07 June 2014

JELANG RAMADAN, KONSUMSI MASYARAKAT MENINGKAT

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU, MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah I  Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), dalam hal mengukur tingkat konsumsi masyarakat Wilayah Sulampua periode Mei 2014, melakukan beberapa survei, di antaranya melakukan Survei Kosumen (SK) dan Survei Penjualan Eceran (SPE).
Direktur BI Wilayah I Sulampua, Causa Iman Karana, mengatakan, komsumsi  masyarakat Sulampua, khususnya Sulsel terus menguat seiring masa liburan sekolah dan Ramadan.
“Konsumsi masyarakat Sulsel pada Mei semakin menguat, hal ini terindikasi  dari penguatan indeks penjualan riil, dan indeks keyakinan konsumen, serta pertumbuhan kredit komsumsi,” ujarnya di Makassar, Jumat, 30 Mei 2014.
Dijelaskan, secara umum konsumsi masyarakat Sulsel tetap dalam tren penguatan seperti yang terlihat pada indikator indeks penjualan riil (IPR), yang meningkat secara bulanan maupun tahunan, masing masing sebesar 2,42 persen (mtm) dan 5,72 persen (yoy).
Peningkatan bulan tersebut, sebut Causa, lebih tinggi dibandingkan kenaikan IPR pada April yang tercatat naik 1,5 persen secara bulanan (mtm) atau sebesar 3,75 persen secara tahunan (yoy), bila dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
“Dari tujuh kelompak barang yang disurvei, secara bulanan semua kelompok barang tersebut mengalami kenaikan, kecuali bahan bakar kendaraan bermotor. Namun, apabila dilihat perkembangan tahunan (yoy), hampir semua kelompok  mengalami kenaikan, kecuali kelompok suku cadang dan kelompok peralatan, serta perlengkapan komunikasi,” bebernya.
Lebih lanjut, Causa memaparkan, konsumsi masyarakat pada bulan laporan mencerminkan pemenuhan kebutuhan jangka menengah panjang, ditunjukkan kenaikan penjualan pada kelompok yang sifatnya durable seperti mebel, bahan konstruksi dari tanah liat, pasir, dan semen yang mengalami kenaikan sebesar 7,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, atau 3,04 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya.
Sementara, kelompok barang yang juga mengalami pertumbuhan tinggi adalah kelompok barang lainnya seperti kacamata, perhiasan, jam, serta alas kaki, yakni sebesar 13,14 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, atau 4,43 persen (mtm) lebih tinggi dari sebelumnya.