05 April 2014

ANJANGSANA DELEGASI PENGUSAHA MUSLIM MALAYSIA KE MAKASSAR

Foto: Dok KATA HATIKU
Pemerintah Kota Makassar menerima Delegasi Pengusaha Muslim Malaysia di rumah jabatan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Baruga Anging Mammiri, dalam rangka ramah tamah dan silaturahmi antara dua negara serumpun, guna menjalin keakraban dan membina hubungan bisnis di antara keduanya, Senin (24/3/2014) malam.
Wali Kota Makassar yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda), Burhanuddin, mengungkapkan apresiasinya atas kesediaan dewan pengusaha Malaysia untuk berkunjung dan membina kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
“Wajah Makassar sembilan tahun lalu dengan sekarang tentu sudah jauh berbeda, dan akan terus berbenah menuju kota dunia yang berlandaskan kearifan lokal dan nyaman bagi semua kalangan. Nah, kepercayaan yang telah dibina dalam dunia pendidikan dengan Malaysia, dengan diberikannya kesempatan magang bagi pelajar SMK, membuka wawasan siswa untuk berpikir global menghadapi pasar bebas,” tuturnya.
Ditambahkan, sebagai implementasi Makassar Gemar Membaca, yang digelar sejak 2005 dan mendapatkan respons yang sangat positif dari negara tetangga Malaysia, telah dikenal secara luas dan memperoleh apresiasi dari pusat serta menjadi proyek percontohan di beberapa daerah.
“Dengan program ini terbukti mampu meningkatkan minat baca, memberikan indeks peningkatan pembangunan manusia di Makassar, mengurangi buta aksara, dan memicu perekonomian Makassar di atas rata-rata,” ungkap Burhanuddin.
Hal senada diungkapkan wakil Dewan Delegasi Pengusaha Muslim Malaysia, Muh Sahar Maddin. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin sekian lama sudah sepantasnya dilanjutkan.
“Kami datang kesini bukan sekadar menjalin silaturahmi, tetapi juga untuk melihat potensi dan peluang bisnis yang adadi Makassar,” bebernya.
Menurutnya, Makassar merupakan kota dengan masyarakat yang terkenal pemberani dan memiliki jiwa kesatria. Aplikasi dari karakteristik tersebut telah berhasil diimplementasikan dalam konteks bisnis.
“Saat ini, untuk menguasai dunia global dibutuhkan penguasaan sains dan teknologi, bukan lagi kekuatan fisik. Untuk itu, Malaysia menawarkan program kerja sama, salah satunya dibidang pendidikan yakni dengan didirikannya sekolah untuk penghapalan Al Quran,” tandasnya. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)