21 February 2015

Bugis Waterpark Adventure

Bugis Waterpark Adventure
Padukan Konsep Budaya Modern dalam Wahana Bermain

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Keberagaman khazanah dan keindahan lanskap alam yang dimiliki Sulsel, termasuk budaya dan adat istiadatnya yang majemuk, telah mendorong berbagai pelaku usaha di bidang entertainment maupun edukasi untuk mengembangkan suatu wahana bermain bertaraf internasional. Salah satunya adalah PT Baruga Asrinusa Development (Kalla Group), yang mendirikan Bugis Waterpark Adventure.
Bugis Waterpark Adventure adalah sebuah taman rekreasi air bernuansa Bugis yang berlokasi di kawasan Bukit Baruga Antang, Jalan Raya Baruga, Sektor Mahameru, Makassar. Selain sebagai tempat bermain, Bugis Waterpark Adventure juga memberikan unsur edukasi terhadap pengunjung setianya, di antaranya semua signade serta wahana yang diberi nama berbahasa Bugis.
Di era modernisasi seperti saat ini, sangat sulit ditemukan hal-hal yang masih mengangkat tema budaya lokal Indonesia, atas dasar tersebut dan demi memajukan serta mengenalkan budaya lokal yang saat ini sudah sangat asing bagi masyarakat, di mana pengelola menamakan tempat bermain ini dengan nama Bugis Waterpark Adventure.
Dengan luas sekitar empat hektare dan didukung sistem serta alat dengan standar internasional, Bugis Waterpark Adventure menjamin kepuasan bagi pengunjung setianya. Tempat ini terbagi menjadi tiga zona dengan 10 wahana, di antaranya Alabuang (Pelabuhan), Goa Batu Kalibampa (Goa Kupu-Kupu), Kampong Rilau (Kampung Nelayan), Lopi Wae (Rafting Slide), Kollang Ana-ana (Kids Pool), Wae Massolo (Lazy River),  Magatti (Turbulance), Mattulili (Body Slide), Mapettang (Black Hole), Tappasorong (Multi Slide), Matanra (Free Fall), Pipa Wae (Aqua Tube), dan Malippung (Space Boat).
Bugis Waterpark Adventure juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti Lego-lego (tempat istirahat) hingga musik-musik bernuansa Bugis. Selain itu, pengelola pun menyiapkan toko merchandise dan suvenir khas suku Bugis.
Selama ini, Bugis Waterpark Adventure bukan hanya ditujukan bagi pengunjung lokal, tetapi juga pengunjung luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara (wisman). Hal tersebut terbukti dari fasilitas standar kelas dunia yang diaplikasikan manajemen di wanana air terbesar di kawasan timur Indonesia ini.

Wahana Rekreasi Reputasi Dunia

Marketing Executive Bugis Waterpark Adventure, Yunita Nursetia, saat ditemui di Bugis Waterpark Adventure belum lama ini, menuturkan, dengan hadirnya destinasi wisata yang mengusung nuansa budaya dan adat Bugis, maka mampu mengedukasi masyarakat Sulsel terkait pentingnya menjaga kearifan lokal.
“Nuansa yang kami tawarkan mengusung identitas suku Bugis, yang dipadukan konsep adventure modern,” jelasnya.
Saat ini, sebut Yuyun, demikian nama akrabnya, apresiasi masyarakat terhadap keberadaan wahana air bertaraf internasional ini cukup baik. “Itu dapat dilihat dari okupansi tingkat pengunjung hingga 30 persen per bulannya, dengan penghasilan sekitar Rp 1 miliar. Apalagi, pengunjung memuncak pada sesi libur sekolah atau menjelang tahun baru,” akunya.
Salah satu penyanyi Indonesia Idol 2014 ini memaparkan, ada beberapa klasifikasi harga tanda masuk (HTM) yang ditawarkan pihaknya kepada pengunjung, yakni untuk sesi Week Day (Senin-Jumat) dibanderol Rp 80 ribu per orang. “Sedangkan untuk Weekend Day (Sabtu-Minggu) biaya HTM Rp 130 ribu per orang. Hanya dengan satu kali membayar, pengunjung bebas menikmati wahana yang telah kami siapkan,”  bebernya.
Tidak hanya itu, pihak pengelola juga memanjakan pengunjung dengan menghadirkan warung kuliner tradisional dan modern, dengan harga menu yang cukup terjangkau, yang dibanderol mulai Rp 10 ribu-Rp 30 ribu.
“Kami berharap, Bugis Waterpark Adventure mampu menjadi destinasi wisata favorit masyarakat. Tentunya, kami akan terus menghadirkan suasana baru dan menyenangkan. Namun yang pasti, wahana kami ini tak kalah menariknya dan sejajar dengan wahana rekreasi kelas dunia lainnya,” tandasnya.

