23 November 2014

Pergeseran Tren Industri Telepon

MENGABARKAN KABAR DUKA - Seorang  wanita warga Makassar tengah mengabarkan kabar duka kepada keluarganya di daerah. Kemudahan telekomunikasi yang didedikasikan Telkomsel memang sangat membantu interaksi masyarakat, khususnya antarpulau dan sebagainya. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W

BLOGKATAHATIKU - Kebutuhan terhadap telepon seluler (ponsel) memang tak dapat dielakkan. Hampir setiap orang yang tinggal di perkotaan di berbagai belahan dunia mempunyai ponsel sebagai alat untuk berkomunikasi. Hebatnya, pertumbuhan ponsel di Indonesia pun makin meningkat dan tak kalah “gemerlapnya” dengan masyarakat urban pada kota-kota besar dunia lainnya.
Menurut data dari Frost and Sullivan, sebuah lembaga riset dan analisis internasional, pada kuartal ketiga di 2012 lalu, penambahan ponsel yang beredar di Indonesia mencapai 15,5 juta unit. Ini berarti meningkat meningkat 13 persen dibandingkan kuartal kedua pada tahun yang sama, sehingga total mencapai 240 juta unit.
Hal yang tak jauh berbeda pun dilansir oleh International Data Corporation (IDC) yang berlokasi di Jakarta. Dalam rilisnya, berdasarkan riset unit pengapalan yang dilakukan IDC, pada kuartal satu 2012, penambahan ponsel mencapai 12,4 juta unit di mana hal ini juga berarti ada kenaikan pada kuartal kedua, naik menjadi 13,6 juta unit dari total sekitar 240 juta unit. Bila dibandingkan kuartal ketiga pada 2011 lalu, pertumbuhan ponsel meningkat sebesar 14 persen pada kuartal ketiga 2012, di mana saat itu setiap orang bisa memiliki dua atau tiga unit ponsel, bahkan lebih dari itu.
Peningkatan pendapatan kelas menengah di Indonesia, menjadi pemicu bertumbuhnya ponsel di Indonesia. Terlebih, ponsel pintar atau smartphone telah mendominasi ponsel di Indonesia, di mana pada saat ini telah mencapai dua juta unit lebih dari 15,5 juta unit ponsel pada kuartal ketiga di 2012 lalu.
Memang, fenomena peningkatan penggunaan ponsel di Indonesia dapat dilihat dari sepak terjang konsumtivisme masyarakat yang mengacu pada tren mutakhir. Sepanjang sejarah perkembangan sektor telekomunikasi di Indonesia, telah terjadi pergeseran kebutuhan masyarakat yang berujung pada perubahan tingkat pertumbuhan. Dari setiap segmen jaringan telekomunikasi tersebut, fenomena yang dapat ditangkap jelas, bahwa telah terjadi pergeseran yang demikian cepat dalam setiap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang berbasis pada kabel (fixed wireline).
Mobilitas yang tinggi serta kebutuhan terhadap akses informasi yang cepat dan akurat dewasa ini telah menggeser preferensi masyarakat Indonesia dalam memilih moda telekomunikasi yang mereka gunakan. Hal ini secara tidak langsung juga dipicu oleh perkembangan Information and Communications Technology (ICT) di dunia yang mendorong pesatnya pertumbuhan teknologi ponsel dan nirkabel di Indonesia.
Sejak masuknya teknologi seluler seperti Global System for Mobile Communication (GSM) di akhir 1996, teknologi kartu prabayar di awal 1998, dan semakin maraknya penggunaan teknologi Code Division Multiple Access CDMA di 2002, membuat sebagian besar masyarakat mulai beralih menggunakan ponsel dan nirkabel karena dinilai lebih fleksibel dan dapat memenuhi kebutuhan akan mobilitas mereka yang tinggi.
Ini membuat dominasi telepon tetap kabel dalam penyediaan sambungan baru pun lambat laun digeser oleh telepon nirkabel dan seluler. Konsekuensinya, pertumbuhan teknologi komunikasi konvensional yang sejak dulu digunakan di Indonesia, yakni telepon tetap berbasis kabel kian melambat sebagaimana ditunjukkan oleh gambaran terkini yang terjadi di dalam masyarakat.
Dari gambaran ini tampak bahwa telepon seluler telah menjadi substitusi dari telepon tetap, khususnya telepon tetap kabel di Indonesia. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan fenomena yang terjadi di negara maju, di mana telepon seluler hanya menjadi komplementer dari telepon tetap. Salah satu faktor yang mempengaruhinya antara lain lantaran budaya masyarakat mereka yang sangat menghargai privasi serta kebijakan pemerintah mereka yang selaras dengan perkembangan ICT. Dengan berfokus pada perkembangan industri telekomunikasi dalam negeri, mereka dapat menjaga sinergi antara telepon tetap dan seluler agar berjalan beriringan.
Pemerintah diharap mampu memformulasikan regulasi yang dapat menjamin pemerataan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan industri jaringan tetap kabel yang kian melambat dengan berkaca pada realita ini. Pertumbuhan yang lambat di industri jaringan fixed wireline tersebut, sebenarnya masih dapat dioptimalkan karena teledensitas di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asean seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Agar bisa merumuskan kebijakan yang menjamin pemerataan akses telekomunikasi tersebut, demi mengoptimalkan pertumbuhan industri jaringan tetap kabel yang kian melambat, diperlukan kajian khusus yang komprehensif guna mengukur tingkat kinerja dan profitabilitas industri ini.
Oleh karena itu, seyogianya dilakukan pengkajian mengenai industri telekomunikasi jaringan tetap kabel, nirkabel, dan seluler di Indonesia secara komprehensif, baik dari sisi kuantitatif dan kualitatif, dengan menggunakan data sekunder dari perusahaan-perusahaan besar dominan di tiap jenis industri yang akan sangat representatif untuk menggambarkan industri ini.
Memang, menakar untung-rugi di balik derasnya pertumbuhan ponsel tidaklah semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika hal ini mengaitkannya dengan hitungan fulus yang kelak dapat membangun ekonomi kerakyatan di Indonesia.

