05 April 2014

DONAT MAMACI

Citra Purnama Sari, S.Sos
Pilih Sistem Online untuk Jualan Domaci

Foto: Ezthie F
Berbekal kegemaran memasak dan membuat kue, Citra Purnama Sari, S.Sos, menciptakan sebuah produk yang dinamakan Donat Mamaci (Domaci), dengan menggunakan sistem penjualan online.
Penjualan dengan sistem online menjadi pilihan awal Citra. Memanfaatkan media sosial Facebook dan Twitter, serta didukung penjualan melalui Blackberry Messenger (BBM), penjualan Domaci mendapat respons yang sangat positif. Sampai sekarang makin berkembang, di mana perempuan yang akrab disapa Chichi membuka stand penjualan Domaci di rukonya, Jalan Tamalate Raya.
Donat yang empuk dengan aneka macam toping, mulai dipromosikan perempuan kelahiran Makassar, 1 September 1982 ini. Selain melalui sistem online, promosi dalam bentuk membagi-bagikan kepada tetangga pun dijalankan. Itu dilakukan supaya bisa mengetahui bagaimana respons para calon konsumen saat mencicipi donat kentang buatannya. “Ternyata tetangga menyukai. Bahkan, mereka menanyakan di mana tempat donat tersebut dijual,” ujar Citra.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya donat tersebut dijual dengan nama Donat Kentang Mamaci. Donat Kentang Mamaci berarti donat kentang buatan Mamaci’ (singkatan dari Mama Citra). Setelah ikut bergabung dalam komunitas TDA (Tangan Di Atas), atas usulan teman-temannya, nama tersebut lebih dipersingkat lagi menjadi Domaci.  
Domaci dijual dengan berbagai macam varian. Mulai dari Domaci Original seharga Rp 2 ribu per buah. Juga ada Domaci Toping (Coklat, Dark Choco, Dark Choco plus Cheese, White Choco plus Almond, White Choco plus Cheese, Abon, Tiramisu, Cappucino, Oreo, Glaze Strawberry) seharga Rp 3.500 per buah.
Selain itu ada pula Domaci Polandia dengan isi Strawberry, Blueberry, Vanilla dan Coklat yang dijual seharga Rp 4 ribu per buah. Yang terbaru adalah Domayo (Donat Mayo) yang berisi daging asap dilumuri mayonaise seharga Rp 4 ribu per buah.
Chichi, sebelumnya bekerja di salah satu perusahan swasta yang bergerak di bidang ticketing. Sejak menikah, ia memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan kemudian membuat usaha donat kentang Mamaci.
Dalam memasarkan Domaci, Chichi juga dibantu suaminya yang juga memanfaatkan teman-temannya melalui BBM, Facebook maupun Twitter. Untuk meningkatkan kreativitas dan memunculkan ide baru, Chichi kerap meluangkan waktu mengajak suami dan kedua anaknya untuk berwisata kuliner di akhir pekan. 
“Berwisata kuliner, selain menikmati liburan, juga sekalian mencari inspirasi untuk menambah aneka rasa donat dan kue nantinya akan dibuat,” katanya. (Ezthie Firmansyachban/blogkatahatiku.blogspot.com)