31 March 2014

KOMPETISI LAHIRKAN SDM ANDAL

RYAN LATIEF
Ketua Askumnas Sulsel
“Kompetisi Lahirkan SDM Andal”

Foto: Pribadi
BLOGKATAHATIKU - Menapaki dunia bisnis memang merupakan cita-cita seorang Ryan Latief. Pria yang bergelut di bidang jasa dan kontruksi ini memaparkan ihwal kariernya yang dimulai dari tekad serta kemauan kerasnya untuk maju. Atas dasar keinginannya yang besar itu akhirnya dapat direalisasikannya dengan mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Kontraktor Umum Nasional (Askumnas) di Hotel Grand Clarion Hotel, Jalan AP Pettarain, Makassar, beberapa waktu lalu.
Pemilik PT Agung Mandiri yang bergerak di usaha jasa kontraktor yang merupakan mitra perusahaan pertambangan PTVale Indonesia Tbk sejak 2003 ini, sebelumnya memang dikenal sebagai perusahaan bonafide untuk jasa pengadaan barang pabrikasi industri pertambangan.
Ditemui usai pelantikan Askumnas, alumni Universitas Sam Ratulangi Manado ini menjelaskan, dalam menjalani usahanya ia mengawali dirinya dengan kepercayaan, komitmen, ketegasan, keberanian, dan sportivitas dalam menjalankan suatu usaha.
“Apalagi di era kompetitif seperti ini, seseorang harus memiliki prinsip agar dapat bertahan. Saya sendiri berprinsip, ‘bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja’, artinya imajinasi lebih penting dari pengetahuan,” ungkap suami Anita Luh Setyorini ini.
Menurutnya, jika ingin menjadi orang sukses maka seseorang harus berpikir diatas rata-rata pikiran orang normal. Selain itu, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini jika seseorang berbuat terbaik menuju sukses.
“Salah satunya dengan menambah pengalaman. Jika ingin maju, seseorang tidak bisa berdiri pada satu sisi saja.Orang bisa kaya dalam sehari dan bisa miskin dalam sehari jika Allah berkehendak. Oleh sebab itu, setiap langkah harus diawali dengan niat yang baik agar mendapat rida Allah SWT. Hidup harus membawa manfaat kepada orang lain,” sebutnya menginspirasi.
Askumnas hadir memberikan kesempatan dan bantuan kepada seluruh elemen kontraktor yang ada di seluruh Indonesia. “Harapan saya, pembangunan di negeri ini tidak terhambat dengan sistem birokrasi.Pemerintah harus memberikan kemudahan investasi dan pengembangan usaha kepada pelaku usaha dalam negeri, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja,” harap pria yang lahir di Soroako, 10 November 1978 ini.
Terkait tantangan atas masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang, Ryan mengungkap bahwa Indonesia akan kesulitan bersaing jika tidak bersinergi satu dengan lainnya. Apalagi, perusahaan lokal masih tertinggal dalam hal permodalan sehingga minimal harus menggandeng perusahaaan asing supaya kuat.
Di luar itu, pria yang akrab dengan awak media pers di Sulsel ini berharap, untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan lokal, maka diperlukan atensi pemerintah, di antaranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada sumber daya manusia (SDM) pada masing-masing perusahaan, sehinggal dapat meningkatkan wawasan, kompetensi, serta keahlian SDM tersebut.
“Kami berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan kemudahan dalam hal informasi teknologi (IT), serta melakukan bantuan silang peralatan penunjang pelaksanaan proyek kerja seperti alat berat dan alat penunjang lainnya,” tandasnya.