03 April 2014

POLITISI RAMAI SEWA XENIA DAN AVANZA

Foto: Dok KATA HATIKU
Masa kampanye terbuka Pemilu 2014 mendatangkan omset tersendiri bagi pengusaha mobil rental. Partai politik peserta Pemilu sudah memesan kendaraan pada para pengusaha rental mobil sebelum memasuki masa kampanye, karena dinilai efektif dan hemat biaya dibanding membeli sendiri.
Direktur Bumi Jasa Utama (Kalla Rent), Gunawan, menjelaskan beberapa partai politik peserta Pemilu maupun calon legislatif telah melakukan perjanjian kontrak sewa kendaraan sejak dua bulan lalu, sebelum memasuki masa kampanye. Saat ini perusahaan tersebut sudah menyewakan sekitar 42 mobil dengan berbagai jenis untuk kebutuhan kampanye se-Sulsel, dan 28 mobil di antaranya digunakan untuk wilayah Makassar.
Diungkapkan, rata-rata jenis mobil yang disewa adalah Toyota Avanza dan Toyota Inova. Permintaan sewa kendaraan pada pemilu tahun ini, menurut Gunawan, jauh lebih banyak dibandingkan dengan kampanye periode lalu. Rata-rata politisi menyewa dengan masa pemakaian selama tiga bulan hingga enam bulan.
Saat ini Kalla Rent Car memilih fokus pada sewa kendaraan untuk kebutuhan kampanye, karena melihat potensi pasar yang sangat besar. Pada musim kampanye permintaan cukup tinggi dengan rentang waktu penyewaan yang juga cukup lama, minimal tiga bulan. Kalla Rent masih menyiapkan sekitar 70-an unit kendaraan, dengan nilai kontrak sewa mulai Rp 17 juta untuk tiga bulan pemakaian.
Berkah musim kampanye Pemilu 2014 juga dirasakan oleh Aqsha, pemilik CV Anugrah Rental. Sebagai pengusaha rental kendaraan mobil, ia merasakan peningkatan pesanan sewa kendaraan dari calon legislatif (caleg) peserta Pemilu 2014. Menurut Aqsha yang juga bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta, ada dua mobil miliknya yang disewa oleh caleg. Satu unit New Xenia keluaran 2012 yang sudah terpakai sejak awal Maret, dan satu unit Toyota Rush keluaran 2010 juga terpakai sejak sebulan lalu.
Sejak memutuskan untuk menjalankan usaha rental mobil, Aqsha telah memiliki enam unit kendaraan, tiga unit berstatus milik pribadi dan tiga unit merupakan mobil titipan keluarga. Jenis mobil yang dimilikinya adalah dua unit mobil Daihatsu All New Xenia, dua unit Toyota Avanza, satu unit Toyota Kijang Innova, dan satu unit Toyota Rush.
Menyinggung harga sewa kendaraan, Aqsha menyebut untuk jenis mobil Daihatsu Xenia dilepas dengan harga Rp 275 ribu per hari. Saat ini mobil tersebut sedang disewa oleh salah satu caleg DPRD Kota Makassar dari Partai Nasdem. Politisi yang sudah menggunakan kendaraan tersebut selama 16 hari ini harus membayar kewajibannya sebesar Rp 4.400.000.
Sedangkan untuk jenis mobil Toyota Rush dikenakan biaya sewa juga sebesar Rp 275 ribu per hari. Mobil milik Aqha tersebut disewa salah seorang caleg DPRD Kota Makassar dari Partai PDI Perjuangan, di mana mobil itu sudah digunakan selama 40 hari. Dengan demikian, si Penyewa sudah harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 11 juta, di mana ini merupakan pengeluaran biaya operasional yang cukup fantastis yang harus dikeluarkan caleg tersebut, dan itu di luar biaya lain-lain.   
Jika melihat angka-angka tersebut, pengusaha mobil rental akan mendapat keuntungan yang cukup besar pada momen politik yang sedang berlangsung saat ini. Akan tetapi keuntungan yang diterima bisa dimiliki secara penuh apabila status mobil tersebut merupakan miliki pribadi. Apabila statusnya mobil titipan seperti yang dimiliki Aqsha untuk beberapa unit mobilnya, maka keuntungan didapatkan sebesar 25 persen dari harga sewa per harinya.
Untuk mobil status kepemilikan pribadi, maka pengusaha rental juga harus mengeluarkan biaya perawatan rutin kendaraan sebesar Rp 250 ribu hingga 500 ribu per dua bulan sekali. Biaya tersebut salah satunya digunakan untuk ganti oli. Untuk kondisi mobil yang kurang begitu bagus, maka biaya perawatan terkadang juga membengkak, dan harus dilakukan service berkala sebulan sekali.
   Aqsha mengungkapkan bahwa ia tak dapat dipungkiri momen politik seperti kampanye dan Pemilu bisa digunakan pengusaha rental mobil untuk panen fulus. Hanya saja pemilik kendaraan harus lebih hati-hati untuk memilih penyewa, terutama dari sisi pembayaran harus difokuskan untuk bayar di depan. Itu untuk menghindari caleg yang nakal, yang tiba-tiba menolak untuk membayar karena kalah dalam proses pemilihan.
   “Pengusaha rental mobil harus cerdas melihat calon legislatif yang bakal menyewa kendaraan. Ukuran penilaian bisa dilihat dari partai politik apa yang mengusungnya, apakah punya peluang mendulang suara di Makassar atau tidak. Selain itu si penyewa harus jeli melihat, apa background pekerjaan yang digeluti caleg sekarang, dan di mana tempat tinggalnya. Itu untuk menghindari jika ada caleg yang menghilang, setelah tidak bisa memenuhi kewajibannya membayar sewa kendaraan,” bebernya.
Untuk ke depan, bisnis rental mobil diyakini oleh beberapa pelaku usaha masih sangat potensial. Itu setelah melihat pertumbuhan Makassar, yang juga diiiringi pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Apalagi di Makassar saat ini, hotel-hotel sudah menjamur, dan pasti membutuhkan mobil sewaan untuk kendaraan operasional. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)