02 May 2014

BIMBINGAN TEKNIS BAGI KOMPETENSI UMKM

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY WONGSO
Agar mampu berkompetensi dan memiliki daya saing, serta menciptakan keterampilan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya dalam membuat desain kemasan hasil produksinya, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar menggelar lokakarya “Bimbingan Teknik Design Kemasan Produk UMKM” bagi pelaku UMKM di Hotel Yasmin, Jalan Jampea, Makassar, Selasa (22/4).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Gani Sirman, berharap seluruh pelaku UMKM yang berkisar 200 orang, yang mewakili UMKM di 14 kecamatan di Makassar, mampu meningkatkan kompetensi, terutama pengetahuan tentang peningkatan produk desain kemasan.
“Saya harap, melalui lokakarya seperti ini, kita dapat memahami mekanisme pelayanan terhadap kosumen, khususnya terkait pengetahuan tentang sertifikasi halal yang akan ditera dalam kemasan produk UMKM,” urainya.
Dijelaskan, desain produk yang baik akan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen, sehingga hasil produk dapat tembus di pasar nasional. Untuk itulah, Gani berpesan agar pelaku UMKM harus menjalin kemitraan yang baik dengan konsumen. “Ya, tentunya dengan menghasilkan produksi yang menarik dan berkualitas agar konsumennya menjadi loyal,” ungkapnya.
Selain itu, Gani menyebut jika kegiatan ini adalah salah satu bentuk untuk meyakinan para pelaku usaha bahwa kualitas desain dalam suatu produk sangat penting.
Sementara, Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan dan Sosial, Ibrahim Saleh, meyampaikan, bimbingan teknis bagi pelaku UMKM adalah suatu kegiatan yang efektif melahirkan UMKM yang tangguh, mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
“Dengan demikian, UMKM akan mampu menghadapi terpaan krisis ekonomi. Apalagi, UMKM memiliki nilai strategis karena posisinya diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, UMKM juga telah menunjukkan kontribusi penting bagi perkembangan ekonomi Indonesia saat ini,” bebernya.
Ibrahim berharap, kegiatan semacam ini dapat berkesinambungan, sehingga apa yang dicita-citakan bersama untuk menciptakan ekonomi kerakyatan dapat terwujud, terutama bagi pelaku UMKM. (ChaeranI/blogkatahatiku.blogspot.com)