18 March 2014

SMARTPHONE JADI PRIMADONA 2014

Foto: Effendy Wongso
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah persentase penggunaan produk Teknologi Informasi (TI) terbesar di dunia. Hal ini terlihat dari nilai belanja produk TI Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 16,4 miliar dolar AS, yang dialokasikan untuk hardware, software, dan services. Jumlah ini naik 12,5 persen dibanding estimasi belanja tahun 2013 yang mencapai 14,7 miliar dolar AS.
Sedangkan penjualan unit gadget, tablet dan smartphone akan terjual sekitar lima juta unit di Indonesia, atau naik 38 persen dibandingkan 2013, sebesar 3,6 juta unit. Migrasi ke smartphone khususnya di pasar negara berkembang seperti Indonesia, berkontribusi terhadap populasi pengguna smartphone di seluruh dunia, yang diprediksi mencapai 1,25 miliar dolar AS tahun ini.
Menurut laporan dari perusahaan peneliti pasar, eMarketer, pengguna mobile phone (feature phone dan smartphone) di seluruh dunia sendiri akan menyentuh  4,55 miliar pada 2014. Pengguna smartphone global mencapai satu miliar pada 2012 dan akan menyentuh 1,75 miliar pada 2014. Berdasarkan data eMarketer, sebesar 48,9 persen dari dari 2,23 miliar orang di dunia merupakan pengguna mobile phone, di mana setengah dari populasi akan terkoneksi dengan internet.
Penetrasi smartphone diprediksi akan tumbuh lebih dari 50 persen di Indonesia pada 2015, dan secara global terus naik hingga 69,4 persen. Semakin maraknya smartphone murah dengan dukungan konektivitas 3G dan 4G akan mendorong konsumen beralih ke smartphone.
Pengguna smartphone di Indonesia pada 2017 diperkirakan bisa menembus 103,6 juta orang, atau 39,8 persen dari total populasi, sekitar 53 persen pengguna ponsel adalah pemilik gadget pintar. Sementara itu lembaga riset GFK memperkirakan selama setahun hingga 2013, ada sekitar 42,2 juta unit smartphone terjual di kawasan Asia Tenggara, dimana  Indonesia menjadi salah satu pendorong terbesarnya.
Bagaimana dengan Kota Makassar? Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Sulsel, Maxsi Totok Kurniawan mengatakan, tren perkembangan teknologi smartphone secara perlahan juga sudah mulai menggeser keberadaan komputer jinjing, seperti notebook dan netbook. “Sejak 2012 pasar komputer jinjing di Makassar cenderung terus mengalami penurunan, menyusul beralihnya pasar ke produk gadget, dan memilih membeli produk smartphone,” ungkapnya.
Beberapa teknologi komputer yang dulu sempat menjadi primadona di Makassar, dikatakan Maxsi sebagai teknologi “banci”. Teknologi yang dimaksud adalah atom Celeron. Meskipun harganya jauh lebih murah, akan fungsinya hanya untuk berselancar di dunia maya, dan tidak dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan kerja. Hal tersebut berbanding terbalik dengan teknologi yang ada di smartphone maupun tablet. Dengan kekuatan teknologi yang dimiliki, smartphone bisa digunakan dengan baik untuk kebutuhan kerja, sekaligus berfungsi maksimal saat penggunaan data internet.
Meskipun demikian, pasar Personal Computer (PC) seperti laptop tidak secara otomatis akan menghilang. Pengguna komputer di Indonesia tetap mempercayakan teknologi Windows yang dimiliki Microsoft, untuk memenuhi kebutuhan mereka. Padahal diluar daripada itu, ada beberapa teknologi PC yang bisa didapatkan secara gratis seperti Linux. Akan tetapi tingkat kepercayaan pada Windows masih sangat besar, meskipun itu harus berbayar. 
Berdasarkan kalkulasi dari Apkomindo memperkirakan pasar PC di Tanah Air masih akan tumbuh sekitar 30 persen pada tahun ini, baik secara volume maupun  value. Apkomindo memprediksi penjualan notebook akan tumbuh minimal 20 persen dan maksimal 27 persen di tahun ini. Depresiasi rupiah tak akan menganggu penjualan PC, adanya pemilihan umum (Pemilu) dan harga jual kian murah tetap akan mendorong penjualan produk kategori PC.
Apalagi beberapa produsen telah melakukan pembaruan teknologi pada PC mereka. Teknologi touchscreen pada layar mampu menjadi magnet bagi pengguna yang masih sangat familiar dengan jenis komputer jinjing. Meskipun demikian, Microsoft masih perlu waspada dan harus terus meningkatkan kemampuan teknologi Windows yang dimiliki. Apabila teknologi Android masuk ke komputer jinjing, tidak menutup kemungkinan Windows akan ditinggalkan.
Selain itu, Makassar tahun ini hingga tahun depan menurut Maxsi, diperkirakan akan banyak melirik gadget berjenis smartwatch. Meskipun kehadiran smartwatch milik Samsung tahun lalu belum terlalu menunjukkan pasar yang cukup baik, akan tetapi para produsen gadget, baik lokal brand maupun international brand, akan mengeluarkan produk jagoan mereka. Salah satu brand lokal yang cukup mencuri perhatian dunia adalah SpeedUp yang melaunching smartwatch terbaru mereka di ajang pameran elektronik mobile terbesar Mobile World Congress (MWC) 2014. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)