28 March 2014

LAHIRNYA KELAS BARU INDUSTRI OTOMOTIF

Foto: Effendy Wongso
Tak dapat dipungkiri jika saat ini Indonesia telah menjadi pangsa pasar industri otomotif yang menggiurkan. Fenomena kenaikan transaksi penjualan kendaraan bermotor dan jumlah pengunjung pada berbagai ajang pameran otomotif merupakan buah pertumbuhan kelas konsumen di Indonesia.
Kenaikan transaksi penjualan kendaraan bermotor dan jumlah pengunjung pada event-event transaksional pameran otomotif, sekaligus membuktikan apa yang diungkapkan lembaga konsultan McKinsey Global Institute (MGI) dalam laporan bertajuk “The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential”.Melalui laporannya, McKinsey Global Institute memperkirakan kelas konsumen Indonesia tumbuh 135 juta orang di 2030 dari 45 juta orang pada 2010. Diprediksi pertumbuhan kelas konsumen yang cepat ini mendorong akselerasi perekonomian Indonesia hingga dapat menempati posisi tujuh besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030 mendatang.
Ini juga melahirkan “booming” di industri otomotif, di mana penjualan produk kendaraan roda empat, baik baru maupun bekas senantiasa sumringah. Seiring ledakan kaum kelas menengah di Tanah Air, penjualan kendaraan yang dulu identik milik kelas menengah ke atas ini pun melaju secara signifikan.
Menyimak fenomena tersebut, hingga kuartal ketiga tahun lalu tren penjualan mobil masih mencengangkan. Pesanan terus membanjir, untuk mendapatkan merek-merek favorit, pembeli harus melakukan inden cukup lama. Hal ini memacu produsen mobil meluncurkan model maupun varian baru, juga menggenjot utilisasi pabrik yang dimiliki dengan mengucurkan dana triliunan rupiah untuk ekspansi pabrik baru. Sejumlah merek yang selama ini hanya meraih penjualan tipis pun mulai berani ekspansi besar-besaran.
Fenomena lonjakan penjualan mobil ini tentu saja menggembirakan. Selain menyerap tenaga kerja dan mendorong multiefek sektor, kenaikan penjualan mobil jelas menambah setoran pajak ke kas negara. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun lalu penjualan mobil di Indonesia menembus angka satu juta unit, di mana rekor ini adalah yang tertinggi dalam sejarah market otomotif di Tanah Air.
Namun saat ini, mobil murah dan ramah lingkungan alias Low Cost Green Car (LCGC) kini tengah “meledak” di Tanah Air. Kehadiran mobil dengan harga terjangkau tentu sangat didamba masyarakat kelas menengah ke bawah, yang rata-rata penghasilannya memang tak terlalu tinggi. Program LCGC dilaksanakan mulai tahun ini berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/2013 tentang Pengembangan Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Peraturan tersebut mengatakan bahwa harga jual termahalnya adalah Rp 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek (APM).
Menilik fenomena tersebut, memang tak dapat disangkal jika ada konsumen baru dengan kelas baru di pasar ini. Industri boleh jadi semakin ramai, tetapi semoga tidak “riuh” dan meretas polemik baru terkait regulasi dan problema yang ditinggalkannya. (blogkatahatiku.blogspot.com)