03 April 2014

MASA KAMPANYE, MOBIL RENTAL LARIS MANIS

Foto: Dok KATA HATIKU
Hajatan besar rakyat Indonesia sudah Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah di depan mata. Komisi Pemilihan Umum (KPU), partai politik (parpol), dan calon anggota legislatif sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi pemilu 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April nanti.
Kampanye rapat umum terbuka untuk Pemilu legislatif mulai berlangsung, yang  dimulai sejak 16 Maret dan berakhir pada 5 April 2014. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan jadwal dan pembagian zonasi kampanye berbasis provinsi. Pembagian tersebut diatur berdasarkan nomor urut peserta Pemilu 2014.
“Dalam satu provinsi, akan ada empat parpol yang berkampanye. Tentu di titik yang berbeda-beda,” ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik beberapa waktu lalu di Jakarta.
Di tengah semaraknya pesta demokrasi tersebut, bisnis penyewaan atau rental mobil di kota Makassar panen omset selama musim kampanye pemilihan calon anggota legislatif. Mobil yang dimiliki para pengusaha disewa partai politik yang melakukan kampanye terbuka di sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel.
Pada musim kampanye tahun ini, jelas Ketua Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) Sulsel, Irwan Djafar, penyewaan kendaraan untuk kebutuhan kampanye mencatat pertumbuhan yang positif. Menurutnya, tahun ini lebih banyak pemesan dibandingkan musim kampanye periode lalu. Hal ini karena partai politik yang melakukan kampanye terbuka di sejumlah daerah makin semarak.
Irwan mengakui, sejak ditetapkannya masa kampanye terbuka oleh KPU, usaha bisnis rental mobil langsung laris manis. Baik untuk penyewaan per hari maupun per bulan. Meskipun permintaan rental mobil meningkat, namun harga sewa yang beredar saat ini hampir sama dengan hari normal, dan tidak mengalami kenaikan.
Pengelolaan rental mobil memiliki hubungan hukum sewa menyewa antara owner atau pemilik mobil dan pihak pengelola rental mobil. Begitu pula terdapat hubungan hukum antara pengelola dengan penyewa mobil atau konsumen. Sebagaimana lazimnya untuk hubungan sewa menyewa, sebaiknya pihak pengusaha melampirkan dokumen perjanjian sewa menyewa, baik dokumen tertulis sampai ke dokumen dengan akta notaris. Hal tersebut bermanfaat agar dapat memberikan kepercayaan kepada konsumen.
Sejak memasuki musim kampanye, ia mengungkapkan permintaan sewa mobil meningkat hingga 100 persen lebih. Sebagai contoh, kalau hari biasa omset hanya Rp 5 juta per bulan, tetapi sejak masa kampanye omset meningkat mencapai Rp 10 juta-Rp 12 juta per bulan. Hampir setiap hari ada saja calon legislatif yang datang ke usaha rental untuk menyewa kendaraan.
Pria yang juga pemilik rental kendaraan CV Saudagar Jaya ini mengatakan, rata-rata peserta kampanye menyewa kendaraan selama kurun waktu bulanan, sekitar tiga bulan sebelum masuk masa kampanye. Bahkan rata-rata peserta bisa menyewa 10 sampai 15 unit kendaraan untuk sekali kampanye di luar kota.
Untuk mengatasi meningkatnya permintaan tersebut, terkadang pemilik usaha rental meminjam mobil milik teman atau keluarganya, dengan sistem bagi hasil keuntungan. Ada pula yang menggunakan sistem kerja sama dengan pengusaha rental mobil lain. Hal tersebut bermanfaat untuk saling sharing rezeki sesama pengusaha rental mobil. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)