02 March 2014

MANTAO PARE PASARNYA HINGGA KE HONGKONG

Foto: Yusuf A
Terbuat dari tepung terigu dan campuran beberapa bahan lain, jika dilihat bentuknya sangat mirip dengan penganan bakpao, itulah roti Mantao Pare. Bisa disajikan langsung atau pun digoreng. Meskipun sekilas sama, tetapi memiliki citarasa yang berbeda.
Roti Mantao memiliki citarasa yang khas dengan kelezatan yang bisa bikin ketagihan. Roti Mantao dapat dimakan begitu saja sambil minum teh atau kopi, namun lebih lezat kalau digoreng atau dikukus sebelum dimakan. Selain itu Roti Mantao juga boleh dikombinasikan dengan keju, selai, kornet, atau apa saja sesuai dengan selera dari yang akan mencicipinya.
Resep pembuatan Mantao Pare diciptakan oleh pengusaha asal Parepare, Sulawesi Selatan, bernama Heryadi Thamrin bersama istrinya Nurhayati, yang kemudian membentuk Usaha Sinar Terang sebagai produsen. Mulai dipasarkan di kampung asalnya pada 2007, Mantao Pare mendapat respon yang sangat besar dari para pencinta kuliner di Parepare maupun dari luar kota.
Setiap orang yang datang berkunjung ke Parepare saat ini, belum lengkap tanpa mencicipi Mantao Pare. Sehingga lambat laun Mantao Pare menjadi ikon kuliner khas Kota Parepare. Akhirnya Wali Kota Parepare pun mencanangkan sebagai potensi khas Kota Parepare. Semua pendatang yang bertamu ke Parepare harus disuguhkan makanan khas Mantao Pare.
Memang, rasa yang lezat tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan. Mantao Pare dikemas dalam beberapa paket, dan yang termurah harganya Rp 4.500 per bungkus isi tiga biji. Dalam sehari Roti Mantao rata-rata terjual hingga 500 bungkus. Pembelinya bukan hanya orang Parepare, namun juga pembeli yang sengaja datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, Roti Mantao banyak yang membeli sebagai oleh-oleh khas Parepare.
Melihat respons yang sangat besar terhadap Roti Mantao, akhirnya anak pemilik Roti Mantao di Parepare bernama Yasin Thamrin meneruskan usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya, dengan melakukan ekspansi usaha ke Makassar. Pada September 2012 dibukalah toko Mantao Pare di Jalan Sungai Sadang Baru, Makassar.
Sejak dibuka respons masyarakat pun sangat bagus. Pembelinya bukan hanya masyarakat Makassar, tetapi banyak pula orang dari luar Sulawesi Selatan. “Sampai sekarang Roti Mantao sudah pernah dibawa ke Jawa, Kalimantan, bahkan sampai keluar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Hongkong,” terang Yasin. (Yusuf A/blogkatahatiku.blogspot.com)