31 March 2015

Sungai Ule

Sungai Ule
Eksotisme “Celebes Canyon” di Barru

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Keindahan alam Tanah Air, memang tidak kalah menariknya dibandingkan negara lain. Jika di Amerika Serikat (AS) ada Grand Canyon atau “Ngarai Besar”, yakni sebuah ngarai dengan tebing terjal di Sungai Colorada, Arizona utara, yang masuk sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, maka di Indonesia ada “Celebes Canyon”, Sungai Ule, Kabupaten Barru, Sulsel.
Titik koordinat Sungai Ule terletak di Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja. Adapun jarak destinasi yang dikelilingi tebing-tebing karst putih dan coklat ini dari Makassar, berkisar 100 kilometer. Untuk mencapai lokasi, traveler harus berjalan kaki menelusuri pematang sawah sekitar 10 menit dari Desa Libureng.
Meskipun menyimpan eksotisme keindahan tersendiri, sayangnya keberadaan destinasi wisata sungai ini belum banyak diketahui wisatawan. Namun lepas dari itu, menariknya, di sela perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhkan hamparan sawah yang hijau. Juga keramahan penduduk sekitar yang menambah daya tarik destinasi wisata ini.
Selain itu, berbagai keindahan alam pun ditawarkan destinasi tersebut, di antaranya tebing maupun bebatuan yang menjulang tinggi, disertai aliran air sungai yang jernih dan segar di sela-sela bebatuan tersebut.
Tidak hanya itu, di lokasi ini traveler dapat melakukan berbagai aktivitas alam, seperti river tubing dengan menggunakan ban dalam mobil atau pelampung, flying fox, rock climbing, serta fun camp yang tentunya akan menambah serunya petualangan.
Tidak jauh dari Sungai Ule, terdapat air terjun yang menambah keindahan lanskap alam ini. Namun, untuk ke lokasi tersebut, wisatawan sebaiknya memantau kondisi cuaca serta menyiapkan perlengakapan avonturir seperti tali, tenda, dan lainnya.
Di sela petualangan, tim Jelajah Bisnis Sulawesi bertemu beberapa wisatawan domestik. Salah seorang traveler dari Jakarta, Wijaksono Pramulia, mengaku jika destinasi Sungai Ule patut dijelajahi. Pasalnya, keindahan eksotik bakal banyak ditemui pengunjung di lokasi ini.
 “Saya bersama 10 rekan lainnya, datang khusus untuk menjelajahi Sungai Ule ini. Selain berpetualang, kami pun melakukan penelitian,” imbuhnya, tanpa menyebut detail penelitian yang dilakukan bersama rombongannya.
Wijaksono menambahkan, jika pengunjung bertandang ke Barru tanpa mengunjungi Sungai Ule, maka rasanya sangat rugi. Hal senada diungkapkan traveler lokal, Aris. Menurutnya, ia kerap menyambangi destinasi ini bersama pegiat lingkungan hidup lainnya pada saat kondisi cuaca mendukung.
Koordinator publikasi dan dokumentasi Max Media Entertainment ini menambahkan, kedatangannya ke Sungai Ule untuk pembuatan film pendek. Selain itu, juga untuk hunting foto panorama alam bersama komunitas fotografi lainnya. “Tentu saja karena suguhan alam di daerah ini sangat memikat,” tandasnya.