06 April 2014

OLAH SAMPAH JADI BERNILAI EKONOMIS

Foto: Istimewa
Sampah, merupakan persoalan pelik Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Dengan penduduk sebanyak 12 ribu jiwa dan terbanyak di antara seluruh kelurahan di Kecamatan Mamajang, tentu tumpukan sampah yang dihasilkan tidak sedikit. Perlu kerja keras untuk menemukan solusi agar tercipta lingkungan yang bersih, nyaman, dan terhindar dari tumpukan sampah.
Kerja keras harus dilakukan Lurah Sambung Jawa, Nasrun bersama warganya dengan mengembangkan pengolahan kompos atau mengubah sampah menjadi bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi warga. Salah satu yang paling menonjol dalam pengelolaan kompos adalah program sampah ditukar beras yang diyakini akan memotivasi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
“Saat ini, kami gencar melakukan pendekatan persuasif terkait program inovatif itu. Kami memaksimalkan kordinasi dengan ketua-ketua RT/RW, termasuk terjun langsung ke tengah masyarakat,” ungkap Nasrun saat sosialisasi dalam acara “Kita Pro Sampah” (Kiprah) yang merupakan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), Tanjung Lestari, Kelurahan Sambung Jawa, Rabu (26/3/2013).
Nasrun juga tengah memikirkan, distribusi hasil produksi kompos nantinya agar bisa meningkatkan kesejahteraan pengelola TPST Kiprah. Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan, Musyfair, mengatakan selain jumlah penduduk yang besar, aktivitas di Pasar Cendrawasih juga menjadi tantangan berat menjaga kebersihan Kelurahan Sambung Jawa. Setidaknya, Musyfair mengaku masih membutuhkan tambahan sejumlah armada pengangkut sampah dan kontainer agar pelaksanaan kebersihan lebih baik. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)