21 November 2014

Travel Online Bukan Ancaman

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kehadiran pelaku bisnis travel online di Makassar, menurut Branch Manager Dwidaya Tour cabang Makassar, Henny Astri Ningsih, bukan menjadi pengalang bagi perkembangan usaha travel yang telah memiliki standarisasi pelayanan dan alamat yang jelas. Pelayanan yang diberikan pelaku bisnis travel online masih sangat terbatas, dan sangat jauh berbeda dengan travel beralamat jelas.
Layanan yang diberikan pebisnis travel online, sebagian besar hanya pada penjualan tiket domestik. Sedangkan untuk tiket internasional itu sangat terbatas. Selain itu, perusahaan travel berlamat jelas tentu tidak perlu lagi dipertanyakan kredibilitasnya, karena sebagian besar sudah menjadi member dari organisasi nasional dan internasional. Hampir semua produk perusahan airlines yang ada di dunia, mereka jual dijual pihaknya.
Dengan adanya kantor yang jelas dan standarisasi pelayanan yang diberikan, Henny yakin masyarakat akan bisa melihat kredibilitas sebuah perusahaan travel. Dengan demikian, kehadiran pelaku bisnis travel online bukan ancaman bagi perusahaan travel, yang notabene memiliki kualitas layanan dan kredibilitas sudah terjamin.
Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri kehadiran pelaku bisnis travel online cukup mempengaruhi penjualan produk mereka. Akan tetapi, hal itu hanya terbatas pada pelanggan yang sifatnya “walk in” dan juga untuk tiket domestik.
“Di luar layanan itu, penjualan masih terus bergerak bagus sesuai yang diharapkan perusahaan. Saat ini Dwidaya Tour juga memilih fokus untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Makassar, dalam hal pelayanan meeting dan travelingnya. Dengan demikian, market perusahaan bisa tetap terjaga,” tandas Henny.

