12 April 2014

MAKASSAR RAWAN PRODUK PANGAN TAK SEHAT

BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Sebagai kota metropolitan, Makassar tak terlepas dari masalah. Seperti maraknya peredaran produk pangan dan olahan tidak higienis yang mengancam kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Makassar, Agus Jaya Said, mengakui adanya peredaran produk pangan yang kurang sehat bagi masyarakat. Untuk itu, ia memandang penting untuk melakukan sosialisasi keamanan pangan dan produk olahan segar terhadap bahan berbahaya sebagaimana dilakukan di Areotel Smile, Jalan Muchtar Lutfi, Makassar, Rabu (2/4/2014).
“Dengan sosialisasi, masyarakat diharapkan mampu memahami mana produk pangan yang segar, sehat, dan bisa dikonsumsi (Tanpa terkontaminasi bahan-bahan berbahaya),” ungkapnya.
Begitu juga pelaku usaha pangan dan produk olahan, harus terus diberi pemahaman agar menjual produk olahan pangan yang sehat dan aman bagi konsumen.
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin juga mengungkapkan hal sama. Pola hidup masyarakat perkotaan yang semakin “terjepit” waktu untuk menyiapkan makanan sendiri kiarena kesibukan dan rutinitas, mengonsumsi makanan di luar dianggap sebagai alternatif yang lebih praktis.
Hal itu yang kemudian mendorong tumbuhnya warung-warung cepat saji. “Makanan instan dan praktis, mudah ditemukan. Tetapi, belum terjamin kesehatannya. Untuk itu, perwakilan masyarakat dan pelaku usaha perlu diumpulkan agar mendapat pemahaman terkait keamanan pangan dan produk olahan.Tentu saja demi kebaikan bersama, utamanya demi masa depan anak-anak,” ujarnya.
Maraknya penjualan makanan instan mengandung zat kimia berbahaya, menurut Ilham perlu diwaspadai, terutama yang beredar di sekitar sekolah. “Orang tua harus mampu memberi pemahaman kepada anak-anak tentang efek mengonsumsi makanan yang tidak aman bagi kesehatan. Memang, makanan terkontaminasi zat berbahaya yang dimakan sekarang, tidak langsung dirasakan efeknya, ini bisa berkisar 10 hingga 20 tahun ke depan. Zat kimia berbahaya ini berpengaruh terhadap lambung dan otak,” tegasnya.