11 April 2014

KLINIK SUNAT, BISNIS DENGAN MISI KESEHATAN

Foto: Ezthie Firmansyachban
Para ahli kedokteran mengatakan bahwa sunat mempunyai manfaat bagi kesehatan, karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis, dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan kulit tersebut. Kewajiban sunat ini dilakukan bukan hanya untuk laki-laki, tetapi  juga perempuan.
Jika dulu sunat dikaitkan suatu keharusan bagi agama tertentu saja, kini sunat sudah menjadi suatu keharusan dari faktor kesehatan, tanpa melihat apapun agama yang dianut. Mengapa? Karena sunat adalah satu proses medis yang memiliki banyak manfaat kesehatan orang yang disunat.
Menurut sebuah penelitian, apabila seorang pria tidak disunat, pada saat ia dewasa nanti dan akan menikah, berpotensi menyebabkan kanker pada pasangannya. Karena kotoran pada penis berpotensi karsinogenik, dan bisa membuat pasangan dari pria yang belum disunat itu menderita kanker leher rahim. 
Sunat sebaiknya dilakukan sebelum anak mencapai usia pubertas. Kapan tepatnya, itu semua tergantung pada banyak pertimbangan. Waktu sunat bisa bervariasi, tergantung budaya dan kebiasaan. Ada yang terbiasa menyunatkan anaknya saat masih balita, namun ada juga yang melakukannya saat usia sekolah.
Berlandaskan hal tersebutlah yang kemudian mendorong dr Zainal Abidin Zain membuka usaha Klinik Sunat, yang dimulai sejak Juni 2012. Pria yang juga pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel ini, Klinik Sunat merupakan unit layanan kesehatan yang fokus memberikan pelayanan berupa sunat atau khitan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Dari usia anak-anak hingga dewasa kami layani, tetapi segmen pasar yang utama kami adalah anak-anak yang menginginkan manfaat kesehatan dari sunat,” ujarnya.
Klinik Sunat hadir pertama kali di Makassar lantaran melihat tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan khusus yang optimal dan maksimal. Meskipun praktik sunat kini sebagian masih dilakukan mantri atau perawat, namun menurut Zainal, kliniknya memberikan pelayanan kepada pasien sesuai profesi yang semestinya, yaitu dilakukan dokter.
Seberapa besar potensi bisnis dari sebuah usaha jasa sunat? Selain karena memang alumni kedokteran, Zainal juga melihat bisnis yang dijalaninya ini memiliki pangsa pasar yang lebih besar dibandingkan usaha lain, karena sampai saat ini belum memiliki pesaing yang signifikan. Selama ini penyedia jasa layanan sunat barulah rumah sakit dan Puskesmas, yang pelayanannya sebagian besar tidak dilakukan langsung oleh dokter. Apalagi layanan yang diberikan di Klinik Sunat lebih lengkap dan sangat terjamin kualitasnya dari sisi medis.
“Keunggulan layanan yang kami berikan adalah alat kelamin yang disunat tidak akan berdarah, tidak dijahit, tidak diperban, langsung bisa pakai celana dan kembali beraktivitas,” jelas Zainal.
Metode yang digunakan terdiri atas tiga sistem, yaitu sirkumsisi konvensional, elektrokautter, dan smart klamp. Metode pertama sirkumsisi konvensional yaitu melakukan pemotongan preputium (kulit yang menutupi kepala penis) dengan menggunakan gunting. Biasanya sembuh dalam tiga atau lima hari, dan dilakukan proses ganti perban pada hari ketiga. Ini metode yang paling banyak digunakan dan merupakan metode standar yang digunakan banyak tenaga dokter maupun perawat.
Metode lain yang bisa dipilih pasien adalah elektrokautter, yaitu melakukan pemotongan preputium dengan menggunakan laser atau kautter, yakni besi steril yang dipanaskan menggunakan aliran listrik. Meskipun tidak terjadi perdarahan, hasil pemotongan tersebut harus tetap dijahit. Biasanya sembuh dalam dua atau tiga hari. Metode ini sedang booming di masyarakat, dan lebih dikenal dengan sebutan sunat laser.
Yang paling terbaru dikembangkan adalah metode smart klamp. Pada metode ini tidak terjadi perdarahan. Cincin smartklamp dipasang pada preputium, kemudian dipotong menggunakan pisau bisturi. Sehingga tidak perlu dijahit dan diperban. Pasien bisa langsung beraktivitas, meskipun merasa kurang nyaman disebabkan cincin yang terpakai selama lima hingga tujuh hari kemudian dilepaskan. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)