07 March 2015

Pekuburan Batu Lemo di Tana Toraja

Pekuburan Batu Lemo
Menyambangi Keunikan Kuburan Tua di Tana Toraja

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Eksotisme keindahan budaya Nusantara jelas memancar dari dinding kelam yang berdiri kokoh saat wisatawan melabuhkan mata mereka di Kelurahan Lemo, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel. Ditampilkan dengan luar biasa, pekuburan yang melekat pada dinding tebing bukit nan menjulang tinggi tersebut, dipahat dengan kesabaran penuh selama berbulan-bulan, menghadirkan nuansa yang menakjubkan.
Di sini, wisatawan dapat merasakan langsung “aura kematian” yang dibingkai adat budaya seharmonis alam. Lemo diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16, dan awalnya menjadi makam kepala-kepala suku Toraja. Tentunya, tidak perlu dipertanyakan lagi kewajiban menyambangi tempat ini.
Untuk menyambangi lokasi wisata ini, wisatawan maupun traveler hanya perlu melakukakan perjalanan darat sekitar delapan jam dari Makassar ke Makale. Setelah tiba di Makale, mereka dapat menempuh perjalanan singkat sekitar 30 menit karena jarak Kota Makale dengan Lemo hanya sekitar tujuh kilometer.
Makna kata Lemo sendiri dalam bahasa daerah Toraja berarti “jeruk”. Kata tersebut didefinisikan karena jeruk memiliki bentuk bulat, persis bentuk bukit batu yang menjadi pekuburan masif di sana. Jelasnya, kuburan batu Lemo merupakan kuburan batu yang dibuat di bukit batu yang menyerupai jeruk (bulat).
Selain itu, pada destinasi ini terdapat sekitar 75 lubang kuburan batu dengan ukuran tiga kali empat meter, di mana setiap liang kuburan batu merupakan serumpun keluarga yang berisikan empat hingga 10 mayat.
Keindahan destinasi wisata ini pun diakui salah seorang traveler asal Makassar, Amoy. Dijelaskan, kuburan batu Lemo sangat mempesona lantaran unik dengan puluhan kuburan batu yang terpampang di tebing bukit batu.
“Kuburan batu Lemo ini patut dikunjungi, karena selain kuburan batunya, keindahan hamparan sawahnya dan pemandangan pegunungan yang menjulang tinggi sangat mempesona. Semua ini melengakapi keindahan destinasi di Tana Toraja,” jelas wanita yang baru pertama kali ke Lemo ini.
Menariknya, sebut Amoy, tak hanya menyuguhkan keindahan lanskap alam, objek wisata ini juga disemarakkan dengan hadirnya puluhan pedagang suvenir khas Tana Toraja. “Sehingga kami mudah mendapatkan oleh-oleh untuk kerabat,” terangnya.
Menurutnya, harga suvenir di Lemo sangat terjangkau, mulai Rp 10 ribu hingga ratusan ribu. “Harga suvenir di sini lebih murah dibandingkan pedagang suvenir lainnya yang tersebar di Tana Toraja,” akunya.
Tidak hanya itu, Amoy mengungkapkan kelestarian destinasi wisata tersebut juga terjaga. Hal ini dibuktikan dengan terpajangnya papan imbauan pemerintah setempat di setiap ruas lokasi kuburan batu Lemo. “Harga tiket untuk dapat menikamati pekuburan batu Lemo cukup ekonomis, hanya merogoh kocek kantong Rp 10 ribu,” bebernya.
Pada kesempatan ini,  tim Jelajah Sulawesi bersama puluhan traveler dari Makassar dan Jakarta, turut menyambangi keindahan serta keunikan kuburan batu Lemo yang eksotis.
Owner PT Zamrud Khatulistiwa, Nurrul Cholista, saat ditemui belum lama ini, mengatakan, Lemo, yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Tana Toraja, sangat memikat hatinya.
“Objek wisata Lemo, khususnya pekuburan batu, juga merupakan salah satu destinasi menarik di Sulsel. “Setiap berkunjung ke Tana Toraja untuk urusan bisnis dengan pemerintah setempat, saya tidak pernah melewatkan destinasi ini,” ungkapnya.
 Alasannya, selain keindahan dan keunikan kuburan batunya, barang-barang suvenir yang dijual di daerah ini sangat murah ketimbang toko-toko lain di sekitar objek wisata. “Untuk membeli oleh-oleh untuk kerabat di Jakarta, saya pasti belanja di sini,” tutur wanita yang hobi traveling ini.