05 April 2014

KORPRI LATIH PNS PRA PURNA BHAKTI BERWIRAUSAHA

Foto: Effendy Wongso
Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi anggota Korpri yang akan memasuki masa purnabhakti di Hotel Asyra, Jalan Maipa, Makassar, Rabu (26/3/2014) pagi.
Ketua Panitia Pelaksana, Indah Irawati, mengungkapkan tujuan kegiatan pada dasarnya sebagai pembekalan pra pensiun dengan memberikan wawasan terhadap berbagai alternatif pilihan aktivitas setelah pensiun, dan bagaimana menyesuaikan alternatif pilihan dengan bakat yang melekat pada diri setiap pegawai negeri sipil (PNS).
“Pada dasarnya, pelatihan ini ingin memberikan motivasi dan pencerahan, bahwa kesuksesan akan diraih bila pilihan aktivitas sesuai dengan potensi diri,” jelasnya.
Selain itu, tujuan kegiatan diharapkan mampu mendorong peserta untuk mengemukan ide maupun gagasan baru guna memulai usaha, khususnya pada usaha kecil menengah (UKM).
Asisten IV Bidang Administrasi dan Kepegawaian, Ruslan Abu, menggatakan masa purnabhakti merupakan bukti keberhasilan seseorang melewati tahapan kehidupan yang paripurna sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
“Dalam mengisi waktu masa purnabhakti dengan kegiatan positif, salah satunya dengan berwirausaha, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan PNSbersama keluarganya. Sebaiknya, persiapan memasuki masa purnabhakti direncanakan jauh hari,” ungkapnya.
Kegiatan wirausaha seperti ini, sebut Ruslan, pastinya akan bermanfaat bagi orang yang terbiasa aktif. “Kalau perlu, perencanaan untuk merintis bisnis sesuai bidangnya, telah dipikirkan empat atau lima tahun sebelum memasuki masa pensiun,” pesannya.
Berdasarkan hasil survei, 80 persen masyarakat Indonesia belum siap memasuki masa pensiun. “Jika hanya mengandalkan dana tabungan pensiun, jelas tidak memadai. Makanya, kegiatan purna bhakti seperti ini perlu dilakukan untuk menambah kecerdasan kelola finansial dan keuangan keluarga seseorang,” alasannya.
Dalam kegiatan tersebut, pihak panitia membekali peserta yang berjumlah 157 orang dengan pemahaman bagaimana memulai usaha atau mendirikan suatu usaha. “Nah, apalagi jika merunut jumlah wirausaha di Indonesia peluangnya masih sangat terbuka. Soalnya, baru sekitar tujuh persen dari 200 juta penduduk Indonesia yang berkiprah di sektor usaha. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)