24 May 2014

JOKOWI-JK DIPROYEKSI MENANG, EKSPEKTASI PASAR MODAL SUMRINGAH

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY WONGSO
Pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengekspektasikan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) bakal memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Selama menanti hasil Pilpres pada 9 Juli, investor mengoleksi saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memiliki fundamental kuat. Diproyeksi, ketika Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pilihan pasar terpilih, sentimen positif akan semakin terlihat, paling tidak beberapa bulan ke depan.
Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama BNI Securities, Ananta Wiyogo, Kamis, 23 Mei di Jakarta. “Market kan condong ke Jokowi-JK, dan kalau itu terealisasi, jelas katalis efek positifnya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan,” ungkapnya.
Dijelaskan, ekspektasi pasar modal yang sumringah sudah terlihat sejak deklarasi pasangan Capres dan Cawapres usungan empat partai tersebut. “Kita lihat sendiri, ekspektasi asing itu siapa pemenangnya. Tetapi kalau kita melihat dalam beberapa hari ini, mereka mengumpulkan saham-saham yang fundamentalnya bagus, itu menandakan bahwa mereka melihat secara long term view, dan jelas bursa di BEI arahnya akan lebih baik,” bebernya.
Pelaku pasar modal yang mengekspektasikan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla akan memenangkan Pilpres tahun ini juga dilansir oleh Bloomberg. Dikemukakan, kemenangan calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), akan menentukan arah investasi oleh investor di masa yang akan datang.
Selama menanti hasil Pilpres pada 9 Juli, investor mengoleksi aset yang memiliki fundamental kuat. Investor memiliki ekspektasi positif terhadap ekonomi Indonesia untuk jangka panjang. Ananta menyebut, setelah publik mengetahui Capres dan Cawapres, sentimen negatif Pemilu di pasar modal hilang. Pasalnya, selama menanti hasil Pilpres, pergerakan saham diproyeksi relatif stagnan karena spekulasi berkurang.
Sebelumnya, Selasa, 20 Mei, kepastian pasangan Capres dan Cawapres yang akan berlaga di Pilpres, tidak mampu mendongkrak IHSG. Bahkan, aksi ambil untung di pasar modal berlanjut hingga sesi penutupan. Hasilnya, indeks pun terjungkal ke bawah level 5.000. Saat itu, indeks saham longsor 2,37 persen ke level 4.895,96.
Kendati harga saham domestik tertekan, namun investor asing masih membukukan pembelian bersih senilai Rp 508,67 miliar. Total jenderal, pada tahun ini, asing sudah membukukan net buy Rp 41,18 triliun.
Melemahnya indeks di awal deklarasi Jokowi-JK lantaran pasar melihat pertarungan Pilpres antara Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diprediksi bakal sengit lantaran kedua pasangan itu memiliki kans sama besar. Terlebih setelah dukungan Partai Golkar dan beberapa partai politik lainnya ke Prabowo-Hatta menguat.
Pasar khawatir, kans Jokowi-JK memenangi Pilpres menipis. Memang, selama ini Joko Widodo adalah Capres idola pasar. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei terhadap 20 analis pasar modal, mayoritas analis memang mengharapkan Jokowi-JK memenangi Pilpres. Di mata analis, masing-masing pasangan memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalaupun Jokowi-JK terpilih, akan kesulitan mewujudkan program-programnya lantaran dukungan politik di legislatif kurang.
Kepala Riset Henan Putihrai, Ibnu Anjar Widodo, saat dikonfirmasi terkait kecemasan dan fluktuatif pasar modal jelang Pilpres, mengatakan, koalisi yang dibangun Partai Gerindra akan membebani Jokowi apabila maju sebagai presiden. Sebaliknya, Prabowo-Hatta lebih mudah menjalankan program-programnya apabila menang lantaran pasangan ini menguasai 52 persen kursi Dewan Perwailan Rakyat (DPR).
“Kalkulasi politik inilah yang awalnya direspons negatif pasar, sehingga membuat indeks saham melemah. Terus terang, pasar lebih menyukai pasangan Jokowi-JK karena program-programnya lebih pro pasar. Apalagi, jejak rekam kepemimpinan pasangan ini sudah teruji,” imbuhnya.
Namun jelang beberapa hari, pasar modal kembali sumringah atas sentimen positif. Beberapa lembaga survei yang memproyeksikan Jokowi-JK dapat memenangkan Pemilu tahun ini, bakal berkontribusi mengerek naik IHSG hingga hampir menyentuh level 5.200. Apabila benar-benar terpilih, pasangan ini diprediksi dapat mengerek IHSG pada level yang lebih tinggi, 5.600. (blogkatahatiku.blogspot.com)