11 April 2014

PEMILU DI PECINAN DIPANTAU SOLIDARITAS PEREMPUAN INDONESIA

Foto: Effendy Wongso
Tidak ada demokrasi tanpa pemenuhan kepentingan perempuan, demikian kalimat yang terpampang jelas dengan huruf mencolok pada kostum kaus yang dikenakan belasan Solidaritas Perempuan Anging Mammiri (SPAM), yang merupakan bagian dari Solidaritas Perempuan Indonesia, saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 004 di Kecamatan Bontoala, Makassar, 9 April.
Belasan perempuan tersebut ditemani oleh pemantau Pemilu dari aktivis ekspatriat seperti dari Australia. Keberadaan mereka di daerah pecinan ini untuk membantu warga, terutama perempuan yang belum memahami prosedur pencoblosan.
Demikian diungkap Ketua Solidaritas Perempuan Indonesia, Wahidah Rustam saat ditemui  di depan TPS 004, Jalan Bandang, Makassar. Dijelaskan, kehadiran SPAM adalah untuk mengakomodir perempuan di Makassar yang terkendala beban domestik sehingga tak dapat menggunakan hak pilihnya.
“Tujuan bantuan kami ini sifatnya memberi pengarahan, di mana kami berharap perempuan dapat menggunakan hak pilihnya. Kehadiran perempuan, seperti tagline kami, yakni tidak ada demokrasi tanpa pemenuhan kepentingan perempuan, maka eksistensi kami fokus pada hal ini,” terangnya.
Kepentingan perempuan yang diusung pihaknya, sebut Wahidah semata untuk memajukan kaum perempuan itu sendiri. “Nah, seperti yang kita ketahui, sampai saat ini banyak isu perempuan yang belum terakomodir. Banyak kepentingan kaum perempuan yang belum terangkat ke permukaan, baik di tingkat daerah maupun di pusat, sehingga dengan adanya dukungan dari kami, paling tidak ini bisa didengar oleh pemimpin kita di kursi legislatif,” alasannya.
Selama ini, beber Wahidah, pihaknya tidak hanya fokus terhadap keterlibatan perempuan dalam bidang politik, tetapi juga terhadap kehidupan sosial mereka. “Permasalahan perempuan senantiasa menjadi tema pergerakan kami, sebut saja seperti air bersih, lingkungan, kesehatan, reproduksi, pendidikan, dan kehidupan marginal perempuan,” imbuhnya.
Wahidah menilai, saat ini aktivitas kaum perempuan sudah mulai membaik dan maju, hal itu terlihat dari keterlibatan mereka di panggung politik. “Kami berharap, keterlibatan perempuan dalam bidang politik dapat terus ditingkatkan, khususnya untuk Pemilu di 2019 mendatang, sehingga hak-hak perempuan dapat terakomodir dengan baik,” tandasnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)