19 April 2014

WANITA DAN BISNIS EO

BLOGKATAHATIKU/PRIBADI
Pertumbuhan Event Organizer (EO) atau penyelenggara kegiatan di Makassar tumbuh cukup signifikan. Jika dilihat ke belakang, banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Tidak saja ekonomi, tetapi komitmen diri untuk memberikan hasil kerja yang maksimal, agar acara yang ditangani bisa terlihat lebih menarik. Beberapa pelaku bisnis di bidang tersebut, rata-rata dijalankan wanita.
Sebut saja Icha Z Lili yang mendirikan 3 Pro Entertainment bersama rekannya Era Elvani. Mereka sudah melahirkan banyak event fenomenal, salah satunya adalah The  International Women Exhibition “Female On The Move (Femme), yang setiap tahun dilaksanakan di Makassar.
Awal merintis bisnis EO, menurut Icha, dimulai dari membuat sebuah proyek percobaan, event bertema tembang kenangan bersama dua orang temannya. Salah satunya yaitu Endang Palupi, yang juga sekarang mengelola EO bernama Mamex. Setelah melihat acara tersebut sukses, Icha dan Era memutuskan membuat perusahaan EO yang diberi nama 3 Pro Entertainment.
Jalur yang digarap untuk pertama kali kebanyakan kegiatan konser artis. Setelah dianggap sudah cukup matang, maka masuklah 3 Pro entertainment menangani event-event korporasi. Event pertama yang dikerjakan adalah milik perusahaan seluler terbesar Telkomsel. “Bagi saya, menjalankan bisnis EO itu lebih ke bagaimana cara mengemas suatu konsep atau ide. Itulah yang kami jual ke klien,” tutur Icha.
Apalagi menurut Icha, sebagai wanita dirinya merasa memiiki insting seni yang lebih baik dibandingkan kaum pria. Hal tersebut sangat sejalan dengan rekannya Era Elvani yang juga wanita. Untuk business plan perusahaan, lebih banyak ditangani oleh Era. Saat ini 3 Pro Entertainment sudah memasuki usia yang ke-12 tahun. Sebuah pembuktian kemampuan dua orang wanita ini.
Cukup berbeda dengan pengalaman Farach Dybha yang mendirikan sebuah perusahaan EO bernama Dee Management. Saat mendirikan usaha tersebut, menurut wanita yang akrab disapa Wawa, dirinya tidak terlalu memikirkan yang namanya modal kerja. Akan tetapi, setelah menggeluti lebih dalam, ternyata perusahaan EO juga membutuhkan modal kerja untuk membesarkan bisnis yang digelutinya.
Untuk menjadi sebuah EO yang dipandang kredibel, menurut Wawa, harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya punya modal finansial, punya kantor sendiri yang dilengkapi dengan staf. “Dulu kan banyak EO yang anggotanya hanya bersifat cabutan saja. Tetapi ternyata itu akhirnya menyusahkan untuk mendapatkan job event. Akhirnya semua unsur tadi saya penuhi di perusahaan EO yang saya bentuk,” ujar Wawa.
   Meskipun usia Dee Management masih terbilang baru, akan tetapi kepercayaan yang didapatkan dari klien sudah cukup besar. Diungkapkan, tahun lalu Dee Management setiap bulan bisa mengerjakan tiga sampai empat event. Semua itu berkat kerja keras dan kekompakan tim yang dikelolanya.
Belajar dari pengalaman, itulah modal yang dipakai wanita bernama Rizka Amiyati mendirikan sekaligus mengelola perusahaan EO bernama Apple Pie. Sebelum memutuskan membuka usaha EO sendiri, Rizka banyak belajar dengan menjadi karyawan di beberapa perusahaan EO ternama yang ada di Makassar. Bersama suaminya, kini Rizka semakin mantap menjalan usahanya sendiri.
Modal finansial yang dipakai untuk mengawali bisnis EO, diakui tidaklah terlalu besar. Apalagi proyek pertama yang mereka kerjakan saat itu merupakan pesanan temannya sendiri, yaitu Ulang Tahun Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) yang dikelola Wahyudi Muchsin. “Karena sifatnya membantu teman, maka kami tidak berpikir mendapatkan keuntungan yang besar, apalagi itu proyek perdana kami,” ujar Rizka.
Sistem keuntungan yang bisa diperoleh Rizka dengan menjalankan bisnis EO, jelasnya melalui sistem fee organizer dari setiap event yang dikerjakan. Besaran fee organizer yang diterima adalah 12 persen hingga 15 persen dari grand total biaya penyelenggarakan event. Untuk bisa survive di bisnis ini, Rizka membangun tim kerja yang solid. Setiap saat jika dibutuhkan, ia bersama tim kerjanya selalu melaksanakan meeting untuk mematangkan teknis pelaksanaan acara yang akan dikerjakan. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)