30 March 2015

Taman Laut Bunaken

Taman Laut Bunaken
Keindahan Wisata Favorit Dunia

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Keindahan pemandangan bawah laut Taman Laut Bunaken sudah populer ke seantero jagat. Ada 150 spesies dari 58 jenis ikan dan terumbu karang dapat dinikmati pecinta wisata pantai.
Jika berkunjung ke Sulawesi Utara, jangan sampai tidak menyempatkan diri ke Taman Laut Bunaken. Untuk menuju ke sana, dapat melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan juga dari Marina Blue Banter. Jika memilih berangkat dari Pelabuhan Manado, bisa menggunakan perahu motor dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.
Apabila tidak mau direpotkan hal-hal kecil yang kadang menganggu kegiatan berwisata, dapat menghubungi travel agent. Rata-rata, travel agent sudah memiliki paket wisata murah ke Bunaken. Itu karena tempat wisata tersebut sudah sangat dikenal hingga mancanegara, dan masuk dalam alternatif pilihan selain Bali. 
Sejak dulu, Bunaken sudah menjadi tempat wisata favorit penyelam dan penikmat wisata pantai. Akan tetapi, setelah semakin populer lantaran Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana pernah melangsungkan perayaan bulan madu di Bunaken, maka keindahan wisata taman laut tersebut semakin mendunia.
Pada 2005 lalu, UNESCO menetapkan Taman Laut Bunaken sebagai salah satu situs warisan dunia. Untuk dapat masuk ke kawasan wisata Taman Laut Bunaken, harus memiliki harga tanda masuk (HTM) atau tiket yang dapat diperoleh di Kota Manado, atau juga langsung di Taman Nasional Bunaken. Harga tiket masuk wisata Bunaken Rp 2 ribu per orang per hari untuk wisatawan dalam negeri. Sementara, bagi wisatawan asing, harga tiket Rp 50 ribu per orang per hari. Tarif tersebut berlaku, baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun tidak.
Taman Laut Nasional Bunaken mempunyai area seluas 75.265 hektare. Terdapat lima pulau yang termasuk dalam taman nasional, yaitu Pulau Naen, Bunaken, Manado Tua, Siladen, dan Mantehage, beserta anak pulau yang ada di sekelilingnya.
Secara geografis, Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas”. Wilayah Segi Tiga Emas adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia. Karena kekayaan alamnya, organisasi nasional dan internasional nonpemerintah bekerja sama menjalankan konservasi terumbu karang dan mangrove. Karena keinginan pemerintah kota (Pemkot) Manado menjadikan Bunaken sebagai objek wisata bahari dan edukasi, pada 1991 Menteri Kelautan meresmikannya sebagai taman laut.

Alam Bawah Laut

Alam bawah laut Bunaken memang menjadi surga tersendiri bagi penggemar kegiatan menyelam, snorkeling, dan fotografi air. Dengan 40 titik selam, tentu akan membuat betah berlama-lama menyelam. Jika tak bisa berenang, tetap bisa menikmati keindahan tempat wisata bawah air, dengan menggunakan kapal selam yang telah didesain khusus. Dinding kapal berupa kaca transparan, sehingga bisa melihat dengan jelas pemandangan bawah laut yang luar biasa.
Pemandangan bawah laut Bunaken menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Ada 150 spesies dari 58 jenis ikan dan terumbu karang di kawasan tersebut. Spesies ikan yang umum dijumpai adalah wrase, dansel, trigger, sweetlip, unicorn, dan sebagainya. Karakter unik Taman Laut Bunaken adalah kedalaman lautnya yang mencapai hingga seribu meter.
Pada bagian dalam laut, dapat disaksikan berbagai jenis ikan besar, seperti ikan tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cakalang, barakuda, lumba-lumba, hingga paus. Jika beruntung, dapat melihat spesies ikan yang tergolong langka dan hampir punah, seperti dugong, kura-kura, dan ikan raja laut (coelacanth).
Karakteristik alam bawah laut di Bunaken adalah adanya Underwater Great Walls, atau disebut juga hanging walls. Dinding-dinding karang raksasa tersebut berdiri vertikal dan melengkung ke atas setinggi 25-50 meter. Dinding karang ini adalah sumber makanan bagi ikan-ikan di kawasan Teluk Manado.
Kerusakan yang terjadi di Taman Nasional Bunaken relatif lebih rendah dibandingkan taman laut lain yang ada di Indonesia. Ini nilai tambah bagi Bunaken sebagai salah satu tempat wisata pantai. Pesona alam bawah lautnya banyak diminati wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga setelah berkunjung mereka biasanya datang kembali untuk menikmati keindahannya. 
Bunaken memiliki keragaman kehidupan bawah laut yang sangat beragam. Itu lantaran daerah taman laut ini terletak di segitiga terumbu karang dunia, yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon. Di sini, pengunjung bisa melihat 70 persen jenis ikan dunia, belum termasuk ikan-ikan yang ada di laut bagian dalam.
Ada banyak tempat penyewaan alat snorkeling dan diving di Bunaken. Harganya mulai Rp 150 ribu per orang per hari. Rata-rata, harga penyewaan alat, sudah fixed dan berlaku sama di berbagai tempat penyewaan di Bunaken. Penyelam juga sudah mendapatkan peralaan snorkeling, seperti masker, sepatu katak, dan wetsuit.
Untuk merekam foto-foto di bawah laut, pengunjung dapat membayar Rp 350 ribu. Untuk mendapatkan pemandu snorkel, dikenai biaya yang sama besarnya biaya sewa peralatan snorkeling. Jika belum pernah atau belum terbiasa menyelam (diving), pemandu siap mengajari teknik-teknik menyelam.
Sebenarnya, hanya dengan berjalan kaki mengelilingi pantai di Bunaken, sudah menjadi pengalaman yang sangat menarik. Pasalnya, tempat wisata di Manado tersebut memang memiliki panorama pantai yang indah.
Air lautnya yang kehijauan, panorama alam sekitar laut Bunaken akan meninggalkan kesan yang kuat. Apabila lelah, di sekitar pantai banyak pedagang yang menjajakan aneka makanan khas Manado, termasuk kelapa. Beberapa akomodasi hotel di kawasan Bunaken pun sudah tersedia dengan berbagai pilihan.