04 March 2014

PEREMPUAN DATANG ATAS NAMA CINTA WANGI

Oleh Weni Lauwdy Ratana

Perempuan yang datang atas nama cinta wangi,
bulan sabit bertabur gemintang
adalah selembar kenangan
dalam hidupmu, ya Dara
ketika kau menapak gegurun
dan mencari sebuah oase cinta
yang belum terjumput dalam sepenggal penantian

Perempuan yang datang atas nama cinta wangi,
tidakkah kau dengar suara Adzan yang merdu syahdu
dalam sepenggal perjalananmu nan sunyi di ranah suci?
jadi mestikah kau ragu akan keagungan itu?

Perempuan yang datang atas nama cinta wangi,
jangan pergi dalam kelana tanpa arah
saputlah titik air mata yang masih menggantung
di indah bola matamu
sebab ada sepotong hati mengharapmu di sini
dan akan mendongeng di bawah naungan cahya rembulan
tentang pelangi yang dititi para bidadari

Perempuan yang datang atas nama cinta wangi,
jangan pergi!
di sini aku menantimu dengan ikrar tulus
atas nama langit dan bumi,
aku akan mengawal hatimu ya, Dara
merawat dan menyiangimu setiap saat
dengan cinta suci sampai ujung napasku