26 April 2014

NADYA TYAGITA ANDI LOLO

Nadya Tyagita Andi Lolo
Media Relations Coordinator Kalla Toyota
“Kesuksesan Berawal dari Kerja Keras”

BLOGKATAHATIKU/EZTHIE F
Tekun belajar, tidak cepat merasa puas serta putus asa, dan jangan malu bertanya adalah hal yang selalu dipegang Media Relations Coordinator Kalla Toyota, Nadya Tyagita Andi Lolo.
Menurutnya, pekerjaan yang dilakoninya saat ini tidak terlepas dari kerja keras yang telah diimplementasikan dalam hidupnya. Wanita kelahiran Makassar, 9 Maret 1984 ini, mengaku sangat mencintai dan menikmati pekerjaannya.
Ditemui usai kegiatan press conference Kalla Toyota terkait peluncuran All New Yaris di Trans Studio Mall Makassar (TSM), Jumat (18/4), ia mengungkapkan awal kariernya di Group Kalla Toyota.
“Februari 2013, saya mulai bekerja di Kalla Toyota. Jabatan saya sekarang ini (Media Reliations Coordinator) terbilang baru, sebab sebelumnya saya bertugas menangani persoalan unit bisnis hospitalnya. Selain itu, saya juga pernah menangani bisnis terkait malnya Kalla Toyota di di Mall Ratu Indah (MaRI),” ungkapnya.
Saat ditawari pekerjaan tersebut, Nadya paham betul konsekuensi yang akan dihadapi, mengingat bidang ini belum pernah digelutinya sebelumnya. “Awalnya, saya ragu ketika mendapat tawaran sebagai media relation di Kalla Toyota. Bahkan, sebelum memutuskan mengemban tugas itu, saya sempat mempertimbangkannya sampai tiga bulan,” akunya.
Meskipun tidak memilik “basic” di otomotif, Nadya akhirnya memutuskan untuk menjalani tugas barunya di Kalla Toyota. “Ya, akhirnya saya terima karena menganggap ini adalah tantangan baru bagi karier saya ke depan,” tuturnya.
Pekerjaannya saat ini, diakuinya menyenangkan karena banyak mendapat pengalaman baru. Selain itu, ia merasa didukung oleh rekan-rekan kerja serta relasi bisnis yang kelak dapat berkontribusi bagi pengembangan kariernya.
Di samping hal tadi, pengagum Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini merasa pekerjaannya saat ini, terutama pada saat merintis sangat menantang. “Meski harus beradaptasi selama enam di awal pekerjaan saya, tetapi sampai detik ini saya masih tetap melakukan ‘adaptasi’,” terang Nadya.
Adaptasi yang dimaksud wanita yang pernah bekerja di Trans Studio Themepark Makassar (TSTM) ini adalah bahwa setiap pekerjaan yang dilakukannya selalu ada hal-hal baru yang menggugah keingintahuannya.
“Karena setiap hari ada banyak sesuatu yang baru, seperti istilah-istilah baru. Saya juga harus selalu belajar mengenai market dan kondisinya, mengenai ekonomi dan kondisi ekonomi, serta kondisi otomotif yang ada di Indonesia, khususnya di Kalla Toyota sendiri,” jelas si pemilik lesung pipi indah ini.
Bagi Nadya, tantangan dalam sebuah pekerjaan akan selalu ada, apalagi bagi orang yang baru pertama kali menggeluti suatu pekerjaan. “Hal pertama yang saya anggap tantangan di awal karier saya, adalah ketika disuruh membuat kegiatan press conference bulanan Kalla Toyota. Nah, press release (siaran pers) ini tentu isinya sangat berbeda dengan siaran pers di tempat saya sebelumnya. Saya harus menjelaskan kondisi market yang hanya dilihat melalui grafik perkembangan. Tetapi, peran teman-teman di kantor yang ikhlas membantu, disokong semangat saya yang mau terus belajar dan bertanya, membuat saya bisa menanganinya,” paparnya.
Nadya masuk ke Kalla Group dengan latar pendidikan ilmu komunikasi dengan konsentrasi public relation di Art International Bandung. Setelah merampungkan kuliahnya selama lima tahun, anak pertama dari tiga bersaudara ini memutuskan untuk pulang kampung, kembali ke Makassar.
Wanita yang senang nonton film bertema kolosal, drama, dan traveling ini mengatakan, selain diri sendiri, motivasi yang ia peroleh berasal dari orang-orang yang telah sukses. “Saya selalu bercermin pada orang-orang yang telah meraih kesuksesan,” bebernya.
Selain belajar dari orang sukses di sekitarnya, Nadya menyebut motivasinya tumbuh berkat sokongan semangat dari direkturnya dulu. “Saya melihat ketekunan dan semangatnya untuk terus belajar. Selain itu, ia selalu memotivasi saya dengan mengatakan, saya pasti mampu dengan talenta dan pengetahuan yang saya miliki. Sehingga dari situlah, saya kemudian berupaya pelan-pelan menjadi lebih baik,” tandas wanita yang dulunya tidak gemar berdandan ini. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)