 Catatan Perjalanan:

-  Harga tiket Week Day (Rp 80 ribu per orang).
-  Harga tikey Weekend Day (Rp 130 ribu per orang).
-  Dilarang membawa makanan dan sejenisya dari luar.
-  Wajib menjaga kebersihan.
-  Wajib mengenakan pakaian renang saat beraktivitas di air.

-  Buka pukul 09.00-18.00 Wita

16 February 2015

Joyland Family Fun Center

Joyland Family Fun Center
Usung Edukasi, Tak Sekadar Orientasi Bisnis

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Siang menyengat terik saat beberapa anak terlihat ceria bermain di daerah berkembang, Daya, Makassar. Orang tua mereka tampak menikmati dari jauh, namun beberapa ikut bermain. Tanpa rasa khawatir, mereka membiarkan anak-anak memilih berbagai permainan di Joyland Family Fun Center, Daya Festival (Dafest), Jalan Parumpa Daya, Makassar, Selasa (2/12/2014).
Itulah suasana yang terlihat di Joyland Dafest setiap hari, tepatnya tiga bulan terakhir sejak berdiri pada September 2014. Wahana permainan modern yang ditawarkan pengelola, merupakan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat sekitar Daya, tentu saja di antara minimnya permainan edukatif yang ada. Dengan puluhan varian permainan yang disuguhkan, Joyland Dafest menjadi satu-satunya wahana entertainment yang menghibur, sekaligus mendidik anak-anak, bahkan remaja yang bermain.
Hal senada diungkapkan Kepala Lokal Joyland Family Fun Center, Yacob Yanri, saat ditemui di Joyland Dafest. Dijelaskan, kehadiran Joyland di suatu daerah tidak sekadar mencari laba atau berorientasi bisnis, tetapi mengusung edukasi. “Setiap membuka wahana permainan di manapun, kami selalu mengutamakan sisi edukasinya,” terangnya.
Sisi edukasi yang dimaksud pria kelahiran Makassar, 28 Januari 1980 ini, tak lepas dari bagaimana manajemen Joyland menyuguhkan permainan yang berkualitas, aman, serta mengajak anak-anak untuk kreatif lewat mesin permainan yang inovatif. “Itu penting bagi kami lantaran selama ini permainan yang ada kurang memperhatikan hal tersebut. Sehingga, bagi kami, keuntungan bukan prioritas utama, tetapi bagaimana dapat menyuguhkan pusat permainan keluarga yang edukatif,” bebernya.
Dari segi keamanan, Yacob menyebut, pihaknya menjamin mesin-mesin permainan yang ada di Joyland aman dimainkan anak-anak secara umum. “Selain rutin me-maintenance mesin permainan, kami juga sigap menyediakan karyawan yang siap membantu anak-anak saat bermain. Jadi, rata-rata setiap area bermain, pasti ada karyawan kami yang turut mengawasi,” imbuh ayah Gabriel Valent Tangdibali.
Joyland sendiri sudah berkembang cukup pesat. Berkantor pusat di Jakarta, kini Joyland hampir hadir di semua provinsi, bahkan kabupaten di Tanah Air. “Di Makassar, Joyland Dafest merupakan cabang kedua, setelah sebelumnya buka di MTC Karebosi dengan nama Game Zone. Kami juga hadir di kabupaten-kabupaten Sulsel, antara lain  Bone, Sengkang, Palopo, dan Sinjai,” jelas penyuka musik ini.
Terkait omset yang dapat diraup pihaknya, Yacob enggan menyebut, akan tetapi ia mengatakan besaran penghasilan tergantung hari. “Rata-rata satu anak menghabiskan Rp 10 ribu. Jika hari biasa, Senin-Jumat, untuk sementara anak-anak yang bermain ada sekitar 40 orang, namun untuk weekend Sabtu-Minggu, biasanya melonjak menjadi 80-100 anak,” urainya.
Adapun mesin permainan yang disediakan Joyland Dafest, di antaranya Magic Mushroom, Helicopter, Time Crisis, Cyclone, Battle Gear, DDR Max 6 th dan DDR Solo, Dino Time, Slam and Winner, serta masih banyak lagi permainan lainnya. Sedangkan untuk jam operasi, pusat permainan keluarga bonafide ini buka setiap hari pukul 10.00-22.00 Wita.
Yacob berharap, hadirnya Joyland di Makassar dapat mengubah stigma masyarakat pada umumnya yang mengatakan bermain di family fun center merupakan pemborosan. “Kami ingin mengubah stigma itu, karena apa yang kami tawarkan sangat berbeda dibanding pusat permainan keluarga lainnya. Di sini, konsep edukasi kami lebih menonjol, sehingga bermain dan belajar (kreatif) merupakan satu kesatuan. Ke depannya, kami ingin menjadikan Joyland sebagai ikon pusat permainan keluarga terbesar di Makassar, bahkan di kawasan timur Indonesia (KTI),” harapnya.

