08 June 2014

JELANG RAMADAN, APINDO IMBAU PANTAU DISTRIBUSI

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU, MAKASSAR - Aksi antisipasi kenaikan harga jelang Ramadan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah memperkuat jalur distribusi dan penguatan stok, khususnya untuk komoditi pangan dan tanaman hortikultura di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketua Apindo Sulsel, Latunreng, mengatakan, kenaikan harga bahan pangan jelang Ramadan, merupakan kalender tahunan yang sudah berulang terjadi. Tahun ini diproyeksi kenaikan akan terjadi pada bahan pokok pangan dan tanaman hortikultura di pasaran.
“Jika kenaikan harga bahan pokok kembali terjadi jelang Ramadan tahun ini, itu artinya peran dan regulasi pemerintah dinilai sangat lengah mengantispasi hal ini,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin, 2 Juni.
Dijelaskan, jalur distribusi dan pemantapan stok merupakan hal krusial dalam mempengaruhi kenaikan. Jika distribusinya lambat, pastinya akan mempengaruhi harga lantaran stok pangan yang ada di pasaran akan menipis, sementara animo konsumsi pasar jelang Ramadan signifikan meningkat.
Latunreng mencontohkan, jika sebuah jembatan yang roboh harus cepat diperbaiki, agar menghindarkan kemacetan yang bisa mempengaruhi lambatnya akses distributor dalam memasok bahan pangan ke daerah daerah di Sulsel.
Idealnya, menurut Latunreng, dalam menghadapi bulan Puasa tahun ini, harga seharusnya tidak melejit, paling tidak pemerintah harus telah menyiapakan stok minimal cukup hingga dua bulan ke depan. “Jika hal ini sudah mantap, tidak akan ada alasan dari pihak pengusaha untuk menaikan harga,” imbaunya.
Diungkapkan, salah satu kunci dalam mengantisipasi kenaikan harga adalah pemerintah harus memudahkan hal terkait distribusi dan transportasi. “Ini tentunya akan menjadi barometer agar tidak seenaknya menaikkan harga di pasar. Tetapi yang utama, memastikan kesiapan pasokan dan dsitribusi, sehingga tidak ada gejolak harga yang terjadi di Sulsel,” pesan Latunreng.