KEBANGKITAN PARIWISATA DAN FENOMENA TRAVEL ONLINE

BLOGKATAHATIKU/EZTHIE F
BLOGKATAHATIKU - Seiring perkembangan industri pariwisata yang terus bergerak naik, juga didukung kemajuan teknologi di dunia maya, penjualan paket travel secara online pun ikut tumbuh bagai jamur di musim hujan. Bagaimana pengaruhnya bagi pebisnis travel yang memiliki fisik kantor jelas?
Setiap tahun, jumlah orang yang menggunakan jasa travel agent semakin banyak. Bahkan, maskapai penerbangan mencatat pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Jumlah penumpang yang menggunakan jasa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada 2013 lalu tercatat 9,6 juta penumpang, atau mengalami peningkatan 12,3 persen jika dibandingkan jumlah penumpang tahun sebelumnya.
“Pada 2012, jumlah penumpang pesawat udara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tercatat 8,5 juta penumpang,” ungkap General Manager Angkasa Pura Airport Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rachman Syafrie, dalam sebuah acara silaturahmi bersama jurnalis.
Selain itu, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga mencatat pergerakan pesawat mengalami peningkatan 13 persen. Di 2013, pergerakan pesawat tercatat 94.759 pergerakan, sedangkan pada 2012 hanya 82.870 pergerakan. Di 2014 ini, juga mengalami tren peningkatan dibandingkan sebelumnya, di mana Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diproyeksikan melayani 11,2 juta penumpang, dan lebih 105 ribu pergerakan pesawat.
Jumlah penduduk di Indonesia menempati salah satu urutan tertinggi di dunia. Selain itu, jumlah kelas menengah juga semakin tinggi. Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato kenegaraannya di gedung DPR memberikan apresiasi terhadap Kota Makassar yang mampu mengalahkan Tiongkok dalam pertumbuhan ekonominya. Menurutnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di atas sembilan persen dalam lima tahun terakhir. Sedangkan ekonomi Tiongkok belakangan ini cenderung melemah berkisar tujuh hingga 7,5 persen.
Semakin meningkatnya daya beli masyarakat, semakin tinggi taraf hidup dan kebutuhan mereka. Untuk memenuhi tujuan itu, mereka banyak menggunakan jasa bisnis travel agent. Melihat potensi bisnis yang ada, banyak pengusaha yang kemudian memilih terjun dalam bidang tersebut.
Bagi negara kepulauan dengan potensi wisata yang begitu luar biasa, Indonesia bisa menjadi lahan bisnis yang tepat untuk mengembangkan travel agent. Peluang bisnis tersebut bukan hanya dari turis dalam negeri, tetapi juga turis asing yang rela menempuh jarak ribuan kilometer untuk mengunjungi negeri ini. Tidak salah jika ada yang beranggapan bisnis travel agent sebagai pilihan menjanjikan untuk ditekuni.
Bukan hanya para travel agent yang memiliki alamat jelas yang mengambil peluang tersebut. Sebagai salah satu sarana pendukung untuk berbisnis, internet menawarkan solusi yang benar-benar efektif untuk pengusaha, khususnya bagi pemula. Pebisnis pun memanfaatkan internet untuk mengembangkan bisnis travel agent. Dengan berpromosi di website ataupun media sosial, mereka berjuang untuk mendapatkan lebih banyak klien, tanpa harus mengeluarkan biaya mahal berpromosi.
Salah satu pemain dalam bisnis travel online yang cukup getol memasarkan produknya adalah Nakeza Indonesia. Menurut pemiliknya, B Chandra, usaha ini sudah berjalan delapan bulan, dan menawarkan kepada pelaku usaha untuk bisa menjadi menjadi wirausahawan. Modal untuk menjalankan bisnis ini pun tidak terlalu besar. Hanya bermodal Rp 500 ribu, sudah bisa melakukan aktivitas ticketing dengan menggunakan merek dagang sendiri.