Taman Prasejarah Leang-leang

Taman Prasejarah Leang-leang
Destinasi Bersejarah Maros

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kabupaten Maros, Sulsel, merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai destinasi wisata menarik, baik lanskap alam maupun gua prasejarah. Salah satunya adalah Kawasan Taman Prasejarah Leang-Leang, Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung.
Leang-Leang tepatnya terletak di dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Pegunungan karst yang sudah berumur ribuan tahun ini diakui sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di Tiongkok. Meliputi area seluas 43.750 hektare, wilayah ini memiliki 286 gua dengan lebih 30 gua prasejarah.
Jarak tempuh ke lokasi ini tergolong strategis karena hanya memakan waktu 60 menit dengan berkendara mobil atau sepeda motor dari Makassar. Untuk masuk ke lokasi juga tidak terlalu jauh lantaran wisatawan hanya perlu masuk sejauh tiga kilometer untuk sampai ke lokasi tujuan dari jalan poros Maros.
Destinasi khas dan unik ini menyuguhkan berbagai keindahan, mulai wisata prasejarah seperti peradaban purba. Peradaban masa lampau prasejarah tersebut dapat dilihat dari adanya bekas telapak tangan manusia dan lukisan rusa, yang terpampang di dinding-dinding gua. Beragam artefak tersebut telah menjadi bukti kehadiran manusia prasejarah di daerah tersebut.
Tidak hanya itu, panorama alam destinasi ini pun menyuguhkan keasrian alam yang hijau, gugusan gunung dan tebing batu (karst) dengan bentuk unik, yang menjulang tinggi di mana-mana. Menariknya, selain menambah pengetahuan mengenai sejarah, wisatawan mampu melakukan berbagai aktivitas alam seperti outbound, rock climbing, penelitian, hingga bersantai di tepi aliran air sungai yang jernih. Selain itu, guna memberikan kenyaman bagi wisatawan, kawasan tersebut juga telah dilengkapi rumah adat, baruga, shelter, toilet, jalur tracking, serta papan interpretasi.
Keberadaan destinasi Taman Prasejarah Leang-Leang yang dimiliki Sulsel telah membuktikan daerah ini memang layak dijuluki surga wisata di wilayah Indonesia timur.

