08 June 2014

BANK MANDIRI GENJOT WIRAUSAHAWAN MUDA

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU, MAKASSAR - Guna mengembangkan kreativitas anak muda yang ingin berwirausaha, Bank Mandiri saat ini giat melakukan berbagai workshop kewirausaan. Salah satu bank terbesar di Indonesia ini, kembali merangkul kawula muda melalui program workshop Wirausaha Muda Mandiri (WMM).
Sekitar lima ratus mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar mengikuti workshop yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Grand Clarion, Jalan AP Pettarani, Kamis, 22 Mei 2014 tersebut.
Workshop juga merupakan bagian dari program WMM. Tahun ini, workshop WMM diselenggarakan di empat kota, yakni Makassar, Semarang, Medan, dan Jakarta, dengan total peserta mencapai dua ribu mahasiswa. Di Makassar, sebanyak seribu mahasiswa telah mengikuti workshop WMM sejak diadakan pada 2012 hingga saat ini.
Executive Vice President Bank Mandiri, Panji Irawan, mengatakan, Bank Mandiri ingin memacu generasi muda Indonesia untuk mampu berwirausaha, dan menciptakan karya serta inovasi yang mampu mendukung kemajuan perekonomian di Tanah Air.
“Bank Mandiri berkomitmen mendorong tumbuhnya semangat entrepreneurship di kalangan mahasiswa, sehingga lahir kesadaran dalam diri mereka untuk menjadi job creator, tidak lagi job seeker,” pesannya.
Workshop yang dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang ini, Bank Mandiri menghadirkan pembicara dari kalangan pelaku bisnis berusia muda, Mira Lesmana dan Christian Soegiono, serta wirausahawan muda Mandiri, Irmansyah Budi Prasetyo dan Andi Syahwal Mattuju.
Selain itu, Bank Mandiri juga akan membuka pendaftaran program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri, Mandiri Young Technopreneur, dan Mandiri Socialpreneur 2014 secara online pada Juni 2014 agar semangat kewirausahawan muncul di antara mereka.
Kepala Kantor Wilayah X Bank Mandiri Makassar, Purnomo C Akoso, menambahkan, program WMM, merupakan kepedulian dan dukungan Bank Mandiri dalam menciptakan pelaku wirausaha dari kalangan mahasiswa. Pencarian bibit wirausaha muda baru, dimulai dari implementasi modul kewirausahaan di perguruan tinggi negeri dan swasta. Sedangkan pembinaan berwirausaha dilakukan melalui pendidikan berwirausaha, pendampingan berwirausaha, dan promosi.
“WMM akan mampu mengubah cara pandang mahasiswa tentang wirausaha, menjadikan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagi sektor idaman untuk berkarya, meningkatkan kualitas dan jumlah usaha kecil. Program ini juga dapat meningkatkan peran perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai pilar dan penggerak perekonomian bangsa,” paparnya.
Business Development Manager PT Bank Mandiri Kantor Wilayah X Makassar, Sugiamin, mengatakan, hingga kini jumlah WMM sudah mencapai lima ribu orang alumni WMM.
“Di Makassar, pendaftar WMM Kanwil X Makassar pada 2010 sebanyak 189 orang, 2011 ada 227 orang, 2012 ada 229 orang, serta pada 2013 lalu, ada 756 orang. Nah, di 2014 ini ada 745 orang pendaftar,” bebernya.
Masing-masing wirausahawan tersebut dibekali buku modul wirausahawan. Untuk kategori usaha, terdiri dari industri dan perdagangan, sedangkan untuk jasa terdiri dari dua, yakni tata boga dan kreatif. Di Makassar, baru ada dua kampus negeri yang mendapatkan fasilitas WMM tersebut, yakni Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Hasanuddin (Unhas), serta sebentar lagi akan masuk ke Universitas Negeri Makassar (UNM).
Sugiamin melanjutkan, pendaftar rata-rata dua ratus orang per tahun sejak berdiri pada 2007 silam. Ada 1.900 orang yang sudah aktif sebagai usahawan muda. Setiap tahun, Bank Mandiri, dengan menggunakan konsultan bisnis, action couch, memberikan pelatihan, bootcamp teori, dan praktik. Setelah itu, melalui seleksi, dirankinglah untuk mendapatkan enam orang finalis setiap wilayah WMM, lalu dikirim ke Jakarta.
“Kami juga memberikan pengajaran kompetensi kepada dosen pengajar wirausaha melalui konsultan bisnis action couch,” bebernya.
Salah seorang alumni WMM, Andi Mattuju, yang bergerak di bidang jasa kreatif, yakni Mattuju Fotografi Indonesia, yang memulai usahanya lewat fasilitas WMM, kini sukses mendulang laba, bukan hanya di Makassar namun hampir seluruh Indonesia menggunakan jasa video dan pemotretannya.
“Saya sangat merasakan manfaat dari fasilitas WMM ini. Ke depannya, semoga adik-adik mahasiswa yang lainnya pun turut mendaftarkan diri dan merasakan manfaat WMM dengan omset hingga puluhan juta rupiah. Jangan hanya mau menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tetapi jadi pengusaha sukses itu akan membuat lebih mandiri, dengan tidak bergantung pada waktu dan jam kerja,” tandasnya.