07 March 2014

TELKOM CATAT LABA BERSIH 10,5 PERSEN DI 2013

Foto: Effendy Wongso
Telkom telah menyampaikan laporan keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia. Kinerja operasional dan keuangan Telkom selama 2013, memperlihatkan kemampuan perusahaan  untuk terus  berkembang  di  tengah kondisi  persaingan  industri  telekomunikasi  di Indonesia yang semakin ketat.
Sampai akhir 2013 ini, pendapatan usaha Telkom meningkat sebesar 7,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 83 triliun, seiring pertumbuhan pendapatan usaha anak perusahaan, Telkomsel sebesar dua digit yaitu 10,1 persen. Sedangkan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) tumbuh 5,1 persen menjadi Rp 41,8 triliun dan laba bersih naik 10,5 persen menjadi Rp 14,2 triliun.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Telkom Arief Yahya dalam rilisnya, Kamis (6/3/2014), kepada sejumlah media di Tanah Air. Dikatakan, untuk voice seluler dan layanan data, merupakan kontributor terbesar dari pendapatan usaha Telkom Group. Hal tersebut juga dapat dilihat dari pendapatan tahun buku 2013, di mana masih didominasi voice bisnis seluler yang berkontribusi 38,7 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
“Data, internet dan layanan informasi teknologi (IT) berada di nomor dua, berkontribusi sebesar 38,2 persen. Kemudian diikuti oleh pendapatan voice jaringan  tetap dengan kontribusi sebesar 11,7 persen.Kontribusi lainnya sebesar 11,4 persen adalah dari interkoneksi,jaringan, dan lain-lain. Pendapatan voice seluler meningkat sebesar4,6 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan data, internet, dan layanan IT meningkat sebesar 14,8 persen dibanding tahun sebelumnya,” terangnya.
Sementara beban operasional dan pemeliharan, sebut Arief menjadi kontributor utama, yaitu sebesar 35,1 persen dari total beban usaha. Beban depresiasi dan amortisasi serta beban pegawai masing-masing berkontribusi sebesar 28,6 persen dan 17,7 persen.
“Beban interkoneksi, beban umum dan administrasi, beban pemasaran dan pengeluaran lainnya, keseluruhannya berkontribusi sebesar 18,6 persen. Total beban meningkat sebesar 7,1 persen dari periode yang sama tahun lalu. Biaya operasional dan pemeliharaan naik 15,1 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 19,3 triliun, antara lain disebabkan oleh percepatan penyebaran BTS Telkomsel untuk antisipasi pertumbuhan penggunaan mobile broadband,” runutnya.

Data dan Broadband Jadi Penggerak Pertumbuhan

Pengguna layanan fixed broadband meningkat sebesar 28,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi tiga juta pelanggan. Pengguna layanan mobile data juga meningkat sebesar 10,8 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 60,5 juta pengguna. Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp 10,5 triliun dari layanan data, meningkat sebesar 35,6 persen dari tahun lalu.
“Total layanan mobile data dan pendapatan fixed broadband meningkat sebesar   25,6 persen dari tahun lalu menjadi Rp 15,1 triliun. Selama 2013, Telkomsel mencatat pertambahan pelanggan 6,4 juta menjadi 131,5 juta pelanggan,” beber Arief.
Ditambahkan, layanan data, khususnya mobile data merupakan growth driver Telkom Group pada 2013, dengan pertumbuhan sebesar 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itulah, pihaknya berharap Telkomsel dapat terus meningkatkan performansinya secara konsisten dengan terus menggali peluang bisnis legacy yaitu voice dan sms, memperkuat bisnis utama yaitu mobile broadband serta meningkatkan platform dan bisnis digital.
“Pada bisnis jaringan tetap, kami juga terus terus mengembangkan Indonesia  Digital Network (IDB). Pada IdAccess, sampai akhir Desember 2013, kapasitas jaringan akses kami mencapai 8,2 juta, terdiri dari fiber to the home (FTTH), fiber to the curb (FTTC), dan asymmetric digital subscriber line(ADSL),” ungkapnya.
Di samping itu, papar Arief Telkom telah melakukan instalasi sebanyak 82,8 ribu titik akses wifi di area publik. Titik akses ini dapat dinikmati oleh para pelanggan Telkom dan Telkomsel. Sedangkan pada sisi transport, Telkom telah menyelesaikan jaringan backbone Id-Ring di seluruh Nusantara sepanjang 68,8 ribu kilometer dari target sebanyak 75 ribu kilometer di 2015. (blogkatahatiku.blogspot.com)