14 February 2015

Pantai Apparalang

Pantai Apparalang
Pesona Wisata Bahari Bulukumba Sekelas “Raja Ampat”

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Belum semua orang mengetahui, di balik tebing curam itu ada pesona bahari yang menakjubkan. Terlihat dari atas birunya laut yang berkilau tertimpa matahari. Mungkin banyak pula yang tidak menyangka, alam yang dari luar terkesan liar dengan rimbunan hutan jati dan bakau yang sama sekali tak menarik itu, ternyata tersembunyi panorama pantai yang eksotis. Bahkan, tak sedikit yang kemudian menyebut kawasan tebing-tebing karang itu sekelas “Raja Ampat”.
Tempat yang masih belum banyak terjamah tersebut adalah Pantai Apparalang di Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Dengan pesona dan keindahan alamnya, banyak pihak yang meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Bulukumba untuk mulai mengelola destinasi lokal yang terletak di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari itu.
Pantai Apparalang memang belum sepopuler Pantai Tanjung Bira dan destinasi lainnya di Bulukumba, namun jika diadu keindahan pantainya tidak kalah dibandingkan objek wisata yang sudah digarap sebelumnya. Suasana pantai ini pun tak “semeriah” pantai-pantai lainnya, malah cenderung sepi dan tenang. Tetapi, justru itulah sisi lain yang ditawarkan Apparalang.
Suasananya cocok untuk wisatawan yang ingin menghilangkan kejenuhan. Duduk saja di tepinya, nikmati desiran angin menyapa lembut tubuh. Airnya yang biru jernih dijamin mampu menyegarkan beban pikiran. Apalagi, pemandangan tebing-tebing Apparalang juga tak kalah menariknya.
Terkait akses menuju lokasi, jika menggunakan kendaraan bermotor, waktu perjalanan dapat ditempuh hanya sekitar 20 menit dari Pantai Tanjung Bira atau 60 menit dari pusat Kota “Butta Panrita Lopi” Bulukumba. Biaya menuju destinasi wisata yang masih alami ini cukup ekonomis, yakni Rp 150 ribu pulang-pergi (PP).
Salah seorang traveler dari Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) Sulsel, Abdul Rajab, saat ditemui Sekretariat FPBI, Jalan Tidung, Makassar, Kamis (12/2), menjelaskan, Apparalang menawarkan berbagai keindahan alam yang masih alami.
“Di atas tebing Apparalang, wisatawan bisa menikmati pesona pantai dengan airnya yang bening biru. Apalagi, pada saat ada sinar matahari yang memantul pada gulungan ombak kecil, maka keindahan itu tampak sempurna,” bebernya.
Rajab menyebut, daya tarik lain destinasi tersebut juga lantaran akses masuknya yang mudah, bahkan tidak dipungut  biaya baik ongkos masuk maupun menginap, karena semuanya gratis. “Pengunjung tidak membayar tiket masuk. Untuk menginap, wisatawan biasanya membawa perlengkapan camp seperti tenda dan alat masak sendiri,” imbuhnya.
Dijelaskan, untuk dapat menikmati deburan ombak yang mengempas karang secara dekat, ataupun ingin terjun merasakan sejuk dan beningnya air pantai, pengunjung harus menuruni sebuh tangga kayu yang lumayan tinggi. “Setelah itu, wisatawan akan mendapati sebuah dermaga kayu yang berdiri di atas batu-batu karang,” urainya.
Tak hanya untuk melabuhkan mata terhadap keasrian bahari Apparalang, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas bawah laut seperti snorkeling maupun diving. “Pemandangan alam bawah laut tidak kalah indahnya, terumbu karang dan habitat hewan laut di Apparalang masih sangat alami. Tentu ini tak boleh dilewatkan,” pesannya.
Bahkan warga lokal yang hobi memancing, sebut Rajab, selalu menjadikan pantai tersebut sebagai tempat berburu ikan di kala senggang atau memanfaatkan hari libur. “Sambil memancing, mereka juga dapat menikmati keindahan Apparalang,” tuturnya.
Pada perjalanan kali ini, tim Jelajah Sulawesi bersama ratusan traveler dari berbagai daerah Sulsel, bahkan beberapa wisatawan Nusantara, menyambangi destinasi tersebut. Tak hanya itu, destinasi ini pun dijadikan lokasi syuting program salah satu stasiun televisi nasional.
“Pantai Apparalang perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah. Ini guna mengoptimalkan infrastruktur sektor pariwisata, khususnya di Bulukumba. Pembenahan tersebut nantinya dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan. Sebab, sangat disayangkan jika eksotisme destinasi ini tidak diindahkan. Padahal, saya sendiri mengategorikan tempat wisata ini ‘kelas dunia’. Apalagi, kalau sudah dikelola maksimal,” imbuhnya.

