07 June 2014

PEMERINTAH AMANKAN KEBUTUHAN POKOK

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU, MAKASSAR - Pemerintah melalui Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sulsel dalam mengantisipasi pengamanan kebutuhan bahan pokok jelang pemilihan presiden (Pilpres), Ramadan, dan Lebaran di 24 kabupaten, akan menerapkan lima strategi penangan kebutuhan pokok.
 Lima strategi yang dimaksud Kepala Disperindag Sulsel, Hadi Basalamah, pertama, pemerintah akan memudahkan akses masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok di 24 kabupaten.
“Kedua, pemerintah akan memperlancar penunjang distribusi, bekerja sama dengan pihak pihak pendukung distribusi seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan pihak perhubungan untuk memprioritaskan bongkar muat bahan pangan untuk disebarkan di tiap kabupaten di Sulsel,” jelasnya beberapa waktu lalu di Makassar.
Yang ketiga, sebut Hadi, pemerintah akan menstabilitaskan harga dengan mengadakan operasi  pasar setiap minggunya. “Kami berharap, dengan adanya operasi pasar ini, akan memberi rasa nyaman dan aman kepada masyarakat. Mereka akan  akan memperoleh harga bahan pokok yang lebih terkontrol. Dengan danya pemantaun rutin tiap minggunya, kami bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar,” paparnya.
Sementara strategi keempat adalah mengadakan pasar murah, di mana pasar ini akan menjual harga lebih murah ketimbang tahun lalu yang sebesar 40 persen. “Sementara ini kami sedang melakukan konsolidasi dengan distributor, produsen, agen dinas terkait, perbankan, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kami akan terus mengemas ini menjadi salah satu poin penting saat menghadapi Pilpres, Ramadan, dan Lebaran mendatang,” urai Hadi.
Adapun strategi kelima, pemerintah akan menghadirkan posko ketahanan pangan, di mana pos ini akan menjadi sarana komunikasi masyarakat menyoal masalah pangan. Menurutnya, pemerintah telah menginstruksikan kepada pihaknya untuk melakukan langkah cepat.
Hal itu dapat dilihat dari terbitnya surat Gubernur Sulsel Nomor 511 tanggal 26 Mei 2014, yang menyerukan agar seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel proaktif dalam melakukan pemantauan harga di tiap wilayahnya.
“Ini termasuk menyiapkan stok dan sarana prasarana sehingga akses untuk mendapatkan pangan secara mudah,” tandas Hadi.