10 March 2014

WEDDING EXPO DORONG INDUSTRI FASHION TANAH AIR

Foto: Effendy Wongso
Setiap calon pengantin pasti ingin pernikahannya menjadi momen yang meninggalkan kesan indah. Di Indonesia, pernikahan dianggap merupakan acara sakral dan semua pasangan berharap hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Keinginan inilah yang akhirnya membuat orang rela membayar mahal, untuk mendapatkan sebuah pesta pernikahan yang mewah.
Tanpa disadari, akhirnya pernikahan menjadi sebuah industri bisnis yang sangat menguntungkan bagi orang-orang yang jeli melihat peluang. Bisnis pernikahan memang menjanjikan keuntungan yang besar, pasalnya banyaknya penduduk dengan usia potensial menikah yang cukup tinggi. Menurut data Pemerintah Kota Makassar, selama lima tahun terakhir terjadi pertambahan penduduk Kota Makassar. Rata-rata kenaikan 1,56 persen per tahun dari jumlah penghuni Kota Makassar yang berkisar 1,6 juta berdasarkan data 2013.
Jika dijalankan dengan serius, bisnis penyediaan jasa pernikahan dari katering, gaun pengantin, dekorasi bunga, suvenir, fotografi, sampai tata rias pengantin, bisa berkembang dengan sangat pesat. Ini terbukti pada setiap kegiatan wedding expo yang dilaksanakan di kota Makassar, bisa menunjukkan total jumlah transaksi hingga ratusan hingga miliaran rupiah bagi para exhibitornya. Pada kegiatan Luxury Wedding Expo 2014 yang dilaksanakan Trans Studio Mall (TSM) Makassar, jumlah transaksi selama pameran pernikahan ini mencapai Rp 10 miliar.
Selain itu, tenaga kerja pun akan terserap lebih banyak, seiring dengan semakin banyaknya orang melirik usaha jasa pernikahan. Penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu faktor pendukung pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara- negara berkembang. Salah satu usaha untuk meningkatkan kesempatan kerja adalah melalui pembangunan di sektor industri.
Pembangunan di sektor industri merupakan bagian dari usaha jangka panjang untuk memperbaiki struktur ekonomi yang tidak seimbang. Salah satu upaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja yaitu dengan mengoptimalkan potensi dalam sektor pariwisata, di antaranya melalui kegiatan pameran.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid dalam sambutannya pada acara Luxury Wedding Expo 2014, mengatakan kegiatan wedding expo merupakan suatu momen yang tepat dalam upaya menggalang dan mensinergikan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.
Melalui ajang wedding expo, jelas wanita yang akrab disapa dengan nama Maya ini, semua pihak dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam memperkenalkan produk-produk unggulan lokal di bidang fashion, khususnya yang berkaitan dengan pakaian pernikahan dengan segala macam aksesorisnya. Itu juga dapat semakin mendorong minat pengusaha untuk terjun di industri jasa pernikahan.
Sektor lain yang ikut tumbuh dengan semakin maraknya kegiatan wedding expo adalah para perancang busana yang berasal dari Sulsel. Semakin banyaknya kegiatan dapat menjadi inspirasi di antara para perancang busana lokal, untuk dapat saling mendukung menciptakan kreasi baru, khususnya dalam tren jasa penyelenggaraan pesta pernikahan.
Saat ini Indonesia dihadapkan pada Asean Economic Community (AEC). Pada AEC di 2015 mendatang, bursa tenaga kerja juga akan memasuki era pasar bebas. Artinya tenaga kerja Indonesia bisa mencari pekerjaan di negara-negara Asean, dan sebaliknya, tenaga kerja dari negara-negara Asean bebas bekerja di Indonesia. AEC akan aktif diterapkan pada 1 Januari 2015. Indonesia hanya memiliki waktu persiapan kurang dari sembilan bulan lagi. Era perdagangan bebas di antara negara-negara Asean menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri fashion di Tanah Air.      
Dengan diberlakukannya mekanisme perdagangan bebas, maka akan semakin banyak produk fashion yang membanjiri industri Tanah Air. Siap ataupun tidak, produk luar negeri akan bersaing dengan produk lokal.
Rusmayani berharap, kegiatan wedding expo dapat menjadi kegiatan reguler di Kota Makassar. Hal tersebut menjadi semangat untuk berkreasi sekaligus merepresentasikan nilai-nilai budaya  tradisi pernikahan di Sulsel, untuk menjawab tantangan global ke depan.
Pagelaran wedding expo sendiri, diyakininya dapat menjadi basis pengembangan industri kreatif sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Melalui pengembangan industri kreatif, dapat menjadi penopang kekuatan ekonomi rakyat, dan membuka banyak peluang kerja yang lebih luas.
Kegiatan wedding expo yang saat ini sedang marak dilaksanakan oleh para pelaku industri yang berkaitan dengan jasa pernikahan, ditanggapi positif oleh pihaknya. Berbagai busana pengantin yang menggambarkan identitas budaya Sulsel dapat semakin dikenal oleh masyarakat melalui kegiatan tersebut.
Semua potensi dan bakat dalam bidang tersebut, juga harus mendapat dukungan yang besar dari pemerintah, melalui pengembangan kapasitas di bidangnya, mulai dari penguasaan manajemen, proses produksi dan pemasaran, hingga layanan purnajual. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)