10 February 2015

Pulau Samalona

Pulau Samalona
Destinasi Wisata Bahari yang Memukau

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sulsel memang terkenal kaya akan destinasi wisata baharinya, salah satunya adalah Pulau Samalona. Jarak wisata ini pun tergolong strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kota Makassar, hanya berkisar tujuh kilometer.
Untuk menuju pulau tersebut, wisatawan dapat menyeberang dengan berperahu dari dermaga kayu Bangkoa dan Benteng. Tarif transportasi cukup terjangkau, mulai Rp 300 ribu-Rp 750 ribu untuk satu perahu nelayan, tergantung jumlah rombongan. Selain perahu nelayan, wisatawan juga dapat menyewa perahu dari dive club, di mana harga sewanya juga tergolong murah. Apalagi, dengan menyewa perahu dari dive club, wisatawan khususnya pecinta selam, bisa mendapat informasi akurat terkait dive spot hingga fishing spot.
Setibanya di Pulau Samalona, wisatawan akan disambut hamparan pasir putih yang memenuhi setiap ruas pulau. Keindahan tampak lebih sempurna lantaran bibir pantai dihiasi perairan jernih dan surga alam bawah laut yang memukau.
Selain keindahan lanskap alam, dengan menyelam pengunjung dapat menyaksikan bukti peninggalan bersejarah seperti bekas kapal perang penjajah yang karam di kedalaman 30 meter bawah laut. Kapal peninggalan perang dunia kedua tersebut sudah dijadikan habitat berbagai hewan laut.
Pulau ini juga menawarkan berbagai fasiitas seperti penginapan yang dikelola penduduk setempat, dengan harga sewa Rp 200 ribu per malam. Selain itu, ada juga balai-balai sederhana untuk istirahat yang disewakan Rp 30 ribu.
Destinasi wisata bahari ini merupakan pulau berpenghuni, sehingga kondisi pulau tergolong asri dengan pepohonannya yang rindang dan sejuk bagi wisatawan yang berkunjung.

Luncurkan Logo dan Jingle
Pemkot Makassar Sosialisasi Makassar Kota Dunia

Logo merupakan identitas suatu kota, sehingga inilah yang dijadikan dasar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menggelar peluncuran logo dan jingle “I Love Makassar City”. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, dalam sambutannya di Pelataran Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Ratulangi, Makassar, Senin (3/11/2014).
Menurut Danny, sapaan akrab Ramdhan, makna logo dan jinggle I love Makassar City tak terlepas dari ciri khas peradaban masyarakat Makassar itu sendiri. “Hal ini dibuktikan dengan digunakannya ayam jantan yang dilengkapi gambar hati (love) sebagai maskot, serta tagline Sombere (ramah) dan Smart City,” urainya.
Dijelaskan, sejak abad ke-15, masyarakat Makassar telah dikenal dengan sombere-nya atau keramahtamahannya, sehingga pedagang dari luar berdatangan ke Makassar. Selain itu, Smart City juga bermakna implementatif, di mana sistem “cerdas” seperti penerapan IT yang mumpuni diaplikasikan bagi Kota Makassar. Untuk itulah, Danny berharap logo ini nantinya dapat digunakan pelaku dan penggerak ekonomi di Makassar, agar mampu menjadi titik terang Makassar menuju kota dunia.
Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Muhammad Roem, menambahkan, kegiatan bertujuan memajukan pembangunan Kota Makassar, khususnya kepariwisataan dan ekonomi kreatif masyarakat, di mana nantinya hal ini akan mampu mendongkrak kepariwisataan Kota Makassar.