Meskipun demikian, ia menyarankan untuk menjalankan usaha travel online dengan modal minimal Rp 5 juta. Dengan demikian, mereka yang mau menggeluti bidang bisnis ini sudah memiliki sejumlah deposit, sehingga akan lebih memudahkan melayani konsumennya. Apalagi, peluang bisnis di bidang travel punya potensi sangat besar.
Selain sebagai induk usaha bisnis travel online, Nakeza Indonesia melakukan penjualan langsung ke konsumen. Kebanyakan yang menjadi konsumen dari Chandra adalah para pebisnis yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, dan tidak terlalu punya banyak waktu untuk melakukan transaksi di sebuah kantor travel. “Respons masyarakat sangat tinggi dan pasti untung lah menjalankan bisnis ini,” ujar Chandra tanpa merinci berapa keuntungan yang telah didapatkankan selama menjalankan bisnisnya.
Terkait harga tiket yang dijual, sebut Chandra, relatif sama dengan produk yang dijual kebanyakan usaha travel lain. Nominal harga yang ditawarkan sangat tergantung dari tenggang waktu konsumen membeli. “Apabila konsumen telah memesan lebih awal dari hari keberangkatannya, maka harga yang didapatkan jauh lebih murah. Ini berbeda jika konsummen memesan tiket pada hari yang sudah mendekati waktu keberangkatannya, tentu jauh lebih mahal,” alasannya.
Bagi masyarakat yang ingin mencari second job, bisnis travel online menurut Chandra, bisa menjadi pilihan yang tepat. Sambil menyelesaikan pekerjaan utama, mereka juga bisa menjalankan penjualan tiket. kepada mitranya.
Ketua Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (Asita) Sulsel, Didi L Manaba, mengungkapkan, melihat fenomena menjamurnya bisnis travel online di Makassar, harus disikapi secara bijak. Pelaku bisnis travel yang beralamat jelas, tidak perlu takut bersaing. Selain konsumen yang memilih menggunakan jasa travel online, pangsa pasar masyarakat yang memilih travel beralamat jelas masih terbuka sangat luas.
“Dengan memilih travel beralamat jelas, konsumen bisa aktif bertanya kepada petugas travel terkait produk yang dibeli, dan juga lebih mudah berkoordinasi apabila ada masalah. Itu tidak akan ditemukan apabila menggunakan jasa travel online. Untuk mendapatkan harga terbaik, konsumen bisa juga berkomunikasi langsung dengan petugas travel,” bebernya.
Mengenai harga yang ditawarkan kepada konsumen, Didi melihat persaingannya masih tergolong sehat. Pengusaha travel beralamat jelas juga bisa memberikan tawaran yang jauh lebih murah, karena mereka senantiasa melakukan koordinasi dengan mitra yang sama-sama bergerak di bidang industri pariwisata, seperti airlines dan hotel.
Meskipun perkembangan bisnis pariwisata di Indonesia belum mengalami perkembangan yang terlalu signifikan, tetapi pihaknya optimis hal tersebut secara perlahan akan berubah. Pasca peristiwa bom bali, industri pariwisata mengalami penurunan yang sangat drastis, bahkan pernah terpuruk. Akan tetapi, seiring tingkat kepercayaan dari dunia internasional yang sedikit demi sedikit mulai membaik, maka sekarang grafiknya sudah mulai naik, meskipun belum seperti dulu.
“Waktu 1990-an, destinasi wisata di Indonesia menjadi salah satu primadona. Ini terbukti dengan tingkat okupansi hunian hotel di Toraja waktu itu, rata-rata 60-70 persen,” ungkap Didi.
Sebagai wadah berkumpulnya pengusaha travel, Asita selama ini ikut berpartisipasi aktif memajukan industri wisata Indonesia. Di Sulsel, pengusaha travel yang sudah bergabung ke Asita berjumlah 180 usaha, dan masih banyak yang sudah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota organisasi tersebut. Yusuf Almakassary

