02 March 2015

Celebes Travel Mart Dongkrak Potensi Wisata di Sulsel

Celebes Travel Mart
Dongkrak Potensi Wisata di Sulsel

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Peningkatan pembangunan Sulsel tak lepas dari pertumbuhan industri pariwisata. Indikator tersebut juga dapat dilihat dari maraknya pertumbuhan bisnis perhotelan dan maskapai penerbangan di kawasan timur Indonesia, khususnya Makassar.
Berangkat dari hal tersebut, maka Asosiasi Pengusaha Tour dan Travel (Asita) Sulsel menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, menggagas event Celebes Travel Mart (CTM) untuk pertama kali di Sulsel. Acara yang dihelat di Celebes Convention Centre (CCC), Jalan HM Daeng Patompo, Makassar, 14-16 November 2014, merupakan wadah untuk mensosialisasikan Sulsel sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia.
“Alhamdulillah, kegiatan diapresiasi berbagai pihak, khususnya pelaku industri wisata. Ini dibuktikan dari keterlibatan 70 buyer internasional dan domestik dari 15 negara, serta 10 provinsi Indonesia melalui sistem business to business (B2B) atau table top session,” ungkap Ketua Asita Sulsel, Didi Manaba, saat ditemui di Hotel Grand Palace, Sabtu (6/11/2014).
Sementara itu, Ketua PHRI, Anggiat Sinaga, menambahkan, pameran menampilkan 100 peserta dari pelaku usaha pariwisata, baik hotel, travel agent, airlines, maupun sektor pendukung pariwisata lainnya. “Kegiatan memberi kesempatan pelaku usaha pariwisata mempromosikan dan menjual paket perjalanan (tour), voucher hotel (paket penginapan), serta tiket pesawat baik dalam hingga luar negeri dengan harga yang cukup terjangkau (promo) menjelang musim libur akhir tahun,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kadisbudpar Sulsel, sekaligus ketua pelaksana CTM, Jufri Rahman. Dikatakan, potensi wisata yang dimiliki Sulsel tak kalah menariknya dengan daerah lain Indonesia, bahkan Asia. Dengan destinasi wisata yang menarik tersebut, ia berharap mampu membuka peluang bagi masuknya wisatawan ke Sulsel.
“Melalui kegiatan ini, Sulsel harus bisa mensejajarkan diri dengan provinsi lain yang memiliki agenda bursa pariwisata internasional seperti halnya Jawa Barat (Travel Exchange), Jawa Timur (Majapahit Travel Mart), Jawa Tengah (Borobudur Travel Mart), dan Bali (Beyond Travel Fair),” tuturnya.
Pihaknya berharap, kegiatan seperti ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha wisata untuk memediasi antara buyer dan seller, sehingga silaturahmi dan interaksi bisnis terkait pariwisata bisa terus terjalin. Dengan demikian, hal tersebut nantinya mampu mendongkrak potensi wisata di Sulsel.