28 March 2014

TELKOM KEMBALI GELAR TELKOM SMART CAMPUS AWARD 2014

Foto: Effendy Wongso
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menunjukkan komitmennya untuk mendukung kemajuan pendidikan Indonesia dengan kembali menyelenggarakan Telkom Smart Campus Award 2014 (Tesca). Tesca adalah sebuah program untuk mengukur pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) perguruan tinggi di Indonesia melalui metode Zainal, Eko, Nizan (ZEN) Framework yang mengukur beragam komponen, mulai infrastuktur, aplikasi, sumber daya manusia (SDM), hingga komponen kebijakan dan sebagainya.
Pembukaan Tesca 2014 ini diawali roadshow ke beberapa kota seperti Jakarta (27 Maret 2014), Semarang (14 April 2014), Surabaya (15 April 2014), Makassar (16 April 2014), Palembang (17 April 2014), dan berakhir di Bandung (23 April 2014). Sementara acara puncak penghargaanTesca akan diselenggarakan pada Mei 2014.
Menyongsong Asean Free Trade Area, Tesca 2014 memperluas wilayah pengukuran untuk kampus-kampus di wilayah Asean. Pada tahap awal, akan dilakukan pengukuran beberapa kampus di beberapa negara di Asean yang nantinya bakal dijadikan benchmark untuk implementasi pemanfaatn TIK di kampus-kampus domestik.
Tesca diinisiasi Telkom bekerja sama Dirjen Perguruan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom), dan Dewan Teknologi dan Komunikasi Nasional (Detiknas).
Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo, Kamis (27/3/2014), di Jakarta, mengatakan Tesca merupakan salah satu program unggulan Telkom untuk mendukung dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi. “Tesca merupakan inisiatif Telkom untuk mendorong perguruan tinggi Indonesia melakukan berbagai percepatan kualitas melalui pemanfaatan TIK dalam praktik belajar mengajar di kampus,” terangnya.
Arif menegaskan, menyongsong 2015, Asean Free Trade Area mulai dijalankan sehingga semua negara Asean harus mampu meningkatkan kapasitas, kualitas kinerja, dan infrastruktur di segala bidang, termasuk pendidikan agar memiliki daya saing tinggi dan mampu berperan dalam AEC 2015.
“Impian untuk membangun Indonesia cerdas melatarbelakangi kami mengembangkan inisiatif peningkatan kualitas pendidikan Indonesia melalui program Telkom Smart Campus,” paparnya.
Untuk itulah, sebut Arif seluruh perguruan tinggi Indonesia dapat mengikuti program Tesca 2014. Cara mengikuti program ini cukup membuka website program Tesca 2014 di tescaindonesia.org dan melakukan registrasi.
Dalam waktu lima tahun, jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program Tesca mengalami peningkatan, di mana pada 2008 Tesca hanya diikuti 75 kampus, lalu meningkat pada 2012 menjadi 551 perguruan tinggi.
“Pada 2013, Tesca telah berkembang dan diikuti 59 perguruan tinggi negeri dan 492 perguruan tinggi swasta. Semua jenis perguruan tinggi tersebut terdiri dari akademi dengan 99 kampus, institut dengan 29 kampus, politeknik dengan 45 kampus, sekolah tinggi dengan 201 kampus, dan universitas dengan 177 kampus yang menyebar di 26 provinsi.
Melalui kegiatan tersebut, Arif berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat memperoleh potret utuh terkait kompetensi di perguruan tinggi, sehingga hal ini mampu meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan information and communications technology (ICT), dan mengembangkan perguruan tinggi berstandar World Class University. (blogkatahatiku.blogspot.com)