14 November 2014

JADI DUTA PON XIX/2016, BANK BJB SIAP KAMPANYE MASIF


BLOGKATAHATIKU/EFFENDY WONGSO
BLOGKATAHATIKU - PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (Bank BJB), siap menjadi duta kampanye Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat (Jabar) dengan mengerahkan seluruh kantor cabang utama dan pembantunya di seluruh Indonesia.
Dalam lansirannya di Bandung belum lama ini, Direktur Kepatuhan Bank BJB, Zainul Arifin, mengungkapkan, pihaknya siap menjadi bagian kampanye dan sosialisasi masif terkait PON XIX/2016. Pasalnya, Bank BJB memiliki kantor cabang dan perwakilan di sejumlah provinsi Indonesia. “Kami siap menjadi bagian kampanye dan sosialiasi," optimisnya.
Menurutnya, PON XIX/2016 yang akan digelar di Jabar merupakan ajang besar dan strategis bagi pengembangan prestasi atlet di Indonesia. Sebagai bank yang berkantor pusat di Kota Bandung, Bank BJB yang notabene juga merupakan bank badan usaha milik daerah (BUMD) milik provinsi Jabar dan Banten, pihaknya ikut bertanggung jawab untuk mensukseskan dan mensosialisasikan kepada masyarakat Indonesia.
“Kami punya kantor cabang dan perwakilan di sejumlah kota besar di luar Jabar, nanti akan menjadi duta kampanye PON XIX/2016, menginformasikan dan mensoalisasikan kepada masyarakat di daerah itu,” imbuhnya.
Zainul menyebutkan, bank-bank cabang pihaknya berada di Jakarta, Banten, Jateng, Jatim, Yogyakarta, Denpasar, Makasar, Balikpapan, Palembang, Lampung, Medan, Riau, dan Batam. Dari kantor Bank BJB di daerah itu, akan menjadi tempat sosialisasi PON, dengan mengemasnya dalam nuansa PON XIX/2016 Jabar.
“Bersama komunitas masyarakat Sunda di daerah itu, Bank BJB siap melakukan kampanye PON XIX/2016, tentunya dalam koridor yang ditetapkan dalam rangka promosi perusahaan dan program Pemprov Jabar,” alasannya.
Ditambahkan, PON XIX/2016 Jabar merupakan ajang strategis, tidak hanya bagi pengembangan prestasi atlet, tetapi juga bagi ajang promosi produk, sponsorship, kepariwisataan, serta lainnya. “Terlebih, PB PON XIX/2016 Jabar akan menggelar ajang itu secara gebyar dan besar-besaran. Tentunya, ini memberikan dampak positif bagi pemberdayaan ekonomi dan juga promosi produk bagi dunia usaha,” paparnya.
Di sisi lain, ia menyebutkan sebagai bank yang besar dan berkembang di Jabar, Bank BJB memiliki komitmen kuat untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan pekan olahraga nasional itu. “PON 2016 bukan kegiatan olahraga Pemprov Jabar atau KONI Jabar saja, namun kegiatan bersama, semua pemangku kepentingan  di provinsi ini," tandas Zainul. Effendy Wongso/Foto: Effendy Wongso

KEZIA MAUREEN


BLOGKATAHATIKU/IST

Kezia Maureen
Public Relations Manager Aston Makassar
“Siap Terima Tantangan Kompetisi Sektor Perhotelan”

BLOGKATAHATIKU - Keberhasilan sebuah hotel dalam meningkatkan okupansi, tentu tak lepas dari kejeniusan manajerial maupun gagasan pemasaran yang jitu dari orang-orang di belakangnya. Sebut saja peran seorang public relations, atau marketing communication (marcomm) and promotion, misalnya. Pasalnya, jika merunut tugasnya, mereka merupakan ujung tombak sebuah hotel dalam memasarkan produk-produknya kepada pelanggan.
Kesuksesan Aston Makassar sebagai salah satu hotel ternama dengan grafik inap tamu yang cukup tinggi, tentu tak dapat dilepaskan dari peran Kezia Maureen. Berkat gagasan manajerialnya yang cemerlang pulalah, wanita yang menjabat Public Relations Manager Aston Makassar ini dapat dianggap figur penting di tempatnya mengabdi.
“Selain berinteraksi langsung dengan tamu, tugas public relations atau marcomm and promotion adalah merencanakan kegiatan promosi dan kerja sama dengan pihak ketiga semacam event organizer (EO) maupun agensi,” ungkap Maureen, saat ditemui beberapa waktu lalu di Olympus Restaurant, Aston Makassar.
Di luar itu, ia mengaku dengan semakin kompetitifnya sektor perhotelan di Makassar, maka mau tidak mau pihaknya harus menyikapi tantangan tersebut. Salah satunya adalah dengan tetap memberikan pelayanan dan servis maksimal kepada pelanggan. “Kami juga harus tetap menjaga hubungan baik dengan relasi, mitra, maupun pengguna jasa perhotelan,” cetus kelahiran Tangerang, 20 Februari 1992.
Selain itu, sebut ibu dari Geoffrey M Leroy, sebuah perusahaan akan dapat survive dan terus berkembang bila memiliki team work yang baik, termasuk public relations atau marcomm and promotion dengan kemampuan yang memadai.
Terkait kariernya di dunia perhotelan, penyuka avonturir tersebut mengaku jika sangat senang melakoni kariernya saat ini. “Saya senang bertemu banyak orang, kenalan baru dengan sifat, karakter, dan budaya yang berbeda-beda,” imbuhnya.
Sebelumnya, saat belum menggeluti dunia perhotelan, istri Reynaldo tersebut pernah berprofesi sebagai pramugari inbound-outbound dan tour leader, dengan latar belakang pendidikan pariwisata di St Laurensia Tourism Vocational High School, Alam Sutera, Tangerang.

