakan cabang kedua, setelah sebelumnya buka di MTC Karebosi dengan nama Game Zone. Kami juga hadir di kabupaten-kabupaten Sulsel, antara lain  Bone, Sengkang, Palopo, dan Sinjai,” jelas penyuka musik ini.
Terkait omset yang dapat diraup pihaknya, Yacob enggan menyebut, akan tetapi ia mengatakan besaran penghasilan tergantung hari. “Rata-rata satu anak menghabiskan Rp 10 ribu. Jika hari biasa, Senin-Jumat, untuk sementara anak-anak yang bermain ada sekitar 40 orang, namun untuk weekend Sabtu-Minggu, biasanya melonjak menjadi 80-100 anak,” urainya.
Adapun mesin permainan yang disediakan Joyland Dafest, di antaranya Magic Mushroom, Helicopter, Time Crisis, Cyclone, Battle Gear, DDR Max 6 th dan DDR Solo, Dino Time, Slam and Winner, serta masih banyak lagi permainan lainnya. Sedangkan untuk jam operasi, pusat permainan keluarga bonafide ini buka setiap hari pukul 10.00-22.00 Wita.
Yacob berharap, hadirnya Joyland di Makassar dapat mengubah stigma masyarakat pada umumnya yang mengatakan bermain di family fun center merupakan pemborosan. “Kami ingin mengubah stigma itu, karena apa yang kami tawarkan sangat berbeda dibanding pusat permainan keluarga lainnya. Di sini, konsep edukasi kami lebih menonjol, sehingga bermain dan belajar (kreatif) merupakan satu kesatuan. Ke depannya, kami ingin menjadikan Joyland sebagai ikon pusat permainan keluarga terbesar di Makassar, bahkan di kawasan timur Indonesia (KTI),” harapnya.