11 April 2014

WARGA TIONGHOA ANTUSIAS GUNAKAN HAK SUARA

Foto: Effendy Wongso
Tingkat pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) DPR, DPD, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota 2014 di daerah pecinan meningkat. Hal itu terlihat dari dua kawasan pemilihan, Kecamatan Wajo dan Bontoala. Dari kedua tempat tersebut, warga Tionghoa terlihat antre untuk menggunakan hak pilih maupun memberikan suaranya dalam Pemilu 2014.
Ditemui di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001 hingga 008, SD Negeri Sangir, Jalan Sangir, Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Makassar, Rabu 9 April, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Wajo, Hasdy, menegaskan hal yang sama.
“Tahun ini antusiasme warga Tionghoa untuk mengikuti Pemilu cukup tinggi. Saya melihat, saat ini warga Tionghoa sudah lebih antusias dan cerdas. Buktinya, sebelum mencoblos mereka lebih dulu memilah dan mengecek calon legislatif (caleg) yang akan mereka pilih,” ujar pria Tionghoa yang juga menjabat Wakil Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel ini.
Selain itu, sebut Hasdy, ada beberapa warga Tionghoa yang termasuk dalam kelompok disabilitas tetap ikut mencoblos. “Ya, seperti terlihat pagi ini di Kelurahan Pattunuang, bahkan ada warga yang tetap menggunakan hak pilihnya meskipun menggunakan kursi roda,” beber pria kelahiran Makassar, 9 Maret 1969 ini.
Hasdy menilai, faktor ini juga tidak terlepas dari peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang giat melakukan sosialisasi kepada warga, khususnya di daerah pecinan. “Pihak kami dari PPK Kecamatan Wajo memang sudah sedari dulu mensosialisasikan prosedur pencoblosan, apalagi sosialisasi juga gencar dilakukan lewat media massa seperti televisi, radio, dan media lainnya. Sehingga hal ini berkontribusi atas peningkatan maupun antusiasme warga untuk memilih,” paparnya.
Pria yang juga kolumnis di beberapa media cetak ini mengungkapkan, warga pemilih di kecamatan yang dibawahinya diikuti mayoritas warga Tionghoa. “Warga di Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, memang 70 persen dihuni warga Tionghoa. Sejauh ini, hampir seluruh warga Tionghoa yang punya hak pilih ikut serta sehingga Pemilu 2014 kali ini cukup lancar,” bebernya.
Sejauh ini, sebut Hasdy, berdasarkan data KPU, ada 26.595 orang pemilih di Kecamatan Wajo, dengan 65 TPS yang ada.
Pihaknya berharap, antusiasme warga Tionghoa dalam Pemilu berikutnya dapat terus dipertahankan. “Ke depannya, kami berharap agar warga Tionghoa dapat terus menggunakan hak pilihnya dengan baik, sehingga dapat memilih wakil rakyat yang sesuai dengan aspirasi mereka,” pesan suami Jola Sita Najah ini.
Suami Jola Sita Najah ini menambahkan, dengan demikian wakil rakyat terpilih tersebut dapat membangun daerah sesuai program-program kerakyatan yang mereka emban sebelumnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)