12 January 2015

Pantai Patuno Wakatobi

Pantai Patuno Wakatobi
Keindahan Pasir Putih hingga Alam Bawah Laut

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Cakrawala jingga menyelimuti langit di Pantai Patuno. Suasana laut yang surut, memanjakan mata dengan hamparan pasir putih yang bersih, sesekali diselingi kubangan kecil yang memerangkap air laut bak oase di gurun pasir. Terdapat juga tumpukan karang di beberapa bagian, dari yang kecil hingga membentuk pulau-pulau tak berpenghuni.
Patuno sendiri adalah sebuah desa yang dapat ditempuh tiga puluh menit arah timur pusat Kota Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Perkampungan penduduk di desa yang asri ini membentang memanjang kurang lebih dua kilometer. Begitu menginjakkan kaki di desa itu, wisatawan tidak pernah manyangka bahwa kampung ini sesungguhnya adalah kampung nelayan.
Betapa tidak, secara umum di Tanah Air, kampung nelayan identik dengan bangunan rumah panggung atau rumah tanah yang beratapkan rumbia. Namun Patuno jauh dari kesan tersebut lantaran dihiasi deretan rumah permanen, bahkan tak jarang berarsitek modern dan minimalis yang menjadi hunian masyarakat Patuno.
Ternyata ketersediaan bahan baku, pembuatan, serta keterampilan pertukangan membuat masyarakat setempat minim biaya untuk membangun hunian permanen. Tentu tak semua, sebab masih ada beberapa hunian masyarakat yang masih terkesan di bawah ukuran sejahtera.
Menyambangi Pantai Patuno, tak lengkap rasanya jika tak mampir menginap di Patuno Resort. Resort yang terbilang cukup ternama milik bupati Wakatobi, terletak di pesisir dan berhadapan langsung dengan pantai. Di sini, wisatawan dapat menginap di beberapa bungalo dan vila yang nyaman, lengkap dengan fasilitas terkait wisata.
Lepas dari itu, Kabupaten Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terbilang eksotis. Pasalnya, di daerah ini juga terdapat Taman Nasional Wakatobi, merupakan salah satu dari 50 taman nasoinal di Indonesia. Total area taman nasional ini mencapai 1,39 juta hektare, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan kondisi karang. Daerah ini juga menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut.
Jika sudah menyambangi Wakatobi, baik Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, rasanya memang membuat wisatawan enggan untuk pulang. Pasalnya, pesona laut berupa terumbu karang merupakan kekayaan tiada tara bagi daerah ini. Dengan luas laut mencapai 18.377 kilometer persegi, sementara daratannya hanya hanya 823 kilometer persegi, Wakatobi menawarkan objek wisata laut yang sudah cukup terkenal di mancanegara.
Taman Nasional yang ditetapkan pemerintah sejak 1986 ini memiliki 25 gugusan terumbu karang. Di dalam lautnya yang jernih dan bebas polusi, terdapat 112 jenis karang. Tak berlebihan jika penggila selam, snorkeling, dan penyuka wisata laut menganggap Wakatobi sebagai surga bawah laut.

Spesies Ikan Karang

Pesona karang cantik akan semakin indah dengan hadirnya spesies ikan karang yang menari saat menyelam atau snorkeling. Tercatat 93 jenis ikan konsumsi dan ikan hias ada di Wakatobi. Ada ikan hias argus bintik (cephalopholus argus), takhasang (naso unicornis), pogo-pogo (balistoides viridae-scen) napoleon (cheilinus undulatus), dan sejenisnya.
Untuk mendapatkan pemandangan cantik ikan-ikan karang, para penyelam dapat menjumpainya di setiap titik terumbu karang. Biasanya, Pulau Hoga, Binongko, dan Resort Tamia merupakan lokasi menarik untuk dikunjungi, terutama untuk kegiatan menyelam dan snorkeling. Selain berenang dan menyelam, pulau-pulau ini juga dapat dimanfaatkan untuk berkemah dan wisata budaya.
Pantai-pantai di Wakatobi juga tidak kalah ciamik. Panjangnya enam ratus kilometer berhampar pasir putih, dan juga gugusan terumbu karang di sekitarnya. Butuh waktu lama kalau ingin menyusuri seluruh pesona yang ada di Wakatobi.
Potensi bahari Wakatobi bukan hanya itu. Di Pulau Tolandona, terdapat keunikan taman laut yang melingkar dengan indah. Jika beruntung, penyelam dapat menemui penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu lekang. Di Pulau Tolandona juga bisa dijumpai ratusan jenis burung. Burung laut seperti angsa-batu cokelat, cerek melayu, dan raja udang erasia dapat dijumpai dengan mudah. 

Sail Takabonerate
Gerakkan Sektor Ekonomi Selayar

Seperti tahun-tahun kemarin, kali ini Ekpedisi Takabonerate bertajuk Sail Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, ditenggeri 56 kapal layar, Senin (8/9/2014). Beberapa kegiatan terkait budaya setempat diselenggarakan, namun yang paling menonjol adalah keterlibatan masyarakat Selayar dalam kegiatan Sail Takabonerate.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan, penyelenggaraan kali ini melibatkan warga lokal agar mereka merasa memiliki event tersebut, di mana kegiatan bahari tersebut juga bermanfaat menggerakkan sektor ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya di Selayar.