04 March 2014

KINASIH

Oleh Weni Lauwdy Ratana

Matamu memicing, Cinta
menatap kenangan jauh di mata

Ada bunda di seberang Tenggara
dalam dingin beku
dan malam-malam tanpamu
ia menitikkan buliran bening
air matanya yang suci

Demimu,
demimu, Cinta
yang ia sayangi
melebihi segala kilau permata
dan keindahan bunga
di taman nirwana sekalipun

Kembalilah kepadanya, Cinta
ia senantiasa menantimu
dalam peluk hangat
sebab di sisinya
kau selaksana berlian
yang mengilau
dan mengaura dalam kinasih