28 March 2014

PERTAHANKAN KUALITAS, TELKOMSEL ENGGAN PERANG HARGA

Foto: Effendy Wongso
Tahun ini, operator seluler XL Axiata bakal mempertahankan strategi tarif murah dalam menjual layanan. Sementara operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel, tidak mau meladeninya dengan perang tarif.
Hal tersebut diungkapkan Vice President Marketing Communications Telkomsel, Irlamsyah Syam, dalam rilisnya kepada sejumlah media di Tanah Air, Senin (24/3/2014). Dikatakan, pihaknya berusaha menjaga tarif agar tidak terjadi perang tarif. Menurutnya, saat ini harga yang ditawarkan Telkomsel cukup kompetitif.
“Perang tarif itu sangat tidak kondusif. Kami menawarkan harga yang kompetitif. Kasihan industri ini mau dibawa kemana?” terangnya.
Menurutnya, saat ini tarif seluler dan internet yang ditawarkan perusahaan telekomunikasi di Indonesia sudah terbilang sangat murah dibandingkan negara-negara lainnya. “Delapan tahun lalu tarif seluler di Indonesia memang mahal, tetapi sekarang bisa dibilang sudah sangat murah,” lanjutnya.
Operator XL Axiata bakal melanjutkan strategi tarif murah. Bukan hanya dalam menjual layanan internet, tarif murah itu juga berlaku untuk layanan telepon dan SMS. Setelah XL menyelesaikan transaksi dalam membeli Axis Telekom Indonesia pada Rabu (19/3/2014) sebesar 865 juta dolar AS, XL akan memosisikan Axis untuk segmen anak muda dan mempertahankan tarif layanan Axis yang selama ini dikenal murah.
Segmen anak muda menjadi incaran operator berbasis teknologi GSM di 2014 ini, karena segmen tersebut aktif sebagai pengguna layanan data yang menjadi fokus utama operator seluler di tengah menurunnya tren layanan telepon dan SMS.
Telkomsel juga telah menyiapkan produk baru untuk mengincar segmen anak muda, yaitu Loop. Produk ini ditujukan untuk konsumen di rentang usia 12 sampai 19 tahun. Sementara itu, Indosat masih mempertahankan produk IM3 untuk segmen anak muda, begitu juga dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri) yang sejak dulu serius menjaring segmen anak muda. (blogkatahatiku.blogspot.com)