09 February 2015

Membidik Keindahan Lembah Ramma Gunung Bawakaraeng

Membidik Keindahan Lembah Ramma Gunung Bawakaraeng

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Beragam keindahan alam dianugerahkan Sang Pencipta untuk bumi Sulsel, mulai hamparan pulau berlanskap bahari hingga pegunungan tinggi, dengan kesempurnaan lembah hijaunya yang tersebar seantero daerah. Salah satunya Lembah Ramma, Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, dengan ketinggian 1.600 Mdpl.
Letak geografis wisata gunung ini pun tergolong strategis karena dekat dari pusat Kota Makassar, dapat ditempuh dengan berkendara mobil maupun sepeda motor dalam waktu dua jam antara Makassar-Desa Tinggi Moncong (Kampung Lembanna di bawah kaki Gunung Bawakaraeng) atau Makassar-Desa Panaikang, Gowa. 
Untuk jalur pendakiannya pun dapat dilewati dengan dua jalur, yakni Kampung Lembanna-Lembah Ramma dengan durasi waktu pendakian sekitar empat jam, dan untuk Desa Panaikang-Lembah Ramma memakan waktu pendakian sekitar dua jam. Kedua jalur pendakian tersebut, masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Panorama alam yang tersuguh pun sangat indah, sejuk, dan hijau, lantaran pada setiap ruas jalur pendakian, wisatawan dapat menikmati keindahan hutan lumut, aliran air sungai yang jernih, dan hamparan pepohonan yang berdiri menjulang tinggi dengan daun yang rimbun.
Selain itu, wisatawan juga bakal terpesona menyaksikan panorama alam di Talung, sebab di lokasi tersebut mereka akan menyaksikan keindahan Gunung Bawakaraeng yang menjulang tinggi dengan hamparan “karpet” hijaunya yang diselimuti kabut-kabut tebal berhias langit biru.
Menariknya, eksotisme alam yang ditawarkan Lembah Ramma pun semakin lengkap dengan adanya danau berair jenih yang berasal dari sungai pegunungan dan air terjun. Di lokasi ini wisatawan dapat melakukan aktivitas alam seperti fun camp, outbound, memancing, dan lainnya.
Tak hanya menikmati keindahan pegunungan, Lembah Ramma juga kerap menjadi lokasi digelarnya berbagai kegiatan komunitas pecinta alam, seperti peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, peringatan Sumpah Pemuda, fun camp Mother Day, serta banyak kegiatan lainnya.


Komunitas Lembah Ramma Mapala

Berbagai komunitas pecinta alam, seperti Siswa Pecinta Alam (Sispala), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), hingga Komunitas Pecinta Alam (KPA), yang tergabung di Komunitas Lembah Ramma (KLR) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), bekerja sama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, menggelar Lembah Ramma Photography Competition 2014.
Ketua Pelaksana Lembah Ramma Photography Competition, Mustari, saat ditemui di Lembah Ramma, Gunung Bawakaraeng, Gowa, Selasa (28/10/2014), mengungkapkan, kegiatan yang diikuti ribuan pegiat lingkungan hidup ini merupakan rangkaian peringatan Sumpah Pemuda.
“Kegiatan mengangkat tema ‘Bidikan Kameramu untuk Bumi Pertiwi’, dengan maksud mengapresiasi generasi muda supaya melestarikan lingkungan. Apalagi, keindahan Lembah Ramma tidak dapat dipungkiri lagi,” alasannya.
Koordinator Lapangan Lembah Ramma Photography, Nur Iksan, menambahkan, kegiatan fotografi membidik spot konservasi dan panorama alam seperti situasi jalur pendakian dari kaki Gunung Bawakaraeng di Kampung Lembanna hingga ke Lembah Ramma. “Tujuan kegiatan, tak lain menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan,” tandasnya.

