06 April 2014

AMAN DAN HEMAT, BRIGHT GAS DINILAI LEBIH MENARIK

Foto: Ezthie Firmansyachban
Produk anyar PT Pertamina Indonesia (Persero) Tbk, Bright Gas yang merupakan tabung gas volume 12 kilogram dinilai lebih menarik karena aman dan hemat. Tabung yang dipoles dengan warna biru, hijau, dan ungu metalik ini memang tampak lebih representatif dibandingkan pendulunya, tabung gas konvensional.
Sales Executive LPG Industry and Gas Product, Yogi Indraprastya mengungkapkan, jika dibandingkan dengan versi lama, Bright Gas memiliki keunggulan lain terutama pada sektor keamanan katup gas dan penghemat gas yang dihasilkannya. “Pasalnya, produk ini menggunakan valve double pindle yang menjadikan tabung Bright Gas lebih aman dan hemat lima persen dibanding valve standar,” jelasnya saat peluncuran Bright Gas Pertamina, Jumat (28/3/2014) siang.
Hal lain yang menjadi unggulan Bright Gas lantaran tabungnya memiliki stiker petunjuk penggunaan. Selain itu, tabung yang diperuntukkan bagi pangsa pasar menengah ke atas ini dilapisi karet peredam benturan, yang dipasang pada tengah badan tabung atau pada daerah pengelasan bodi. “Sehingga dapat merendam benturan antartabung saat proses handling dan penyusunan,” urainya.
Pengguna tabung, sebut Yogi akan selalu diingatkan agar lebih aman saat penggunaan karena stiker diletakkan di sisi dalam hand guard. Fungsinya untuk menambah pengetahuan tentang safety penggunaan LPG.
Tabung 12 kilogram yang tampak lebih eksotis tersebut, juga dilaunching di Atrium Mall Ratu Indah, Sabtu (29/3/2014). Harga perdana Bright Gas dibanderol Rp 455 ribu untuk tabung beserta isi, dan Rp 120 ribu untuk isi ulang.
Guna menunjang pemasaran, jalur distribusinya dibagikan kepada 14 agen Bright Gas yang tersebar di seluruh Makassar. Untuk menjangkau pengguna, Bright Gas tersedia di outlet seperti Alfamart, Indomart, stasiun pengisisian bahan bakar umum (SPBU), dan gerai milik agen serta distributor resmi Bright Gas.
Stok untuk Makassar sebanyak 25 ribu tabung. Sedangkan target Pertamina Maketing Operation Region VII Sulawesi di 2014 sebesar tiga ribu metrik ton, dengan target 80 ribu pengguna. (Chaerani/blogkatahatiku.blogspot.com)