02 May 2014

PEMKAB JENEPONTO TEKEN MOU DENGAN INVESTOR

BLOGKATAHATIKU/PRIBADI
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto menyelenggarakan kegiatan seminar sehari pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang mengusung tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Energi Menuju Kabupaten Jeneponto yang Berdaya Saing”. Kegiatan yang diselenggarakan Sabtu (26/4) tersebut, selain dihadiri jajaran Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) terkait, juga dihadiri beberapa undangan umum, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan anggota dewan Kabupaten Jeneponto.
Dalam sambutan Bupati yang diwakili Asisten II Pemkab Jeneponto, Nur Alam, mengatakan pihaknya merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pasalnya, hal ini merupakan momentum yang pertama kali dilaksanakan di Jeneponto.
“Selain sebagai rangkaian acara perayaan hari jadi Jeneponto yang ke-150, kegiatan ini juga diharap bisa menjadi langkah yang baik untuk membangun Jeneponto ke depannya,” ungkapnya.
Seminar yang berlangsung enam jam ini, menampilakan persentasi akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Ikrar Muhammad Saleh. Dalam pemaparannya, ia mengatakan Jeneponto merupakan daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih baik lagi.
“Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk membantu proses pembangunan daerah ini adalah bermitra dengan investor. Pemkab Jeneponto sebaiknya mengomunikasikan potensi daerahnya melalui Virtual Trade Show (VTS) dan wisata live investment dengan tujuan mendatangkan investor yang berkualitas,” sarannya.
Sementara, Ketua Program Pasca Sarjana Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar (UNM), Haidar Akib yang juga menjadi pemakalah kedua dalam seminar ini, mengatakan Jeneponto memiliki 100 item keunggulan, sehingga kalau ibu kota Sulsel, Makassar di pindahkan, maka salah satu alternatifnya adalah Jeneponto,” asumsinya.
Haidar menambahkan, pelaku usaha dan pemerintah perlu bersinergi guna memberikan pelayanan yang benar agar  Badan Usaha Milik Daeran (BUMD) bisa terbentuk dengan baik.
Direktur Utama PT Duta Finansi Mandiri, Machmud Achmad selaku  konsultan manajemen pembangunan yang bermitra dengan pemerintah Jeneponto, juga hadir sebagai pembicara ketiga. Dalam pemaparannya, ia berhadap pembentukan BUMD bisa memberikan sumbangsih untuk PAD.
“Banyak industri yang bisa dikelola bersama, apalagi Jeneponto merupakan daerah yang sangat strategis, baik potensi alamnya maupun letak geografisnya, untuk dibangun beberapa industri besar, misalnya pengelolaan blok migas Karaeng Eta,” sebutnya.
Duta Finansi Mandiri sendiri merupakan perusahaan holding invesment yang salah satu “core” bisnisnya pada bidang konsultan pembangunan, dan sudah memiliki reputasi nasional sebagai mitra beberapa daerah di Indonesia dalam pembentukan BUMD. Dalam seminar ini, Duta Finansi Mandiri menghadirkan beberapa calon investor dari badan usaha nasional maupun badan usaha asing yang tertarik untuk berinvestasi di Jeneponto.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Jeneponto dan Duta Finansi Mandiri, juga Isar Aryaguna Holding Company (IAHC), untuk pembangunan beberapa industri di Jeneponto. (blogkatahatiku.blogspot.com)