10 February 2015

Pulau Samalona

Pulau Samalona
Destinasi Wisata Bahari yang Memukau

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sulsel memang terkenal kaya akan destinasi wisata baharinya, salah satunya adalah Pulau Samalona. Jarak wisata ini pun tergolong strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota Makassar, hanya berkisar tujuh kilometer.
Untuk menuju pulau tersebut, wisatawan dapat menyeberang dengan berperahu dari dermaga kayu Bangkoa dan Benteng. Tarif transportasi cukup terjangkau, mulai Rp 300 ribu-Rp 750 ribu untuk satu perahu nelayan, tergantung jumlah rombongan. Selain perahu nelayan, wisatawan juga dapat menyewa perahu dari dive club, di mana harga sewanya juga tergolong murah. Apalagi, dengan menyewa perahu dari dive club, wisatawan khususnya pecinta selam, bisa mendapat informasi akurat terkait dive spot hingga fishing spot.
Setibanya di Pulau Samalona, wisatawan akan disambut hamparan pasir putih yang memenuhi setiap ruas pulau. Keindahan tampak lebih sempurna lantaran bibir pantai dihiasi perairan jernih dan surga alam bawah laut yang memukau.
Selain keindahan lanskap alam, dengan menyelam pengunjung dapat menyaksikan bukti peninggalan bersejarah seperti bekas kapal perang penjajah yang karam di kedalaman 30 meter bawah laut. Kapal peninggalan perang dunia kedua tersebut sudah dijadikan habitat berbagai hewan laut.
Pulau ini juga menawarkan berbagai fasiitas seperti penginapan yang dikelola penduduk setempat, dengan harga sewa Rp 200 ribu per malam. Selain itu, ada juga balai-balai sederhana untuk istirahat yang disewakan Rp 30 ribu.
Destinasi wisata bahari ini merupakan pulau berpenghuni, sehingga kondisi pulau tergolong asri dengan pepohonannya yang rindang dan sejuk bagi wisatawan yang berkunjung.

Luncurkan Logo dan Jingle
Pemkot Makassar Sosialisasi Makassar Kota Dunia

Logo merupakan identitas suatu kota, sehingga inilah yang dijadikan dasar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menggelar peluncuran logo dan jingle “I Love Makassar City”. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, dalam sambutannya di Pelataran Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Ratulangi, Makassar, Senin (3/11/2014).
Menurut Danny, sapaan akrab Ramdhan, makna logo dan jinggle I love Makassar City tak terlepas dari ciri khas peradaban masyarakat Makassar itu sendiri. “Hal ini dibuktikan dengan digunakannya ayam jantan yang dilengkapi gambar hati (love) sebagai maskot, serta tagline Sombere (ramah) dan Smart City,” urainya.
Dijelaskan, sejak abad ke-15, masyarakat Makassar telah dikenal dengan sombere-nya atau keramahtamahannya, sehingga pedagang dari luar berdatangan ke Makassar. Selain itu, Smart City juga bermakna implementatif, di mana sistem “cerdas” seperti penerapan IT yang mumpuni diaplikasikan bagi Kota Makassar. Untuk itulah, Danny berharap logo ini nantinya dapat digunakan pelaku dan penggerak ekonomi di Makassar, agar mampu menjadi titik terang Makassar menuju kota dunia.
Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Muhammad Roem, menambahkan, kegiatan bertujuan memajukan pembangunan Kota Makassar, khususnya kepariwisataan dan ekonomi kreatif masyarakat, di mana nantinya hal ini akan mampu mendongkrak kepariwisataan Kota Makassar.