18 March 2014

PURNOMO C AKOSO

Purnomo C Akoso
Kepala Kantor Wilayah X Bank Mandiri Makassar
“Bangga Bekerja di Bank Mandiri”

BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Memilih dunia perbankan sebagai profesi merupakan suatu kebanggaan bagi sebagian orang. Interaksi humanis dengan banyak orang menyebabkan bidang ini juga disukai banyak pelaku di bidang perbankan. Tak terkecuali bagi seorang Regional Manager Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Purnomo C Akoso.
Ditemui di kantornya Jalan RA Kartini, Makassar, Senin (10/3/2014) siang, pria yang bersahaja ini mengungkapkan ihwal kariernya di dunia perbankan. Berlatar belakang pendidikan S2 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Purnomo membeberkan jenjang kariernya hingga menapak pucuk pimpinan seperti saat ini di Bank Mandiri Wilayah X Makassar.
“Sebelum gabung di BNI, saya bekerja di legal officer di kantor pusat Bank Mayapada Jakarta pada 1993. Kemudian, bertugas sebagai Management Trainee di Bank Danamon Jakarta pada 1994. Di 1994-1997, saya bertugas sebagai junior officer di kantor pusat Bank Bumi Daya (BBD). Lalu, pada 1997-1999 saya bertugas sebagai Relationship Manager di BBD Cabang Kalimalang, Jakarta,” ungkapnya.
Awalnya, aku  suami Emila Juanita Hutajulu ini, dalam benaknya tidak terlintas untuk berkarier di dunia perbankan. “Tetapi pada akhirnya, saya senang dapat bekerja di bank. Di sini, saya bisa bertemu dan bertemu banyak relasi, sekaligus bisa melayani nasabah. Nah, inilah yang menjadi daya tarik saya,” bebernya.
Selain itu, sebut Purnomo yang menjadi daya tarik dunia perbankan adalah aktivitas operasional dan dinamika sistem perbankan itu sendiri. Di luar itu, ayah dari dua orang anak ini juga mengatakan bahwa institusi tempat ia mengabdi sekarang membawa suatu kebanggaan bagi dirinya, karena merupakan lembaga keuangan yang besar dan layak dipercaya.
“Saya senang bisa bekerja di Bank Mandiri. Sebagai salah satu badan usaha milik negara (BUMN), bank ini merupakan institusi besar dan layak dipercaya. Bank Mandiri juga merupakan perusahaan yang menerapkan good corporate governance, sehingga saya termotivasi untuk tetap bekerja di bank ini,” alasannya.
Pria yang hobi main musik serta mengoleksi mobil dan sepeda motor tua ini, mengatakan untuk menjadi “pemenang”, seseorang harus bisa melalui suatu proses. “Harus melalui suatu proses, rancangan, dan eksekusi keputusan yang baik. Tidak ada kesuksesan yang tiba-tiba runtuh dari langit. Cita-cita harus diperjuangkan sekuatnya, karena prinsip saya hidup itu adalah perjuangan,” tutur pria yang enggan menyebutkan usianya ini.
Terkait ketatnya kompetisi dunia perbankan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di 2015 mendatang, Purnomo mengatakan Bank Mandiri sebagai bank BUMN Indonesia juga sudah siap menghadapi dengan tidak berhenti memberikan pelayanan maksimalnya kepada masyarakat.
“Baik berupa pengembangan SDM melalui Mandiri University (MU), ataupun melalui pengayaan program-program baru yang bakal lebih mendekatkan BM dengan para nasabah dan debiturnya,” ungkapnya.
Ditambahkan, Mandiri University tersebut akan melatih anak didik untuk siap bekerja secara profesional. Adapun target yang ingin dicapai Purnomo adalah bagaimana ia bisa berhasil membawa Bank Mandiri sebagai sebagai bank terbesar di Indonesia.