16 January 2015

Pulau Cangke, Destinasi Spermonde Island

Pulau Cangke, Destinasi Spermonde Island

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sulsel dianugerahkan berbagai potensi wisata alam yang menarik, baik panorama alam maupun bawah laut. Salah satunya adalah Pulau Cangke di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Pulau Cangke merupakan salah satu pulau spermonde di antara 120 yang tersebar di sebelah barat Sulsel, yakni pada gugusan pulau kecil yang membentang dari Kabupaten Takalar.
Letak geografis wisata alam tersebut cukup strategis, dan tak jauh dari Kota Makassar. Jarak tempuh dari Pelabuhan Paoetere Makassar ke Pulau Cangke hanya makan waktu dua jam 30 menit dengan berkendara perahu tradisional yang kerap disebut Jolloro atau Katinting.
Luas Pulau Cangke 10 kilometer persegi. Pulau ini merupakan salah satu tempat bagi penyu-penyu untuk bertelur. Selama dua bulan setiap tahun, penyu-penyu tersebut akan berdatangan untuk bertelur di Pulau Cangke.
Keindahan Pulau Cangke bukan hanya di daratnya saja, tetapi juga pemandangan indah yang ada di dasar lautnya. Untuk menikmati keindahan bawah laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan hias, wisatawan bisa menyaksikannya dengan diving atau snorkeling. Bahkan pada saat air surut, wistawan cukup berjalan kaki untuk menengok keindahan bawah lautnya.
Tidak hanya itu, wistawan akan diusuguhkan hamparan pasir putih dan gradasi warna laut yang indah. Sejauh mata memandang, wisatawan akan dapat menikmati perairan dangkal berwana biru muda yang sangat jernih. Memang, inilah salah satu karakter pulau di gugusan spermonde.
Menariknya, pada destinasi wisata bahari tersebut, ada dua tokoh yang berkontribusi melestarikan Pulau Cangke. Adalah Daeng Abu dan Maidah yang merupakan penduduk lokal. Selama puluhan tahun, sepasang suami-istri ini menghuni Pulau Cangke, melakukan penghijauan dan menjaga lingkungan alam sekitarnya dengan telaten, termasuk menjaga penyu-penyu yang menetaskan telur di pulau tersebut.

Persia Lestarikan Pulau Cangke

Kesadaran terhadap efek pemanasan global dan pentingnya pelestarian lingkungan hidup, turut mempengaruhi lahirnya berbagai komunitas pecinta alam. Salah satunya adalah Petualang Republik Indonesia (Persia) yang didirikan 2012 lalu.
Ketua Divisi Bahari Persia, Aris Gangka, saat ditemui di Jalan Toddopuli, Rabu (1/10/2014), mengatakan, pihaknya merintis komunitas tersebut lantaran peduli terhadap lingkungan hidup.
“Komunitas yang telah beranggotakan 20 orang ini, pada dasarnya terbentuk karena memiliki hobi yang sama, yakni berpetualang di alam bebas. Namun, kami tak semata berpetualang, tetapi melakukan aktivitas positif seperti pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah di Pulau Cangke, Pangkep,” ungkapnya.
Adapun konsep pelestarian lingkungan yang dilakukan komunitasnya, sebut Aris, di antaranya adalah aksi bersih pulau. “Nah, di sini kami memberikan edukasi kepada warga pulau dan wisatawan yang berkunjung untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan pulau,” bebernya.
Ditambahkan, selain di Pulau Cangke, Persia telah melakukan aksi bersih di Pulau Langkadea, Gondong Bali, Lanjukang, Pamangangan, Kodingarengkeke, dan Poddang-poddang Caddi. “Jadi, saat berpetualang, kami tak hanya menikmati keindahan pulau-pulau tersebut, namun juga berusaha menjaga kelestarian pulau dengan aksi bersih-bersih maupun edukasi,” imbuh Aris.
Sementara itu, Koordinator Umum Persia, Dany, menambahkan, pihaknya juga melakukan promosi terkait keindahan Pulau Cangke kepada wisatawan. “Kami membuka dua paket destinasi Pulau Cangke, yakni paket rombongan Rp 2 juta, include transportasi pulang pergi (PP), snorkeling, dua kali makan dan snack, maksimal 25 orang dan minimal tujuh orang. Sementara paket reguler Rp 100 ribu per orang, juga include seperti tadi,” jelasnya.

Catatan Perjalanan

Wisatawan diwajibkan membawah air bersih dan perlengkapan istirahat sendiri seperti tenda, hammuck, dan matras. Sampah-sampah kemasan makanan diimbau dibawa pulang. Kontak personal Ketua Divisi Bahari Persia, 085242535878 (Aris Gangka).