08 April 2014

KONSISTEN INOVASI, PHILIPS FOKUS RISET DAN PENGEMBANGAN

Foto: Istimewa
Royal Philips menunjukkan esksistensinya pada industri pencahayaan dengan meraih lima penghargaan pada BCI Asia Annual Architect’s Awards 2014, di Jakarta. Untuk pertama kalinya Philips memenangkan semua penghargaan untuk kategori Lighting, Performance, Customer Service Experience, Sustainability, dan Design and Innovation.
Head of Marketing, Philips Lighting Commercial, PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira, saat dikonfirmasi terkait prestasi Philips Lighting belum lama ini. Dikatakan, penghargaan yang diraih merupakan apresiasi dan kehormatan bagi Philips Lighting Indonesia untuk melangkah lebih baik.
“Penghargaan ini mencerminkan komitmen dalam memberikan inovasi. Philips terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan nilai lebih dari misi mengusung solusi hemat energi,” urainya.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun dalam bidang riset dan pengembangan, Philips dengan sendirinya telah memimpin revolusi teknologi industri pencahayaan. “Bukti inovasi yang terus dilakukan, pada 2012 Philips menginvestasikan lebih dari 1,8 miliar Euro di bidang riset dan pengembangan. Berkat ini Philips diakui sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia,” akunya.
Philips juga telah mengembangkan dan menerapkan inovasinya melalui kemitraan seperti asosiasi arsitek, desainer interior, dan chief engineer. “Ini juga bukti, kami terus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan,” terangnya.
Satu contoh inovasi kemitraan Philips adalah Philips Lighting Services. Sebuah program solusi kemitraan lengkap yang menyediakan perencanaan keuangan dan manajemen proyek dalam sistem pencahayaan. Melalui program ini, Philips akan melakukan audit energi, menyesuaikan kebutuhan pencahayaan terintegrasi, pemeliharaan, dan layanan lainnya bagi mereka yang ingin memasang atau beralih pada Philips LED hemat energi.
Philips mendorong transisi industri pencahayaan menuju teknologi lampu LED hemat energi. Sekitar 19 persen listrik di dunia digunakan untuk pencahayaan, dan 75 persen dari pencahayaan tersebut merupakan solusi pencahayaan konvensional yang boros energi. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)