11 March 2014

MENAKAR PASIR

Oleh Aishaa Nazwa

Masih saja kau menakar pasir
meski angin selalu meniupnya
menjadi serpih.

Masih saja kau pahat karang
meski jemarimu kucurkan darah
menjelma kristal.

sesuatu sepertinya terus saja bermain;

dalam aliran darah,
dalam denyut nadi,
dalam hening,
dalam ramaimu.

Mengajak, merajuk padamu
untuk menghitung bilangan senja
yang tenggelam bersama badai
: dua puluh purnama silam