28 March 2014

PERBANKAN TUNGGU REGULASI ATURAN TABUNGAN BERHADIAH

Foto: Effendy Wongso
Tantangan perbankan Indonesia semakin berat menyusul dipertimbangkannya regulasi aturan tabungan berhadiah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di tengah musim paceklik likuiditas selama ini, perbankan royal memberikan beragam hadiah demi memupuk dana pihak ketiga (DPK). Sayangnya, senjata andalan perbankan untuk menghimpun dana bakal segera dibatasi.
OJK menilai, program tabungan berhadiah merupakan salah satu unsur yang turut membebani rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Hal itu membuat OJK meneliti lebih mendalam seperti apa praktik pemberian hadiah yang marak dilakukan perbankan nasional.
Terkait hal tersebut, Pemimpin Wilayah Bank BRI Makassar, Achmad Chumaidi saat dikonfirmasi di Gedung BRI, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (24/3), mengatakan bahwa dalam kinerja perbankan tabungan berhadiah memang menjadi faktor untuk mendongkrak perolehan DPK.
Dijelaskan, BRI melalui produk tabungan berhadiah Undian Beliung Britama (UBB) telah mencetak sukses pertumbuhan 16 persen DPK di 2013 lalu. Tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan DPK 20 persen juga melalui program yang sama.
Menanggapi desakan regulasi penghapusan undian berhadiah, Chumaidi mengatakan sah-sah saja. “Kalau memang kelak OJK melarang perbankan menggelar program undian berhadiah, kami pasti ikut,” ungkapnya.
Sejauh ini, ia mengatakah program undian berhadiah perbankan selalu mengutamakan prinsip efisiensi. Pasalnya, program berhadiah tidak selalu membuat perbankan mengeluarkan dana lebih dari satu digit sehingga kekhawatiran terhadap cost of fund tidak terlalu mendasar.
Ditemui terpisah, Pimpinan Wilayah BNI Makassar, Mucharrom mengatakan tahun ini pihaknya memilih untuk sedikit memangkas laju produk undian berhadiah.“Kami tidak akan jor-joran lagi tahun ini, tetapi justru mengalihkan ke sistem reward dan apresiasi nasabah. Nah, terkait undian berhadiah,kami sudah tidak terlalu pasang target, yang ada justru menambah kepuasan pelanggan dengan memberikan penghargaan terhadap produk kami,” bebernya.
Menurutnya, sampai saat ini undian berhadiah memang masih memikat nasabah, dan pihak perbankan cenderung melakukan program tersebut sesuai koridor yang ditetapkan. “Saya melihat market tahun ini akan lebih potensial jika memanjakan customer atau nasabah dengan kehadiran reward sesuai takaran, sebanyak apa nasabah memakai produk BNI,” ungkapnya.
Untuk itu, sebut Mucharrom, pihaknya tetap menanti aturan resmi OJK sambil  berinovasi dengan mengeluarkan program yang lebih baik. (blogkatahatiku.blogspot.com)