08 November 2014

AAdC 2014

Oleh Line

Detik tidak pernah melangkah mundur
tapi kertas putih itu selalu ada
waktu tidak pernah berjalan mundur
dan hari tidak pernah terulang
tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru
untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab
love life line

BANK BJB SOSIALISASIKAN BJB DIGI


BLOGKATAHATIKU/EFFENDY WONGSO

BLOGKATAHATIKU - Songsong kepraktisan di era digital, Bank BJB mensosialisasikan layanan baru bagi nasabahnya di Makassar, yakni BJB Digi. Layanan merupakan mobile Banking BJB yang dilengkapi fitur seperti BJB Net, BJB SMS, BJB Info, dan BJB Call.
Pemimpin Cabang BJB Makassar, Iwan Gartiwa Dewantara, dalam keterangannya Selasa (30/9), mengungkapkan, untuk mengoperasikan layanan tersebut cukup mudah sebab untuk pengguna Android cukup mengunduh aplikasi “bjb digi” melalui playstore.
Dijelaskan, sebelum menikmati fitur atau layanan dalam BJB Digi, nasabah terlebih dulu harus melakukan registrasi atau aktivasi melalui ATM. “BJB Digi menjadi platform elektronik kemudahan transaksi nasabah, ‎seperti tarik tunai, transfer, pembayaran kartu kredit, pajak, llistrik, voucher pulsa, dan lain-lain,” paparnya.
Menurut Iwan, layanan BJB Digi sangat memudahkan nasabah Bank BJB, apalagi di era digital sekarang, pihaknya senantiasa berupaya menyediakan sarana bertransaksi yang lebih praktis, aman, dan efisien. Effendy Wongso/Foto: Effendy Wongso

07 November 2014

TELKOM SIAP WUJUDKAN INDONESIA GLOBAL NETWORKS



BLOGKATAHATIKU - Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) telekomunikasi, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) semakin menunjukkan komitmennya mewujudkan visi “to become a leading telecomunication, information, media, edutainment, and services (TIMES) player in the region”.
Telkom melalui anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), semakin mantap mengembangkan bisnis internasional Telkom Group, mulai ekspansi bisnis ke 10 negara, hingga menggelar infrastruktur jaringan serat optik yang menghubungkan berbagai belahan dunia.
Tidak hanya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar Indonesia, Telkom siap mewujudkan “Indonesia Global Networks” melalui pembangunan kabel laut internasional. Setelah sebelumnya ikut dalam pembangunan sistem komunikasi kabel laut yang menghubungkan Indonesia ke negara-negara Eropa melalui konsorsium South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) pada 7 Maret lalu,  kini Telin kembali bergabung bersama operator kelas dunia lainnya dalam konsorsium South East Asia-United States (SEA-US) melakukan penandatanganan kontrak kerja bersama pembangunan sistem kabel laut international yang menghubungkan Indonesia ke belahan timur hingga Amerika.
Selanjutnya Telkom juga sudah mengantongi rencana pembangunan jaringan kabel laut yang diberi nama “Indonesia Global Gateway” guna menghubungkan SEA-ME-WE 5 dengan SEA-US. Ketiga infrastruktur besar kabel laut berskala dunia ini melengkapi infrastruktur internasional yang telah dimiliki Telin sebelumnya.
Penandatanganan konsorsium SEA-US dilakukan Presiden Direktur Telin, Syarif Syarial Ahmad, bersama perwakilan konsorsium lainnya di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (28/8), dan dihadiri Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, Direktur Wholesale and International Services Telkom, Ririek Adriansyah, dan Direktur Network, IT and Solution Telkom, Rizkan Chandra.
Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer, yang membentang dari Indonesia ke Amerika. Kabel laut SEA-US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, AS), dan Los Angeles (California, AS).