18 March 2014

USAHA OPTIKAL PERLU CUSTOMER SERVICE MUMPUNI

Foto: Effendy Wongso
Dengan memiliki 90 toko lebih yang tersebar di seluruh Indonesia, Optik Seis saat ini memposisikan dirinya sebagai salah satu optik kacamata yang dinamis serta inovatif dalam industri retail dan jasa kacamata.
“Selama ini, di tengah ketatnya persaingan usaha optik, upaya-upaya yang telah kami lakukan adalah tetap menjaga kualitas produk, juga mempertahankan pelayanan pelanggan, seperti aftersales service (layanan purnajual). Kami juga senantiasa mendengar suara pelanggan, misalnya berusaha memenuhi kebutuhan mereka yang berbeda-beda dalam pemilihan sebuah produk kacamata,” terangnya.
Dijelaskan, dengan maraknya persaingan industri kacamata tersebut pula, Optik Seis harus terus dapat bertahan menghadapi persaingan yang ada. Salah satunya mengetahui lebih jelas dan membaca perilaku konsumen di dalam memilih ataupun membeli sebuah kacamata di sebuah optik tertentu.
“Terlebih lagi dengan melihat selera konsumen di dalam memilih aneka bentuk kacamata, yang secara terus menerus mengalami perubahan sesuai perubahan era dan gaya hidup (lifestyle). Ini beralasan dengan melihat bagaimana pola konsumtif konsumen di dalam berbelanja kacamata, khususnya di sebuah optik untuk kelas middle-up,” terang wanita kelahiran Makassar, 29 Oktober 1984 ini.
Dikatakan, saat ini perusahaannya melakukan kegiatan promosi dengan menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga keuangan, asuransi swasta, dan mulai merambah ke perusahaan-perusahaan di dalam melebarkan pangsa pasarnya, serta meningkatkan penjualannya.
“Pesatnya toko-toko optik yang hadir di industri kacamata terus mendorong Optik Seis untuk selalu berinovasi melakukan kegiatan pomosinya di dalam mempertahankan pelanggan-pelanggannya, serta menarik pelanggan-pelanggan baru,” ungkapnya.
Dibeberkan, munculnya beberapa produk substitusi juga merupakan suatu faktor yang harus diperhitungkan keberadaannya, karena cukup banyak pengguna kacamata yang beralih ke produk substitusi seperti lasik.
“Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dianalisa efektivitas kegiatan promosi yang telah dilakukan perusaahaan dalam usaha menghadapi persaingan industri kacamata. Tapi satu hal yang tetap kami usung adalah dengan menjual produk yang berkualitas,” tandasnya.
Dengan banyaknya ragam usaha optik lainnya, Asry tidak memungkiri bila hal tersebut dapat menarik pelanggan-pelanggan yang sudah dimiliki untuk berpindah ke optik lain. Namun dengan tetap mengutamakan kualitas di atas segalanya, dan mengedepankan pelayanan purnajual yang baik dan ramah, maka ia yakin Optik Seis tetap akan diminati.
“Inilah pentingnya membina hubungan baik dengan pelanggan melalui customer service yang care (peduli) dan sigap, sehingga perusahaan dapat terus menjaga hubungan dengan para pelanggan lama maupun pelanggan baru,” ujarnya. (blogkatahatiku.blogspot.com)