03 February 2015

Sanrobengi Takalar

Sanrobengi Takalar
Pulau Mini dengan Wisata Pantai yang Menawan

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sanrobengi merupakan sebuah pulau kecil berpasir putih dengan luas 800 meter perseg, terletak di Desa Boddiya, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulsel. Jarak “pulau mini” ini termasuk strategis karena tak jauh dari pusat Kota Makassar, di mana dapat ditempuh hanya 60 menit dengan berkendara mobil.
Sementara, jarak tempuh Pelabuhan Boddiya ke Pulau Sanrobengi hanya memakan waktu 20 menit dengan berperahu tradisional yang biasa disebut Jolloro atau Katinting, dengan biaya pulang-pergi (PP) Rp 20 ribu.
Keindahan alam yang disuguhkan mampu menghipnotis wisatawan, di antaranya hamparan pasir putih, alam bawah laut yang jernih dan indah, serta fasilitas outbound yang memadai. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan liburan, baik di darat maupun bawah laut pulau tersebut karena juga dilengkapi fasilitas seperti snorkeling, diving, dan outbound (flying fox, jembatan gantung, ayunan ban, dan gazebo).
Selain itu, wisatawan pun dapat menyaksikan berbagai bangunan unik seperti sumur tua masih berdiri kokoh meski dipenuhi ilalang yang menjalar serta terkesan “angker”. Tak jauh dari bangunan tersebut, wisatawan juga dapat menemui kompleks makam tua.
Tidak hanya itu, beberapa fasilitas wisata pun telah tersedia menyambut kedatangan wisatawan. Salah satunya, Sanggar Nelayan yang menyediakan beberapa bangunan baru termasuk gazebo, panggung kesenian yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat ataupun mengekspresikan jiwa seninya. Selain itu, salah satu pulau terkecil di Sulsel ini juga dilengkapi wahana permainan anak yang dapat menambah suasana ceria dan nyaman saat berlibur.

Festival Bahari Pulau Sanrobengi

Sebagai upaya mendorong pengembangan wisata bahari di Kabupaten Takalar, pemerintah kabupaten (Pemkab) Takalar menggelar Festival Bahari perdana di Pulau Sanrobengi, Jumat-Minggu,10-12 Oktober 2014. Kegiatan sendiri akan menjadi agenda tahunan bagi Pemkab Takalar setiap Oktober.
Di awal kegiatan, pihak pelakana menyajikan tari-tarian adat pesisir dengan memberdayakan siswa SMA yanga ada di Takalar. Acara juga dimeriahkan berbagai perlombaan seperti renang, layang-layang, memancing, drum band, fotografer, dan lainnya dengan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat pesisir sangat apresiatif, hal ini dibuktikan dengan terlibatnya 5.200 warga Takalar mengikuti lomba makan massal rumput laut jenis Lawi-lawi rasa anggur.
Pada kegiatan tersebut, Pemkab Takalar mendapatkan penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI). “Makan massal rumput laut (lawi-lawi) ini merupakan kegiatan yang pertama di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak,” ungkap Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin saat ditemui di sela acara.
Menurutnya, Festival Pulau Sanrobengi bisa terwujud berkat sinergi masyarakat pesisir untuk mengagendakan ritual budaya secara terpadu. “Semoga dengan digelarnya kegiatan festival perdana ini, mampu mendongkrak destinasi wisata di Takalar, khususnya Pulau Sanrobengi,” harap Burhanuddin.

