27 March 2014

RUMAH MURAH LARIS DI EKSPO REI 2014

Foto: Effendy Wongso
Pameran perumahan atau lebih dikenal dengan nama Ekspo REI 2014, yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) sejak 12 Maret, telah berakhir pada 16 Maret lalu. Selama pameran berlangsung, rumah yang masuk kateogri murah sangat laris, bahkan mendominasi penjualan selama pameran.
Tipe rumah yang dimaksud Project Manager Ekspo REI 2014, Agiesya Hawaisa, adalah rumah berubsidi, rumah sederhana, dan rumah menengah. Apalagi, panitia menyediakan diskon di arena pameran, di mana para developer juga menawarkan rumah murah, bunga KPR rendah, dan bebas biaya provisi dari Bank BTN.
Lebih dari Rp 60 miliar transaksi yang dihasilkan pameran tersebut, kebanyakan disumbangkan dari tipe rumah menengah. Diungkapkan, pembelian rumah menengah yang harganya sekitar Rp 500 juta paling banyak terjual. Ada sekitar 50 unit rumah menengah yang terjual.
Meskipun demikian, jika ditinjau dari jumlah pembeli, maka rumah murah yang disalurkan melalui fasilitas subsidi KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih tetap terbanyak. Dalam pameran, beberapa pengembang sudah mulai menjual jenis rumah murah, meskipun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum menetapkan batas harga FLPP untuk tahun ini.
Ada seratus unit rumah seharga Rp 88 juta yang terjual pada Ekspo REI 2014. Sehingga transaksi yang dihasilkan dari penjualan rumah murah mencapai sekitar Rp 8,8 miliar. Sementara rumah harga Rp 200 juta terjual sampai 50 unit, dengan nilai transaksi sekitar Rp 10 miliar. Selebihnya, penjualan beberapa unit kondiminium hotel dan apartemen yang rata-rata harganya Rp 1,6 miliar.
PT Batara Agung Dewa Sakti, salah satu exhibitor telah menjual rumah tipe sederhana hingga puluhan unit. Perumahan yang berlokasi di Barombong tersebut selalu dipadati pengunjung. Pengunjung tertarik karena harga terjangkau dan lokasinya tidak jauh dari pusat perkotaan. Selama pameran, pengembang tersebut memberikan potongan harga hingga puluhan juta rupiah, terdiri atas tipe 36 hingga tipe 45.
Pengembang lain seperti Grand Soul Residence juga menawarkan rumah murah. Pengembang ini menawarkan rumah tipe 36 dengan luas tanah 72 meter persegi. Rumah tersebut berlokasi di Moncongloe Maros. “Pasokan rumahnya masih banyak. Ada yang ready stock, ada juga yang masih dalam tahap pembangunan," ungkap penjaga stand pameran yang enggan disebut namanya.
Harga rumah yang dimaksud adalah Rp 110 juta per unitnya. Uang muka 10 persen dari total harga rumah, sementara tenornya di kisaran 15 tahun. Untuk cicilan per bulannya mulai dari Rp 750 ribu dengan tenor 15 tahun, di mana pengembang ini berhasil memasarkan hingga 20 unit dan habis terjual selama pameran.
Menurut Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Arief Mone, bisnis properti merupakan jenis industri padat modal dan berkesinambungan. Meningkatnya keikutsertaan beberapa pengembang pada pameran ini menunjukkan prospek pasar Makassar cukup potensial.
“Pertumbuhan properti akan terus menanjak seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi Susel. Namun, masyarakat lebih banyak menunda akibat suku bunga yang naik. Namun ini akan kembali normal,” ujarnya. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)