05 April 2014

SMELTER MASIH BUTUH PERMODALAN

Foto: Dok KATA HATIKU
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (25/3/2014). Acara dihadiri Kepala Dinas ESDM tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang menyebutkan kalau sejak 2011, penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kebijakan peningkatan nilai tambah melalui smelter, sudah mulai dilakukan. Hingga saat ini, Kementerian ESDM telah melakukan evaluasi sekitar 11 ribu IUP dan yang berstatus clean and clear sekitar enam ribu lebih.
“Bagi yang belum berstatus clean and clear, tentu membutuhkan dorongan dari pemerintah setempat,” ujarnya.
Kepala Dinas ESDM Sulsel, Gunawan Palaguna, mengatakan kegiatan Rakornas tersebut merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan Dinas ESDM Sulsel.Tak lain bertujuan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan antar seluruh jajaran pemerintahan di sektor pertambangan.
“Sektor pertambangan sangat penting untuk mendukung pembangunan nasional. Untuk itu, perlu sinergi dan pemahaman yang lebih dalam soal pengelolaan sektor pertambangan, sementara di sisi lain untuk membangun Smelter pemerintah butuh permodalan besar dari investor dan lembaga keuangan yang ada di Indonesia,” paparnya.
Terpisah, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengatakan saat ini Smelter masih sementara dalam proses, dan masih membutuhkan modalbesar untuk memulainya.
Menurutnya, pemerintah hanya mendorong industri tersebut agar bisa berjalan melalui permodalan, di mana satu kilang minyak bisa menghabiskan triliunan rupiah, antara Rp 3 triliun hingga Rp 6 triliun untuk membangun satu Smelter.
“Jadi butuh pengusaha yang mau berinvestasi dalam membangun Smelter. Saat ini saya lagi mengurus bank-bank konsorsium di Jakarta, antara lain BNI dan perusahaan elektronik Samsung untuk berinvestasi,” ungkap Syahrul.
Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Iswanto AM Rabu (26/3/2014), di Makassar. Dikatakan, untuk membangun Smelter itu tidak gampang dan butuh investor besar yang mau berinvestasi.
“Untuk bangun Smelter butuh dana besar. Kalaupun sudah dapat investor, yang perlu dipikirkan pemerintah adalah bagaimana dapat memberikan keuntungan, kenyamanan, dan keamanan pada investor. Di samping itu, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana dapat memberdayakan putra daerah Sulsel dan masyarakat di sekitar lokasi Smelter,” pesannya.
Anas menambahkan, untuk membangun Smelter perlu proses dan respons cepat dari pemerintah, jangan sekadar memberikan keuntungan bagi investor namun yang lebih penting bagaimana mempekerjakan masyarakat sekitar lokasi Smelter agar dapat hidup lebih baik.
“Karena kalau masyarakat sekitar lokasi tersebut tidak diberdayakan, hasilnya akan terjadi bermacam-macam polemik, di mana masyarakat sekitar merasa tidak diuntungkan dengan hadirnya Smelter tersebut,” tandasnya. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)