02 February 2015

Pantai Tanjung Bira

Pantai Tanjung Bira
Eksotisme Pasir Putih di Bulukumba

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sulsel sangat sohor dengan wisata baharinya, salah satunya Pantai Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Lokasi objek wisata ini pun cukup strategis, terletak sekitar 160 kilometer dari Makasar, dan dapat ditempuh sekitar lima jam dengan berkendara roda dua ataupun mobil. Pantai Tanjung Bira yang mempesona masih berjarak 40 kilometer dari Kota Bulukumba.
Pesona eksotisme yang ditawarkan Pantai Tanjung Bira adalah pantai pasir putih yang sudah terkenal hingga mancanegara. Airnya yang jernih dan membentang luas kebiru-biruan bagaikan permadani raksasa yang sangat memukau. Di sini, wisatawan dapat melakukan aktivitas menyelam hingga berjemur. Mereka juga dapat menikmati panorama tebing curam, hingga sunrise dan sunset yang menawan.
Saat ini Pantai Tanjung Bira sudah ditata secara rapi, dilengkapi berbagai sarana memadai, baik tradisonal hingga modern seperti hotel, restoran, dan fasilitas telekomunikasi dengan harga terjangkau.
Tidak hanya itu, lokasi wisata Pantai Tanjung Bira ini pun bersebelahan dengan beberapa pulau eksotis lainnya, di antaranya Pulau Selayar, Kambing, dan Leokan. Sehingga ini pulalah yang menjadi nilai tambah keindahan pantai di ujung Sulawesi ini.
Menariknya, Pantai Tanjung Bira tidak hanya dikenal karena keindahan pesisirnya saja, tetapi juga ada sisi lain yang tidak kalah menariknya yakni  “rumah” bagi pembuatan kapal tradisional Sulsel, Pinisi. Seperti diketahui, salah satu kapal sohor Indonesia asal daerah ini, Pinisi Nusantara telah berhasil berlayar mengarungi Laut Pasifik. Di pinggir pantai, wisatawan dapat menyaksikan bagaimana penduduk Pantai Tanjung Bira membangun kapal dengan karya seni yang tinggi. Tak jauh dari area pantai, tepatnya di Pulau Leokan, wisatawan bisa menyaksikan kecakapan wanita Leokan membuat sarung tradisional dari bahan katun dan sutra.
Hadirnya restoran nuansa kapal Pinisi di daerah ini juga merupakan salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung. Gelapnya malam ditemani cahaya lampu keemasan dan embusan sepoi angin malam di tepi pantai adalah romantisme tersendiri saat bersantap hidangan lezat, khususnya bagi pasangan wisatawan yang tengah berbulan madu.

Paradise Tour dan Travel
Promosikan Potensi Wisata Alam Sulsel

Keberagaman potensi alam yang dimiliki Indonesia, khususnya Sulsel, tidak diragukan lagi pesonanya, sehingga menjadi salah satu alasan banyak pelaku usaha merintis segmen ini.
Salah satunya adalah Paradise Tour dan Travel yang baru merintis bisnis travel di 2014 ini. General Manager Paradise Tour dan Travel, Muh Alif Baddu, saat ditemui di kantornya, Jalan Antang Raya, Kamis (16/10/2014), mengungkapkan potensialnya bisnis di bidang leisure tersebut.
“Setahu kami, di akhir 2013, bisnis travel  telah menguasai pasaran bisnis dunia, Oleh karena itu, saya mencoba menangkap peluang ini dengan mendirikan travel. Apalagi, kebetulan saya pribadi hobi avonturir,” akunya.
 Alif menjelaskan, bersama sahabatnya dari komunitas pecinta alam, ia mensinergikan hobinya ke bidang bisnis, di mana hal tersebut juga merupakan aktivitas positif kaum muda seperti dirinya.
 Adapun paket yang ditawarkan travelnya, di antaranya paket tour serta outing and gathering program. Kedua paket tersebut diselaraskan terhadap kegiatan dan tujuan wisata masing-masing user.
“Alhamdulillah, apresiasi wisatawan pun kian meningkat per bulannya, baik lokal maupun mancanegara. Nah, di awal bulan ini kami mendampingi wisatawan mancanegara dari Jerman untuk tour ke Tanjung Bira, Bulukumba. Begitupun dengan paket outing dan gathering, hal ini dibuktikan dengan adanya permohonan dari berbagai perusahaan untuk menggunakan jasa travel kami,” bebernya.
Alif mengaku, selain fokus di bisnis, travelnya tersebut  dijadikan wadah untuk mengekplorasi potensi wisata alam yang dimiliki Sulsel. “Realitasnya, potensi wisata Sulsel kurang terpublikasi sehingga belum banyak diketahui wisatawan mancaneggara. Itulah yang mendorong kami bermain di segmen ini,” imbuhnya.

Catatan Perjalanan

Paket Tour Bira Beach Rp 750 ribu per orang, minimal 20 Orang dengan fasilitas transportasi, penginapan, banana boat, dan diving. Paket program outing and gathering Rp 500 ribu per orang, minimal 50 peserta atau disesuaikan permintaan klien, dengan fasilitas sewa lokasi dan sound system, trainer atau fasilitator, konsumsi, baju kaus kegiatan, suvenir kegiatan, dua baliho kegiatan, tim medis, serta dokumentasi. Program belum termasuk transportasi dan penginapan.